Penulis: Zulkarnain Patwa

  • Kertas pada Pengembangan Pola Pikir

    Kertas pada Pengembangan Pola Pikir

    Kumpulan soal pada lembaran kertas itu sebenarnya berguna untuk merubah dan mengembangkan cara berpikir Anda.

    Zulkarnain Patwa
    Pengajar Rumah Belajar Bersama

  • Demi Waktu pada Olimpiade Matematika SD

    Demi Waktu pada Olimpiade Matematika SD

    Juara satu Olimpiade Matematika Bulukumba selama 2 tahun dari SDN (Sekolah Dasar Negeri) 2 Terang-Terang Bulukumba ini telah kita persiapkan untuk berkompetisi tingkat Sulawesi Selatan. Ia telah berkaca dari pengalaman tahun lalu ketika lolos sampai tingkat Provinsi Sulawesi Selatan saja.

    Sebagai persiapan yang matang, jauh sebelum kompetisi tingkat lokal 2023, beragam soal soal Olimpiade Matematika tingkat Provinsi dan Nasional telah ia kerjakan. Itu berarti ia telah siap untuk kompetisi yang lebih besar dengan menargetkan diri lolos pada tiap tantangan

    Tapi tiba tiba ia mendapatkan kabar bahwa Bulukumba terlambat mendapatkan informasi sehingga namanya tidak sempat terdaftar.

    Ia memang tidak banyak bicara namun wajah kekecewaan mendalam tidak dapat tersembunyikan karena hal demikian terpancar dari wajahnya.

    Waktu terus berjalan. Hadapilah dengan optimisme. Banyak kejuaraan besar menanti dirimu. Dengan perjuangan belajarmu yang tak kenal lelah, suatu saat kamu berada di tempat yang layak dimana orang orang akan memberikan perhatian sesuai dengan tugasnya.

    Bersabarlah! Tuhan itu maha mendengar dan tahu siapa hamba-Nya yang bersungguh sungguh.
    That’s all 

  • Masa Depan Dunia

    Masa Depan Dunia

    Masa depan dunia sangat ditentukan dari cara kita mendidik generasi saat ini.

     

    Zulkarnain Patwa
    Pengajar Rumah Belajar Bersama

  • Barengi Cita Cita yang Tinggi dengan Ilmu

    Barengi Cita Cita yang Tinggi dengan Ilmu

    Aufa Patwa pelajar MAN ICG (Madrasah Alyah Negeri Insan Cendekia Gorontalo) ini bercerita bahwa ia hanya punya waktu tidur sekitar lima jam sehari. Penulis mengatakan padanya, “Aufa bersyukur saja dapat jatah lima jam karena Pak Habibie yang merancang sekolah super unggulan tersebut hanya punya waktu tidur tiga sampai empat jam sehari.”

    Sekitar delapan tahun yang lalu, penulis sempat berkunjung ke sekolah tersebut dan berdiskusi banyak dengan guru yang melayani. Guru ICG menjelaskan pelajar kelas 2 (istilah sekarang kelas 11) sudah mempelajari soal soal persiapan masuk kuliah. Dan karena ini MAN, lima Juz hapalan Qur’an mengikuti (aturan sekarang tiga juz). Pendeknya, Iptek dan Imtaq (Ilmu pengetahuan dan teknologi dan iman dan taqwa) sebagaimana istilah yang dipopulerkan oleh Habibie.

    Sebagaimana kita tahu, banyak pesantren pesantren mencetak generasi muda mudi yang paham agama namun kekurangan dalam ilmu pasti. Habibie berhasil mengkombinasikan kedua hal tersebut sehingga generasi sekarang tidak kebingungan dan mampu menghadapi perkembangan teknologi. Mereka malahan terlibat aktif di dalamnya. Dan bekal agama yang akan membuat mereka tidak akan menggunakan ilmu pengetahuannya pada hal hal yang dilarang oleh ajaran agama.

    Kembali ke Aufa
    Aufa beroleh liburan yang cukup menggembirakan dengan jalan jalan semasa liburan lebaran. Menjelang waktu liburannya habis, ia pun menanyakan rujukan buku buku Bahasa Inggris yang penting untuk ia pelajari. Penulis langsung teringat perkataan orang tuanya bahwa anaknya punya cita cita yang tinggi dengan berusaha kuliah di Harvard University, Amerika Serikat. Ini adalah salah satu kampus terbaik di dunia. Ayahnya Saiful Patwa yang jago matematika itu mengiyakan meskipun dalam hati berpikir berapa duit yang harus ia keluarkan untuk mendukung harapan besar anaknya itu. Penulis langsung bilang bahwa Aufa itu cukup cerdas Ia tentu akan mencari beasiswa.

    Penulis menghadiahkan beragam buku mulai basic hingga advance termasuk cara cara yang harus ia kerjakan saat berada di ICG. Ini suatu masalah juga. Waktu istirahatnya di ICG kan sempit. Bagaimana Aufa mengatur waktu untuk belajar English secara mandiri. Tapi biarlah, ia saja yang atur.

    Saat saat berbagi ilmu Bahasa Inggris, Aufa termasuk pelajar yang cukup cepat memahami grammar (Tata Bahasa). Logika berpikirnya lumayan bagus lah. Mungkin ia dipengaruhi dari kebiasaan berhitung. Ia pun punya cara tersendiri untuk menulis dan memetakan apa yang dipelajari. Dan mengenai kemampuan berbicara, itu tidaklah sulit. Ia bisa berbicara dengan lancar. Ia cukup perlu saja banyak banyak membaca literatur sederhana dalam Bahasa Inggris.

    Kesan positif penulis yaitu Aufa sedang menuju pada kegemaran belajar karena waktu yang seharusnya ia pergunakan untuk liburan atau tidur sepuas puasnya masih ia sempatkan untuk belajar. Senanglah hati melihat pelajar yang beranjak dewasa ini mencintai ilmu. Tentu banyak pelajar di luar sana melakukan hal yang sama. Semoga!

    Zulkarnain Patwa
    Pengajar Rumah Belajar Bersama 

  • Sumbangan Bangku Belajar

    Sumbangan Bangku Belajar

    Buat Kapten Andi van Mul (Andi Mulyadi) dan kawan kawan SMA 1 angkatan 2001, terima kasih banyak atas sumbangan bangku bangkunya. Bangku tersebut sengaja kita taruh di teras bagian depan agar lebih banyak termanfaatkan dengan maksimal.

    Semoga mengalirkan amal jariyah.

    Zulkarnain Patwa
    Pengajar Rumah Belajar Bersama

  • Kepala Sekolah Hebat

    Kepala Sekolah Hebat

    Bertemu dengan kepala kepala sekolah yang hebat dalam memajukan pendidikan Bulukumba di acara Lierasi dan Membaca Masyarakat oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Bulukumba

    Zulkarnain Patwa
    Pengajar Rumah Belajar Bersama

  • Bacaan Cerita Berbahasa Inggris

    Bacaan Cerita Berbahasa Inggris

    Kembar, Viki dan Yazdi pelajar SMA 5 Bantaeng yang sedang berada pada bacaan cerita berbahasa Inggris setelah tamat Basic English Grammar (Tata  Bahasa Inggris.Dasar) diaplikasikan untuk memahami bacaan dan menjawab soal cerita.

    Zulkarnain Patwa
    Pengajar Rumah Belajar Bersama
  • Keunggulan Belajar Sejak Kecil

    Keunggulan Belajar Sejak Kecil

    Kesempatan untuk lebih unggul yang lebih panjang kerena mereka membiasakan diri belajar sejak pra usia dini. Guru guru yang hebat selalu mendampingi dan memotivasi kemajuan mereka.

    Zulkarnain Patwa
    Pengajar Rumah Belajar Bersama

  • Berkumpul dengan Orang Berilmu

    Berkumpul dengan Orang Berilmu

    Membiasakan diri dengan berkumpul bersama para pelajar yang giat menuntut ilmu. Pada pertemuan pertemuan demikian sang guru pun menginspirasi bahwa para pelajar tersebut bisa melakukan hal hal yang luar biasa.

    Zulkarnain Patwa
    Pengajar Rumah Belajar Bersama

  • Nilai Maksimal pada Kelas Belajar

    Nilai Maksimal pada Kelas Belajar

    Pada bagian dekat kamera, banyak pelajar ini telah belajar bertahun-tahun di Rumah Belajar Bersama. Tidak ada masalah yang dihadapi sekolah karena nilai sekolahnya biasanya dapat nilai yang maksimal. Begitu lah pengakuan pelajar SMP dan SMA.

    Bagaimana dengan anak anak SD? Untuk Bahasa Inggris, mereka belum punya cerita karena sekolahnya belum belajar bahasa Inggris. Jadinya, mereka hanya jadi pendengar yang baik bila pelajar SMP itu saling membahas pelajaran sekolah. Untuk urusan Matematika, mereka baru ngobrol sama serunya tentang pelajaran dan nilai maksimal yang berhasil diraih.

    Untuk Baca Tulis, banyak anak anak TK bergabung dan dapat lancar membaca dalam dua sampai tiga bulan.

    Urusan mengaji juga demikian. Anak anak tidak mengalami kesulitan berarti dalam melafalkan ayat ayat. Malahan, kita telah mulai merancang untuk memberikan tambahan dasar dasar Bahasa Arab bagi yang sudah lancar mengaji.

    Apa yang membuat mereka terus belajar? Mereka tertantang untuk menuntaskan tahapan buku buku yang kita targetkan lolos pada tingkat advance sehingga perjalanan hidupnya lebih mudah saat berada di jenjang akademik yang lebih tinggi semisal universitas atau menggunakan ilmu untuk kuliah di luar negeri nantinya baik dalam bentuk beasiswa atau pun bukan. Untuk kepentingan lainnya pun dapat berguna. 

    Zulkarnain Patwa
    Pengajar Rumah Belajar Bersama