Penulis: Zulkarnain Patwa

  • Dukungan Keluarga

    Dukungan Keluarga

    Orang yang jauh dari pusat pendidikan tapi punya keinginan kuat untuk belajar dapat mengikuti cara yang dilakukan Naura. Ia anak dari bukit Kindang yang tidaklah mungkin baginya untuk mengikuti lembaga ekstrakurikuler untuk kebutuhannya pada Bahasa Inggris dan Matematika. Tahun lalu pada 2025 tepat setelah tamat SD, ia menggunakan waktunya secara penuh belajar dan tinggal di kota Bulukumba. Pada liburan sekolah pada Ramadhan 2026, ia pun kembali belajar dari siang hingga jelang buka puasa.

    Tindakan pelajar seperti ini agak jarang kita temui dan menimbulkan rasa ingin tahu. Penulis pun berusaha menggali informasi dari ayah Naura. Ayahnya berpikir untuk hendak menyekolahkan anaknya di Pesantren Ummul Mu’minin, sekolah binaan Muhammadiyah di Kab. Maros, Sulawesi Selatan. Selain usaha lulus ujian, ia berharap Naura tidak ketinggalan dalam hal pelajaran. Hal itu pun didiskusikan dalam keluarganya sendiri dan menghasilkan keputusan untuk menggunakan waktu liburan dengan bergabung di RBB (Rumah Belajar Bersama). Karena bermanfaat, keputusan untuk kembali belajar pada 2026 bukanlah hal yang membosankan.

    Rekan-rekan pengajar di RBB pun punya kesan yang mendalam kepada ayah Naura. Setiap mengantar ke RBB, ayahnya tidak langsung pulang. Ia suka duduk di pagar sembari memperhatikan anaknya yang sedang belajar di ruang teras rumah. Ya, itu untuk Bahasa Inggris. Hal itu membuatnya bisa menyaksikan atmosfer belajar yang sedang berlangsung. Ia tentu dapat membaca apakah anaknya menikmati atau mengerti pelajaran atau tidak. Perhatian ini berlangsung bukan dalam sehari saja tapi setiap hari. Ternyata ia adalah anak semata wayang (anak satu satunya dalam keluarga). Naura merasa nyaman bila ayahnya tidak jauh dari sisinya ketika ia sedang beraktifitas.

    Sang ayah yang berpikir mengedepankan pendidikan sama sekali tidak terusik, tak merasa membuang waktu percuma. Ini karena ia tidak harus serba sibuk di lahan pertaniannya di kampung karena ia telah menanam cengkeh dan tanaman sejenis lainnya yang tidak mengharuskan hadir di ladang tiap hari. Kami pun jadi lebih akrab dengan orang tua pelajar.
    Kelas Belajar Naura
    Naura adalah anak yang pendiam. Ia lebih suka memperhatikan rekan kelasnya daripada berbicara. Kesan sabar ini menjadikannya tidak banyak bermain, lebih banyak fokus pada lembaran kertas latihan. Pendek kata, full belajar, minus bermain. Istirahatnya dengan duduk santai tanpa mengganggu atau diganggu oleh siapapun.

    Dalam hal pelajaran Bahasa Inggris, sebenarnya berbagai macam materi Basic English telah ia pelajari dan pahami tahun lalu. Pada kedatangan keduanya ini, kami agak kaget. Ia tidak lupa tapi beberapa pelajaran inti nampaknya tersimpan di alam bawah sadarnya. Padahal kami percaya bahwa apa yang ia telah pelajari erat kaitannya dengan pelajaran sekolahnya. Tanpa harus menyalahkan siapapun, kami mengambil sikap me-review materi yang lalu dan menambahkan bahan-bahan yang kemungkinan ia pelajari untuk anak SMP seumurannya.

    Sedangkan pelajaran Matematika yang baru ia pilih tahun ini, guru kelasnya tentu banyak mengajarkan menyeimbangkan dengan pelajaran sekolahnya dan memberikan penguatan pemahaman matematika dasar agar pondasinya kokoh dalam mempelajari Matematika tingkat lanjut di SMP. Ia menikmati proses belajar ini karena merasa cukup terbantu mengetahui materi yang belum sempat ia tuntaskan di sekolah.

    Sebagai penutup, belajar itu tidaklah mesti dibatasi oleh ruang dan waktu. Keinginan yang kuat akan mendekatkan kita pada pada tempat-tempat pendidikan yang dipercaya sesuai dengan kebutuhan dan cita-cita. Naura meskipun kampung halamannya masih kurang menawarkan pendidikan ekstrakurikuler, berkat dukungan keluarga bisa menembus batas tersebut dan telah berhasil menambah bekal dan meningkatkan kwalitas diri untuk menggapai masa depan yang cerah. Sampai ketemu lagi pada liburan berikutnya!

    Zulkarnain Patwa

  • Cara Belajar Adam

    Cara Belajar Adam

    Adam adalah anak yang sangat berbakat dalam hal berbicara Inggris. Selain suaranya nyaring, ia pun mudah beradaptasi dengan kosa kata bacaan yang baru ia kenali. Bacaan buku pertama pada Basic Reading sebenarnya bukanlah kendala yang berarti baginya namun ia tidak mudah juga untuk tamat. Mengapa?

    Sebagai seorang anak yang berbadan sehat dan ikut silat, Adam memiliki energi lebih untuk bergerak. Baginya, keberadaannya di Rumah Belajar Bersama adalah bermain. Hal ini didukung oleh kemampuannya bergaul dengan baik kepada anak laki-laki dan perempuan. Tapi tak jarang juga, ia berantem dan ia biasanya menang karena tahu sedikit jurus silat. Hebatnya, bermusuhan ala anak anak itu dapat kembali akrab dalam waktu yang tidak lama.

    Ketika memasuki bulan Ramadhan 2026, Adam telah tamat Basic Reading dan memulai buku kedua. Cara berpikirnya pun mulai berubah. Karena tuntutan bacaan sudah berbeda dari buku sebelumnya, waktu bermainnya pun lebih sedikit. Ia sibuk memahami isi bacaan cerita Inggris dan menjawab soal-soal latihannya pada tumpukan beragam cerita. Perlahan tapi pasti, ia pun merubah cara belajarnya.

    Melejitkan potensi anak dengan mengajak terbiasa menyukai bacaan buku butuh pendampingan berkelanjutan. Perhatian dan pendampingan yang intensif membuat kita mampu membaca celah yang perlu diisi menutupi kelemahan anak anak dalam belajar. Adam mengalami perubahan yang berarti dalam dirinya karena ia tahu bahwa bacaan buku kedua yang sedang ia hadapi saat ini tidak bisa lagi ia anggap remeh. Ia tahu bahwa bila dirinya tidak lebih aktif berinisiatif belajar, ia tidak bisa berbuat banyak untuk mampu mewujudkan harapannya menamatkan buku lagi.

    Bakat yang dimiliki anak yang perlu dimaksimalkan dengan memperbanyak praktek bacaan yang memberikan tantangan untuk berpikir maju. Seiring dengan waktu anak anak akan menemukan cara belajar yang membuatnya bahagia hingga pada tahap mampu berpikir bahwa dunia belajar itu sama menariknya dunia bermain. Dan Adam bersama rekan-rekan pelajar lainnya sedang menapaki jalan tersebut. Good luck, children!

    Zulkarnain Patwa
    Bulukumba, Sabtu, 28 Maret 2026.

  • Valerio

    Valerio

    Anak ini berhasil menemukan kebanggaan belajar Bahasa Inggris. Katanya, banyak teman temannya di sekolah belum mampu membaca tulisan Inggris. Padahal itu sangat gampang. Sejurus kemudian, ia pun mengucapkan beberapa kosa kata yang telah ia kuasai dengan baik. Saya terkesan dan selalu mengajaknya bercerita setelah kelas Basic Reading-nya selesai.

    Namanya Valerio, kelas 3 SD. Ia anak yang konsisten untuk membaca buku setiap kali datang belajar. Ia tidak pernah menghindar takkala gurunya memintanya untuk membaca. Tapi setelah ia selesai dan keluar main, ia tidak mau lagi membaca. Rayuan dan ancaman tidak mempan. Alasan yang paling sering ia sebut adalah capek. Menurutnya, ia telah belajar dan waktu yang lainnya untuk bermain. Bila terus didesak, ia akan diam, tidak menemani siapa pun untuk berbicara–Sebuah tanda protes yang tidak bisa dinegosiasikan. Tidak ada lagi belajar. Titik.

    Namun sikap ini sempat berubah. Pada 25 Maret 2026, hari pertama belajar setelah Idul Fitri, Vale adalah pelajar yang pertama datang ke kelas. Dari awal hingga jam pelajaran, ia seorang diri. Tiada seorang anak pun yang datang. Setelah membaca beberapa lesson, ia minta istirahat. Lalu, ia bermain hingga merasa bosan.

    ‘Ayo Vale, kita belajar lagi’, kata penulis. Tiba-tiba, ia menyanggupi. Ia langsung membuka lesson delapan puluh ke atas. Menurutnya, bacaan sebelumnya yaitu review lesson satu sampai sepuluh terlalu mudah. Penulis memenuhi permintaannya dan turut membantu memperbaiki pelafalan bacaannya yang masih sulit ia ucapkan. Lima lesson yang cukup panjang ia tuntaskan. Takkala badannya agak berkeringat, itu tanda bahwa dirinya butuh istirahat lagi dan ia pun memperolehnya. Saat kembali bugar, ia melanjutkan lagi bacaannya yang panjang itu.

    Enam puluh lima menit berlalu dengan efektif. Sisa jam belajar sebanyak dua puluh lima menit tidak ingin ia gunakan lagi. Ia meminta agar dapat menelepon ibunya untuk pulang. Permainannya segera dikabulkan.

    Memang sih, ketika anak-anak kekurangan rekan, waktu belajarnya akan lebih banyak dan malas untuk mencari alasan untuk menolak tawaran belajar. Sebaliknya, ketika ramai, seribu alasan bisa digunakan untuk menghindar karena dalam pikiran anak anak, bermain itu di atas segala galanya. Para guru yang berkecimpung dalam dunia pendidikan anak tentu tahu cara menyeimbangkan ini karena tujuan orang tua memasukkan anaknya ke lembaga pendidikan adalah untuk belajar. Jurus membagi waktu untuk memenuhi kebutuhan tersebut penting agar selain masa kecil untuk bermain anak anak tidak dirampas tetapi di sisi lain, belajar tetap berjalan.

    Selain itu, anak perlu dilatih untuk menemukan kebanggaan kenapa mereka memilih suatu pelajaran. Vale merasa punya kelebihan berbahasa Inggris dibandingkan sebagian rekan rekan sekolahnya sehingga ia merasa berharga. Dengan Demin, kepercayaan diri pun berkembang.

    Zulkarnain Patwa
    Sabtu, 28 Maret 2026

  • Ganda

    Ganda

    Memahami seluruh struktur tenses secara utuh tidaklah menjamin para pelajar untuk bisa berbicara banyak. Itu memang satu kelebihan tapi tentu saja tidak cukup untuk menyampaikan banyak hal. Sebagai solusi, beragam perubahan kata kerja harus lebih banyak dipraktekkan yang sesuai dengan dengan tempatnya.

    Adeeva adalah pelajar kelas 4 SD sedang berusaha mengerti perubahan verbs (kata kerja) bukan dengan cara hapalan melainkan praktek perubahan kalimat pada struktur perubahan tenses. Puluhan verbs dipakai pada kalimat simple, Progressive, Perfect dan perfect Progressive. Dengan melakukan hal ini, ia secara langsung dapat tahu bagaimana menempatkan perubahan verb yang sesuai pola tenses.

    Persoalan-persoalan yang muncul bagi anak anak yang seumurannya adalah bagaimana menggunakan secara tepat fungsi tenses tersebut. Ini memang agak berat mengingat materi tersebut terletak pada two-concept event (konsep dua kejadian). Materi itu membutuhkan kecerdasan lebih untuk bisa menganalisa secara logis. Kendala yang sering dihadapi guru adalah menemukan bahasa yang tepat untuk menjelaskan secara sederhana kenapa anak anak. Ya, tidaklah mungkin menggunakan argumentasi sebagaimana diterapkan pada para pelajar orang dewasa. Oleh karena itu, kita tidak perlu terburu-buru. Kita biarkan saja pelajar seperti Adeeva ini praktek sebanyak-banyaknya dengan tanpa perlu memberikan penjelasan detail. Cukup memberikan beberapa contoh kalimat saja yang mengandung penggabungan kalimat dan diterangkan secara perlahan-lahan sesuai kemampuannya pada waktu yang tepat. Itu pasti akan sangat membantu.

    Kita pun harus mengingat bahwa dunia anak adalah bermain. Faika pelajar kelas 3 SD adalah anak yang baru saja meraih Emas pada National Olympiad tapi ia masih belum tertarik belajar tenses secara utuh sebagaimana Adeeva. Agar dunia belajarnya tetap menarik, keduanya berlatih listen and repeat (mendengarkan dan mengulangi) pada irregular verbs tanpa harus dihapal. Kita desain sedemikian rupa dimana mereka sebanyak mungkin mengulang-ulang baik secara bersamaan berbicara ataupun bergantian. Tanpa terasa dalam dua hari tepatnya dia pertemuan mereka mampu menyelesaikan 110 irregular verbs. Mereka punya gambaran bahwa dari 110 kata tersebut paling sedikit berubah menjadi 330 kosa kata. Kemajuan yang berarti.

    Pendekatan dengan tenses ini kemudian dengan sendirinya bukan lagi sekedar pembelajaran struktur melainkan strategi mengasah kemampuan berbicara lancar dengan teratur yang mempunyai manfaat ganda karena hal hal yang mereka pelajari mempunyai keterhubungan erat dengan bacaan teks-teks bahasa inggris pada jurnal atau buku berbahasa Inggris dan menjawab soal-soal dengan tulisan yang benar. Bahasa inggris sebagai pergaulan internasional dan sebagai pembelajaran akademik dapat berjalan seiring.

    Zulkarnain Patwa 
    * Pengajar Rumah Belajar Bersama

    Bulukumba, Sabtu 28 Maret 2026.

  • Buku Tahap Kedua

    Buku Tahap Kedua

    Afifah anak SD yang telah tamat satu buku Basic Reading (Bacaan Dasar). Dari sini, ia terlihat punya kemampuan untuk mengucapkan kosa kata Inggris dengan intonasi yang berirama, enak didengar. Dan kemampuan itu terus diasah pada tingkatan buku kedua yang sedang ia pelajari. Bedanya, kali ini ia tidak hanya dituntut membaca dengan suara nyaring tapi juga mengerti isi cerita dan menjawab soal soal cerita.

    Pekerjaan ini awalnya tidak mudah bagi Afifah mengingat ia sama sekali tidak mengikuti kelas grammar (tata bahasa) dimana jawaban pada soal soal pasti membutuhkan penulisan yang sesuai kaidah grammar. Untuk itu, sebelum menjawab ia terlebih dahulu membaca secara berulang cerita inggris hingga paham dan kemudian mengerti trik trik menjawab dengan benar adalah sebuah keharusan. Namanya juga trik, pola belajar sebagaimana kelas grammar tidak diberlakukan. Yang terpenting cara menjawab sudah benar, itu cukup.

    Yang menarik dalam dunia belajar Afifah adalah semangat berlatihnya di atas rata rata. Setiap kali belajar, ia selalu duduk dengan tenang dan menggerakkan penanya hingga semua tugas soal soal ceritanya yang menjadi ia selesaikan. Untuk beberapa hal-hal sulit ia ingin mengerti, ia tanyakan langsung kepada guru kelasnya. Setelah ia, tuntas ia pun segera membaca dengan nyaring cerita singkat tersebut disertai kumpulan jawaban yang ia yakini benar.

    Pada pertemuan perdana setelah Ramadhan 2026 ini, Afifah belajar sembilan puluh menit penuh tanpa istirahat. Ia sibuk me-review bacaannya dari lesson satu sampai lesson enam. Cerita dari lesson satu sampai lima sekedar membaca cerita Inggris saja namun pada lesson enam, ia membaca cerita sekaligus menjawab soal-soalnya. Baginya ini bukanlah hal yang begitu sulit karena beragam cara menyelesaikan masalah telah banyak ia pelajari sebelum Ramadhan. Dan review kali ini upaya menyegarkan kembali kebiasaan membacanya setelah beberapa waktu istirahat liburan jelang hingga pasca Idul Fitri 2026.

    Pelajar yang tekun tentu tidak berhenti pada satu tahapan buku saja. Afifah tahu bahwa tantangan buku kedua yang ia hadapi bukan perkara yang mudah. Terdapat delapan puluh empat lesson yang harus tuntas dan itu pasti membutuhkan waktu, daya tahan dan kecerdasan untuk menyelesaikannya.Kehadirannya di kelas secara teratur adalah bukti bahwa ia sedang berjuang untuk menamatkan buku keduanya ini. Ia menemukan cara tersendiri membuat dirinya selalu semangat dalam belajar. Dan tentu, kita pun ingin melihat ia berhasil mewujudkan harapan tersebut.

    Zulkarnain Patwa 
    * Pengajar Rumah Belajar Bersama
    * Sabtu, 28 Maret 2026

  • Kecerdasan Pelajar pada Ramadhan

    Kecerdasan Pelajar pada Ramadhan

    Memahami inti Basic Grammar (tata bahasa dasar) pada struktur tenses dengan segala bentuk perubahannya bukanlah perkara yang mudah. Karena begitu penting, materi ini diajarkan di SMP, SMA dan bahkan tak jarang diulang lagi di tingkat universitas. Heran juga, kenapa mesti melakukan banyak perulangan. Membosankan. Bukankah itu bisa dituntaskan sekali waktu saja semisal di SMP saja?

    Pada bulan Ramadhan 2026 ini, Adeeva Syaqila Zulfikar yang masih kes 4 SD telah berkali-kali latihan tenses luar kepada hingga pada akhirnya Mr. Agung telah memberikan pelatihan yang rumit mengatakan bahwa Adeeva hampir 100 mengerti tenses. Pengakuan ini tidak dengan serta merta tapi berdasarkan pemberian soal secara acak selama berjam-jam dalam beberapa pertemuan. setiap kali berlatih, Adeeva mampu menjawab dan menuntaskan perubahan delapan puluh delapan kalimat sesuai yang diinstruksikan cukup dengan mengandalkan otak saja, tanpa catatan sama sekali.

    Pelatihan Tenses luar kepala oleh Mr. Agung kepada Adeeva, kelas 4 SD saat Ramadhan 2026.

    Adeeva merasa senang saja dengan capaiannya ini tapi karena puasa, ia merasa lebih capek dan lemas juga. Semangat bermain pun agak menurun karena rekan-rekan kelasnya agak lebih sedikit yang datang belajar di sore hari selama Rumadhan. Sebagai konsekuensinya, Adeeva punya kesempatan untuk belajar lebih banyak kepada guru-guru bahasa Inggris seperti Mr. Ancha yang memberikan strategi memahami dan menjawab soal soal cerita tingkat pre Intermediate yang sangat berguna untuk menambah wawasan kejadian dunia luar, mengenal tipikal penulisan orang orang barat dan bekal bacaan dan tulisan dalam dunia akademik yang lebih tinggi nantinya.

    Kegiatan tersebut juga akan sangat bermanfaat bila Adeeva bila ingin mengikuti Olimpiade Bahasa Inggris mengingat ia memang sudah saatnya melakukan uji kemampuan dengan kompetisii yang punya daya saing bagus untuk menambahkan semangat dan ketekunan dalam belajar. Sekedar info, rekan Adeeva bernama Faika kelas 3 SD yang hampir sama cerdasnya dengan Adeeva baru baru ini meraih emas pada Academic Olympiad Bahasa Inggris tingkat SD se-Indonesia (link dapat anda baca di sini: https://rumahbelajarbersama.org/2026/02/21/emas-untuk-faika-pada-academic-olympiad/) Mengingat kapasitas, Adeeva punya peluang yang sama dan perlu membuktikan kemampuannya juga.

    Sedangkan Mr. Agung mendidik pada penguatan struktur tense agar Adeeva mampu menghilangkan sedikit kesalahan dalam menjawab secara lisan. Ini juga dapat dimanfaatkan menjawab soal-soal cerita secara tertulis yang sesuai international standard lessons (pelajaran standar internasional). Jadi Adeeva dapat menawarkan jawaban dalam bentuk struktur kalimat sesuai pilihannya, entah mau dijawab panjang atau pendek, pilihan saja. Selain itu, ia juga telah berlatih kemungkinan jebakan jebakan soal sebagai persiapan
    ujian tenses nantinya di RBB (Rumah Belajar Bersama). Maklum, ujian kelulusan tenses di RBB tergolong sangat ketat. Semua pelatihan tersebut dapat Adeeva hadapi tanpa hambatan yang berarti.

    Setelah pelajaran Reading (Membaca) dan Grammar (Tata Bahasa), kini Adeeva akan mencoba dalam interaktif speaking (praktek bicara). Bekal reading dan grammar tersebut akan membuatnya lebih percaya diri berbicara karena ia telah banyak mengenal kosa kata sebagai bahan utama untuk bicara dan grammar yang membuat kemampuan berbicaranya tidak terbalik-balik. Langkah awal, ia akan banyak ditanya dimana ia sekedar menjawab saja dan kemudian setelah agak mahir, ia akan berlatih untuk lebih banyak bertanya daripda menjawab.

    Mencetak pelajar yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata selama Ramadhan memang tidak.mudah. Tantangannya telah kita jelaskan di atas. Namun karena semua kendala terus dihadapi hingga tuntas, contoh pelajar bernama Adeeva layak menjadi rujukan selama Ramadhan 2026 ini karena ia telah berhasil memahami pelajaran yang sebenarnya bukan tingkat SD melainkan SMP, SMA dan bahkan kadang-kadang diulang di tingkat universitas. Semoga ini motivasi untuk melakukan loncatan belajar yang lebih baik lagi buat Adeeva dan pelajar lainnya.

  • Ujian Karate

    Ujian Karate

    Jantung keberlanjutan organisasi terletak pada kadernisasi. Tidak ada kaderisasi, perlahan tapi pasti organisasi itu mati dengan sendirinya. INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) sebagai bagian dari perguruan karate pertama di Indonesia telah punya langkah sistematis yang diwariskan dari generasi ke generasi sehingga perguruan besar ini masih tetap punya nafas yang panjang. Ujian kenaikan sabuk/penurunan kyu dilaksanakan dua kali dalam setahun.

    Para peserta Ujian Kenaikan Sabuk/Penurunan Kyu.

    Sehubungan dengan menjelang masuknya bulan Ramadhan yang jatuh pada 18 Februari 2026, banyak Dojo memanfaatkan Minggu terakhir sebelum Ramadhan tepatnya 15 Februari 2026 termasuk Inkai Kodim Bulukumba. Langkah awal ini diikuti oleh dua puluh dua orang kohai (baca: atlet karate) sebagai pemicu awal untuk ujian lebih semarak yang direncanakan pada Maret, pasca Idul Fitri.

    Senpai Bakhtiar Senapati, Plt. Ketua INKAI Bulukumba pada sambutan Ujian Kenaikan Sabuk/Penurunan Kyu di Aula Kodim Bulukumba pada Minggu, 15 Februari 2026.

    Yang menarik adalah INKAI Bulukumba mulai dari pengurus, para pelatih dan para atlet senior (maksudnya kohai yang bersabuk tinggi seperti coklat dan hitam) secara serentak bahu membahu menyemangati para kohai yang ujian dengan hadir di sesi Gashuku dan saat ujian berlangsung. Pak Bakhtiar Senapati, Ketua INKAI Bulukumba, dalam sambutannya mengingatkan agar anak anaknya menjaga ritme latihan yang teratur. ‘Jangan mentang-mentang sabuknya sudah tinggi, malas latihan’, terangnya. Pesan tersebut ia terapkan juga pada dirinya dimana anaknya Raihan Athallah bukan saja berprestasi di berbagai kejuaraan besar karate tapi juga sampai pada sabuk Hitam DAN II, sebuah capaian yang jarang dimiliki oleh atlet Bulukumba.

    Sensei Sarifuddin, Ketua Panitia Ujian dan Sekretaris INKAI Bulukumba pada sambutan Ujian Kenaikan Sabuk/Penurunan Kyu di Aula Kodim Bulukumba pada Minggu, 15 Februari 2026
    Sensei Sarifuddin, Ketua Panitia Ujian dan Sekretaris INKAI Bulukumba pada sambutan Ujian Kenaikan Sabuk/Penurunan Kyu di Aula Kodim Bulukumba pada Minggu, 15 Februari 2026.

    Hal senada dikuatkan pada sambutan Sensei Sarifuddin Pasele Mattaro Mattaro, Pelatih Dojo INKAI Kodim, menitikberatkan pada kedisiplinan atlet dalam berlatih. Ujian adalah tahap kemajuan atlet namun itu tidak boleh berhenti sampai di situ saja. Keberlanjutan latihan rutin perlu terus berjalan dan INKAI Bulukumba harus selalu siap menghadapi kejuaraan bergengsi lainnya dalam beberapa bulan ke depan.

    Sensei Achmad Sairodji, pada sambutan dan sekaligus membuka Ujian Kenaikan Sabuk/Penurunan Kyu di Aula Kodim Bulukumba pada Minggu, 15 Februari 2026.

    Sensei Achmad Sairodji sebagai representasi INKAI Sulawesi Selatan yang hadir sebagai team penguji membuka acara memberikan penjelasan lebih lanjut. INKAI Bulukumba sejak dahulu hingga sekarang melahirkan banyak juara karate. Ia menginginkan agar atlet INKAI bisa terjun pada kompetisi tingkat dunia (INKAI Goes to the World Class). Dalam pidato tersebut, ia menyampaikan bahwa dua orang atlet INKAI Sul Sel telah masuk target pembinaan INKAI Pusat dan dan berharap atlet Bulukumba termasuk juga di dalamnya di masa akan datang. Karena itu, beberapa kejuaraan dalam setelah Ramadhan perlu disiapkan dengan lebih matang oleh Bulukumba. Selain itu, sabuk hitam diharapkan untuk membuka Dojo di daerah yang dapat mereka jangkau agar perluasan penyebaran INKAI.

    Foto bersama setelah selesai ujian.

    Organisasi atau lebih tepatnya perguruan INKAI telah berhasil melakukan ujian dengan baik. Suatun tanda bahwa perguruan karate yang menyejarah di Bulukumba ini dapat terus membina generasi anak anak, remaja dan pemuda pemudi Bulukumba untuk berprestasi dan menjaga nama baik INKAI terus hidup dari generasi ke generasi.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan
    * Pelatih INKAI Bulukumba
    * Pengajar Rumah Belajar Bersama

  • Gashuku

    Gashuku

    Bagi para praktisi karate, Gashuku bukanlah hal yang asing dilaksanakan sebelum ujian kenaikan sabuk. Itu adalah latihan bersama memantapkan semua hal yang akan dihadapi saat ujian baik secara mental, teknik dan fisik yang mendorong para peserta percaya diri menghadapi ujian yang tantangannya berat.

    Gashuku INKAI Kodim Bulukumba kali ini agak istimewa karena dihadiri langsung oleh Penguji Kenaikan Sabuk yang juga yang punya segudang pengalaman menghadapi ujian kenaikan sabuk karena telah mencapai DAN VI pada sabuk hitam.

    Secara struktural, posisinya Wakil Ketua II INKAI Sulawesi Selatan. Namanya adalah Sensei Achmad Sairodji dengan panggilan akrab Sensei Odji. Setelah memperhatikan keadaan Gashuku, Sensei Odji memilih menekankan pemahaman akan pentingnya kuda kuda (stances) mengingat kuda kuda punya konsekuensi gerakan tersendiri. Kuda kuda yang tepat memaksimalkan posisi tubuh baik dalam hal menangkis ataupun menyerang.

    Para peserta Gashuku bersama para pelatih. Sensei Odji, Penguji INKAI Sul Sel dan Sensei Sarif dan Senpai Rauf, pelatih INKAI Kodim Bulukumba.

    Sensei Odji menjelaskan beberapa ilmu terpenting untuk kepentingan kumite (Pertarungan) dan Kata (Jurus) yaitu Kibadachi standardnya 50 : 50. Senkutsu Dachi standarnya 30 di kaki belakang, 70 di kaki depan. Kokutsu Dachi standardnya 60 di kaki depan, 40 di kaki belakang dan masih banyak lagi. Ini memang agak sulit dipahami di atas kertas namun bila anda atau anak anak anda terlibat langsung bergabung karate, hal tersebut akan lebih gampang dipahami karena terdapat keselarasan antara teori dan praktek sebagai atlet yang kebanyakan anak anak dan remaja pada Gashuku ini.

    Pilihan tempat Gashuku kali ini di Pantai Taman Cekkeng Bulukumba (14/02/2026) Pelatih INKAI Kodim Bulukumba Sensei Sarifuddin alias Pasele Mattaro Mattaro , DAN IV dan Senpai Rauf sengaja membawa atletnya ke suasana pantai karena hembusan angin membuat para atletnya merasa tidak terlalu kelelahan dimana angin pantai dengan mudah menyapu keringat, nafas mudah mendapatkan oksigen. Ruang terbuka yang sangat luas membuat pandangan tidak terbatas hingga ke langit. Gashuku yang serius tersebut seolah terbingkai dalam suasana rekriasi sehingga betapapun latihan ketat, lingkungan pantai menjadikannya terlihat lebih rileks.

    Gashuku dengan segala kompleksitas teori dan praktek yang berjalan lancar dan selesai dalam latihan sehari. Semua ini dapat jadi lebih mudah karena latihan secara teratur diterapkan dengan baik di Dojo INKAI Kodim Bulukumba. Saatnya semua atlet melangkah maju dengan percaya diri menghadapi ujian kenaikan sabuk. Semoga sukses.

    Zulkarnain Patwa 
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan
    * Pelatih INKAI Bulukumba
    * Pengajar RumahBelajar Bersama

  • Emas Olimpiade Bahasa Inggris 

    Emas Olimpiade Bahasa Inggris 

    Selama buat Faika Qinara Putri Ridwan, anak dari Ibu Nurlaelah meraih Emas pada Olimpiade Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh NSMAO (National Science and Mathematics Academic Olympiad) 2026.

    Capaian Faika didikan Mr. Ancha ini bukanlah hal yang mengangetkan namun merupakan target yang telah kita prediksi dengan baik karena ia mengikuti aturan yang diterapkan oleh RumahBelajar Bersama untuk terbiasa membaca buku, menamatkan bacaan dan menjawab soal-soal cerita berbahasa Inggris. Selain itu ia juga telah mendalami dasar dasar basic grammar (tata bahasa dasar) utamanya Tenses luar kepala. Berbekal pengetahuan tersebut, kami percaya ia punya kemampuan untuk berpikir kreatif menghadapi soal-soal yang tingkat kesulitannya di atas rata rata seumurannya. Dan boom, ia pun berhasil membuktikan dirinya sebagai bagian dari pelajar terbaik.

    Saat ini Faika kelas 3 di SDN Terang Terang, salah satu sekolah terbaik di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ia juga atlet karate INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) Bulukumba yang seringkali mewakili INKAI Sulawesi Selatan karena berprestasi. Beberapa kejuaraan karate tingkat nasional dimana ia turut meraih medali adalah Piala Presiden RI, Piala Kementrian Pertahanan RI dan Piala Menpora RI.

    Faika dapat menjadi contoh bahwa prestasi dalam bidang olahraga dan pelajaran sekolah dapat seiring. Memang itu tidak mudah. Ada baiknya Bu Nurlaela berkenan memberikan saran bagaimana itu bisa dapat terjadi.

    At last but not the least buat Faika, teruslah rajin membaca. Banyak keajaiban baru yang akan kamu temukan. You are the best and keep doing the best wherever you are. Selamat!

    Zulkarnain Patwa

  • Emas untuk Faika pada Academic Olympiad

    Emas untuk Faika pada Academic Olympiad

    Sebuah pesan WhatsApp orang tua pelajar masuk mengatakan, ‘Medali emas ki tawwa Faika, Mr. Nain.’ Pesan ini terkirim enam hari yang lalu dan baru saya baca pada hari ini (21/02/2026). Ah, ‘Sungguh terlalu’, kata Raja Dangdut kita, Bang Roma. Saya langsung cek data lebih lanjut. Faika Qinara Putri Ridwan ternyata ikut Olimpiade Bahasa Inggris dan namanya terpampang sebagai peraih medali emas pada NSMAO (National Science and Mathematics Academic Olympiad) 2026.

    Hatiku senang juga mendapatkan kabar juara dari murid Mr. Ancha dimana saya juga turut mendidiknya di RumahBelajar Bersama ini. Murid-murid kami di Bulukumba Sulawesi Selatan ini memang jauh dari hiruk pikuk pusat kemajuan pendidikan yang serba lengkap fasilitasnya dan kumpulan guru guru intelektual handal namun betapapun serba terbatas, Faika mampu membuktikan diri sebagai bagian dari yang terbaik juga diantara pelajar se-Indonesia.

    Tapi sebenarnya saya tidak kaget karena desain seperti ini sudah biasa saya lakukan bersama rekan rekan aktivitas HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) semasa kuliah. Para mahasiswa yang suka kejuaraan kami ajak dan wajibkan banyak baca buku, diskusi, dan debat. Kami tanamkan dalam pikiran adalah juara 1. Orang berilmu tidak boleh minder berhadapan dengan siapapun. Bagaimana kalau jadinya juara 2? Itu akibat saja. Yang terpenting ialah selalu berpikir dan bertindak menjadi nomer satu. Dan ya, mereka membuktikan bagian dari terbaik di berbagai macam kompetisi.

    Hal menarik dari Faika adalah ia masih kelas 3 SD dan telah terbiasa dengan beragam bacaan buku berbahasa Inggris. Soal-soal cerita berbahasa Inggris pun telah banyak ia tuntaskan. Ia memang belum terbiasa debat tapi pemahamannya telah berkembang dengan baik dan mampu menceritakan banyak hal dalam Bahasa Inggris selama beberapa menit. Terlebih lagi kemampuan grammar-nya (tata bahasa) telah terasah diajarkan bukan melalui hapalan tapi pendekatan pemikiran logis sehingga kami yakin ia mempunyai kreativitas berpikir sendiri dalam menyelesaikan masalah yang ia hadapi.

    Itu berarti Faika punya peluang untuk sukses lebih besar dari apa yang kami kerjakan semasa mahasiswa. Start-nya jauh lebih awal dibandingkan kami. Tapi kami sadar juga bahwa tantangan yang ia hadapi sekarang juga tidak mudah. Faika yang sudah aktif baca buku masih sangat senang main game di Android. Itulah persoalan ‘kids zaman now’. Tapi sedikitnya apa yang telah sukses dilakukan Faika ini dapat dicontoh dengan memberikan jadwal main game di Android secara teratur dan kemudian membuat anak anak kita itu lebih banyak mengikuti kelas belajar sesuai minatnya agar hidupnya senang. Permainan games di Android tetap harus bisa dikontrol.

    Buat Bu Nurlaelah, ibunya Faika, maaf ya tidak sempat membalas pesan atas kemajuan belajar dan kesuksesannya Faika. Biarlah tulisan ini sebagai balasannya. Semoga Faika terus rajin membaca, menjaga semangat belajar dan berprestasi hingga ke kejuaraan tingkat internasional.

    Sekian dulu. Waktunya sahur jelang puasa lagi. Terima kasih banyak.

    Zulkarnain Patwa
    * Pemerhati Pendidikan