“She is great and has high interest to improve her English”, pujian manis dari Fathy Cayadi guru SMAN 2 Bulukumba kepada Lulu peserta English online. Betapa tidak, 20 soal yang menuntut alasan karena soal soalnya banyak mengandung why (kenapa) dijawab lugas oleh Lulu, Fate, panggilan akrab Fathy Cayadi, yang merupakan guru Bahasa Inggris yang aktif speaking menikmati mengkondisikan agar peserta tidak memikirkan selain Bahasa Inggris dan Lulu mengikuti dengan baik. pengajarannya mengarah pada total English.
Pilihan untuk terhubung dengan guru berbakat dan berpengalaman pada pendidikan formal di SMA 10 Bulukumba ini sebagai pengingat bahwa sekolah juga punya banyak kualifikasi guru yang berkualitas. Beragam Pendidikan non formal sebut saja salah satunya RBB (Rumah Belajar Bersama) adalah lembaga yang cenderung punya kurikulum dan kepercayaan sendiri dalam mengajarkan Bahasa Inggris sama sekali tidak mengikuti kurikulum sekolah tapi yakin bisa menyelesaikan pelajaran sekolah. Kehadiran Miss Fate adalah jalan pembuka dalam jembatan membangun kesepahaman dari cara guru mengajar dan murid belajar pada pelajar yang cenderung percaya pada pendidikan non formal.

Lulu yang telah tamat SMA ini menemukan juga pelajaran yang sangat berharga dan terbaru dari Miss Fate. Di RBB, ia adalah pelajar kelas Reading and Grammar (Membaca Buku Inggris dan Tata Bahasa), bukan speaking (bicara). Ia sengaja diikutkan online speaking oleh Ancha dan Mr. Agung Pratama Salassa untuk membaca apakah ia mampu mengikuti pembelajaran ala guru sekolah. Dan ternyata, tidak ada pertentangan sama sekali. Soal tanya jawab yang terlebih dahulu dipelajari untuk online dibuat oleh Miss Fate. Dan kemudian, keduanya aktif berkomunikasi hingga semua soal materi tanya jawab tuntas.
Dari sini kita dapat menarik benang merah bahwa pendidikan formal dan non formal mempererat hubungan simbiosis mutualisme dalam melakukan rekayasa sosial lebih lanjut untuk membumikan pelajaran Bahasa Inggris. Dengan demikian, pelajar kita akan semakin termudahkan dan memperkaya khazanah intelektual dalam mempelajari metode pembelajaran bahasa Inggris yang sesuai dengan kebutuhannya.
Kreativitas Anak Anak
Sekelompok kecil anak SD (Sekolah Dasar) penuh semangat diberikan kesempatan oleh Mr. Agung bergabung dengan Miss Fate mengalami kesulitan untuk masuk pada pembelajaran online hanya karena persoalan jaringan internet yang buruk. Berkali kali mereka mencoba, gagal. Pelajar yang berhasil masuk, kurang mendapatkan suara yang jernih.

Persoalan yang lain adalah keempat anak ini yang sebelumnya telah empat kali mendapatkan pembelajaran online dengan guru Miss Salma Minasaroh di Jawa Tengah cukup kaget karena pertanyaan yang disampaikan kepada mereka dalam bentuk acak. Mereka telah mempersiapkan diri namun ‘acak’ cukup membuat mereka kebingungan dan sekaligus mempunyai tantangan terbaru. Yang menggembirakan adalah semuanya berusaha maksimal untuk mengerti pembicaraan Miss Fate betapapun mereka pada akhirnya mengaku belum mengerti. Mereka tetap perhatian mendengarkan dengan sesekali bicara tapi karena jaringan hal yang tidak bisa dikompromikan, kelasnya berakhir dengan sendirinya.

Namun anak anak ini tidak patah semangat. Mereka sepakat membuat ruang sendiri. Apa yang mereka lakukan? Membuat kelas online di mana mereka sendiri yang saling bertanya dan menjawab. Yang bertanya seolah olah menjadi guru dan yang menjawab menjadi murid, begitupun sebaliknya. Karena berkreasi tanpa pengawasan, mereka sering berbicara dalam Bahasa Indonesia juga. Menggemaskan!
Kilas Balik
‘Great‘ adalah pujian dan ‘high interest‘ adalah rasa ingin tahu tingkat tinggi. Ini adalah kombinasi ungkapan yang luar biasa dari Miss Fate dalam membaca dengan tepat pada kemampuan pelajar yang ia didik sehari. Lulu adalah pelajar pemula yang belum cukup sebulan belajar di RBB. You know, pernyataan Miss Fate tersebut sejalan pemikiran guru guru di RBB.
Anak anak SD sedang dalam tahap perkembangan. Daya juang belajarnya yang juga tinggi adalah adalah potensi kekayaan intelektual generasi anak bangsa yang mempunyai titik belajar Bahasa Inggris lebih awal dari kebanyakan orang. Ketika mereka nantinya di SMP dan SMA, Bahasa Inggris adalah pelajaran yang biasa saja dalam pikirannya. Begitulah harapannya.
Perjalanan waktu yang akan membuktikan semua yang tertulis di atas. Sekian.
Zulkarnain Patwa
Makassar, Sabtu 9 April 2026

Tinggalkan Balasan