Menjemput Pelangi dalam Belajar Inggris

Manusia takkan pernah lepas dari masalah. Dari masalah itu, pikiran berfungsi baik untuk mengatasi masalah. Dalam dunia pendidikan, masalah muncul dari tidak tahu menjadi tahu dan bagaimana proses mengajarkan ketidaktahuan itu membangkitkan semangat belajar karena belajar itu hal yang melelahkan. Agar manusia tidak melarikan diri, muncullah istilah wajib belajar. Kata “wajib” oleh Cak Nun adalah hal yang sebenarnya tidak disukai manusia. Kenapa shalat dan puasa itu diwajibkan? Karena Tuhan sudah tahu bahwa manusia itu tidak menyukainya.

Hafalan adalah salah satu cara untuk mengetahui. Orang-orang pun kemudian mencari metode yang efektif untuk membuat hafalan menjadi menyenangkan. Hal yang menggembirakan bagi anak-anak adalah pendekatan kinestetik—menggerakkan anggota tubuh yang berhubungan dengan materi yang sedang dipelajari. Di sinilah terjadi kesesuaian antara pikiran, ucapan, dan gerakan tubuh itu sendiri. Kemampuan untuk menghafal sesuatu biasanya jauh lebih cepat karena terdapat pembayangan dan aksi nyata sehingga memudahkan mengikat memori lebih kuat.

Berhenti, mendengarkan, dan menutup mata adalah perintah untuk para pelajar yang bertindak sebagai pelaku atau subjek. Kosakata keseharian lainnya serta benda-benda yang ada di ruang kelas diajarkan dalam bahasa Inggris. Setelah itu, pengenalan kata kerja mengikuti. Dengan adanya pelaku dan kata kerja, anak-anak tanpa mereka sadari sesungguhnya telah mempelajari kalimat.

Selanjutnya, kreativitas mendesain kegiatan belajar berkembang dengan memperhatikan kesukaan anak-anak. Kita sering menemui anak-anak menggambar. Dengan menghadirkan gambar-gambar dan menyediakan kalimat-kalimat berbahasa Inggris guna dipasangkan pada gambar-gambar. Agar terlihat kompak dalam membangun kerja sama team, aktivitas ini dibuat secara berkelompok. Kesuksesan dalam menyelesaikan permainan adalah bukti bahwa mereka mengerti isi kalimat dengan membaca bersama-sama. Sisi positif lainnya adalah anak-anak yang masih ikut-ikutan atau dalam proses mengerti bisa turut bahagia karena yang dinilai bukan perorangan. Mereka pun aktif belajar: sedikit atau banyak, pasti ada yang melekat dalam pikiran.

Karena inti dalam sebuah kalimat adalah kata kerja, anak-anak berlomba-lomba menuliskan arti kata kerja yang ditempelkan di dinding. Setelah paham, mereka menyusun kalimat acak sebagai tindak lanjut pemahaman kalimat-kalimat sederhana yang menjadi bahan dasar percakapan sehari-hari.

Pengajaran alat pengetahuan berbahasa Inggris di Rumah Belajar Bersama (RBB) Tanete ala Miss Fathy Cayadi memang masih hal yang mendasar, tetapi setidaknya itu sudah memberikan pelangi atas adanya secercah angin segar dan harapan untuk membantu anak-anak mampu berbahasa Inggris.

Bagi para kaum terdidik yang andal dan telah malang melintang dalam pembelajaran bahasa Inggris, tentu ini masih kulit luarnya saja, belum menyentuh akar-akar pembelajaran yang mendalam, masih sebatas materi dasar saja. Paling tidak, masalah-masalah kecil seperti keinginan untuk berbahasa Inggris tumbuh dan turut berperan serta meruntuhkan persepsi bahwa bahasa Inggris itu susah. Masalah-masalah lainnya pasti akan datang menyertai dan itu bukanlah hal yang perlu ditakuti. Yang utama adalah bertindak. Meskipun pelangi tidak berselang lama, itu tetaplah indah dan memberikan kebahagiaan, pelipur lara yang sempat menyaksikannya. Mengutip Mohamad Natsir, “Apa yang ada sudah cukup untuk memulai.” Sekian.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Sabtu, 17 Oktober 202

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Keajaiban Metode 40

Sebelum jam belajar mulai, satu per satu anak-anak sudah datang dan langsung bertanya, "Dimana kertasku?"…

8 jam ago

Tragedi Pragmatisme pada Bahasa Inggris

Kalangan orang-orang terdidik tidak bisa hanya menguasai satu elemen berbahasa Inggris saja. Untuk ujian Test…

8 jam ago

Rahasia 90 Menit Belajar dengan Bahagia

Pada pukul 19.15 Wita, anak-anak memasuki belajar bahasa Inggris. "Ayo kita belajar," kata guru yang…

3 hari ago

Inilah Pendidikan Merdeka

Dalam sebuah ruang kelas yang menghargai kebebasan berekspresi, para pelajar akan berbicara sesuka hati. Mereka…

4 hari ago

Metode 40 Meng(h)ajar Kebuntuan Berbahasa Inggris

Kendala yang paling sering mengganggu para pelajar grammar (tata bahasa) adalah kemampuan berbicara. Waktu mereka…

5 hari ago

Membongkar Mitos Berbahasa Inggris

Banyak orang berpikir bahwa belajar bahasa Inggris itu diukur dengan kemampuan berbicara. Pada satu tahap,…

6 hari ago