Jelang Idul Adha, Anak-Anak RBB memilih Belajar

Sehari sebelum hari raya Idul Adha (26/05/2026), banyak pelajar memilih libur di kegiatan belajar informalnya seperti di RBB (Rumah Belajar Bersama), Bulukumba, Sulawesi-Selatan. Namun hal tersebut berbeda dengan anak-anak pelajar Inggris di kelas malam ini. Mereka antusias datang belajar, tidak ada urusan dengan liburan. Toh, belajarnya di malam hari.

Saat memasuki jam belajar pada 19.15 Wita, anak-anak bertanya, “Kita akan membaca buku apa,. Mr.?”. Penulis mencoba menjaga suasana hati mereka yang riang gembira. “Bagaimana kalau kita review bacaan Basic Reading saja, anak-anak?”. Mereka menjawab dengan serempak, “Setuju”. Maka buku yang berisi bahan percakapan dibaca bersama. Setelah itu, penulis berbagi cara pronunciation (pengucapan) yang tepat agar apa yang mereka ucapkan tidak salah ucap sehingga tidak terjadi kesalahan makna. Mereka mengikuti melalui pendekatan listen and repeat (mendengarkan dan mengulangi).

Selain itu, anak-anak ini juga berlatih seni berbicara agar suaranya enak didengarkan. Karena bahan bacaannya dalam bentuk dialog, cara bertanya dan menjawab pertanyaan menjadi titik fokus. “Bila bersuara, usahakan menjelang akhir kata dari sebuah pertanyaan, naikkan suara kalian”, kata penulis. “Kalau sebaliknya yaitu saat menjawab, itu gampang. Cukup turunkan suara kalian saja”, tambah penulis. Dengan cepat mereka mengerti dan mengulangi praktik bacaan sesuai yang dianjurkan. Perubahan perlahan-lahan nampak setelah berkali-kali melawan kebosanan me-review bacaan hingga benar.

Anak-anak ini berhasil membaca sekitar 25 lessons (pelajaran) yang tentunya diselingi dengan istirahat sebanyak dua kali. Pada saat sedang berlatih bicara secara bersama-sama, mereka tidak lagi fokus pada kesalahan cara baca tapi bagaimana mereka membaca dengan nyaman dengan memunculkan irama suara yang sesuai. Ya, terkadang tercipta ketidaksesuaian karena ada yang membaca lebih cepat dan ada pula yang membaca lebih lambat. Tugas penulis menyelaraskan agar bacaan mampu dibaca secara serentak. Dengan demikian, mereka menikmati perpindahan satu lesson ke lesson yang lainnya.

Setelah itu, Belva berkomentar. “Mr., kenapa kita tidak membaca lagi buku yang ada tulisan ‘Believe me’ said Mr. Green to Peter. You need a cup of tea”‘ (Percayalah padaku, kata Pak Green ke Peter. Kamu butuh secangkir teh). Nabila juga memberikan dukungan, “Iya Mr. Ayo kita belajar buku itu sekarang”. Pelajar yang lainnya ikut-ikutan, “Iya. Iya”. Seolah-olah anak-anak ini tidak mengenal capek untuk suatu pelajaran yang menurutnya menarik.

Penulis langsung mengerti bahwa maksud Belva adalah buku pronunciation (pengucapan). “Nanti kalian bisa belajar itu lagi. Kalau kalian rajin membaca buku reading kalian, saya janji akan mengajarkan pronunciation”, terang penulis. “Buku yang kalian sedang pelajari sekarang ini memperbaiki pengucapan kalian juga. Ini lebih mudah karena kalian sudah mengenal kosa-katanya”. Seluruh peserta kelas mengerti. Tapi Belva kemudian menyambung, “Tapi janji ya?”, tanyanya. “Iya, saya janji”.

Menjelang pulang, anak-anak tetap ingin riang gembira. Nabila mengusulkan praktik Preposition of Place dan Parts of the body (Kata depan untuk Tempat dan Bagian-Bagian dari Tubuh). Dipimpin oleh Nabila, mereka bergerak seirama dengan apa yang mereka ucapkan, terlihat anggun dan mengesankan. Pada akhirnya mereka puas tepat waktu jam belajar kelas malam selesai pada 20.45 Wita.

Malam terus larut menuju lebaran Idul Adha, Rabu 27 Mei 2026. Semua kegiatan belajar di hari raya besar tentu diliburkan. Melalui tulisan ini, penulis menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H./2026 M. Setelah ini, ayo kita kembali belajar, jadikan belajar bagian dari kehidupan sehari-hari, lifestyle.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Rabu 27 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *