oplus_0
Pada pukul 19.15 Wita, anak-anak memasuki belajar bahasa Inggris. “Ayo kita belajar,” kata guru yang selalu berusaha disiplin, tepat waktu. “Jangan dulu, Mister. Kami lagi main,” balas Belva. Mereka sedang asyik menonton gambar-gambar anak perempuan. Untuk pertama kalinya, sang guru membiarkan waktu belajar sedikit berlalu, menanti sejenak. “Ya, sudah. Kalian diminta dari orang tua kalian datang untuk belajar, kan?” guru memancing. “Iya, Mister,” balasan dengan serentak.
Saat duduk manis bersama, Belva kembali mengekspresikan dirinya. “Saya tidak mau membaca, berbicara, atau menulis. Saya capek, Mister. Gurunya tahu bahwa kebanyakan anak-anak kelas malam ini sepanjang hari belajar: pagi sekolah dan siang hingga jelang Maghrib mengaji. “Baiklah. Kalian mau apa? Yang penting ada pelajaran hari ini. Menulis aja yuk? Kalau capek, boleh istirahat,” rayu sang guru. Belva yang paling spontan berekspresi tidak keberatan dan pelajar yang lainnya mengikut.
Penerimaan ini terjadi karena ekspresi anak-anak ini tidak dikekang. Guru memposisikan diri sebagai kawan yang mendengarkan keluh kesah mereka dan bersedia diprotes kapan pun juga. Kebebasan berpikir dan bertindak dalam kelas tidak dibatasi. Guru dengan cerdik mengelola kelas sehingga rasa ingin tahunya tetap tumbuh.
Ketika lembaran soal-soal ala Metode 40 yang mereka sudah kenali sebagai latihan mengasah otak secara tertulis disodorkan, keadaan berubah. “Seorang itu satu orang atau banyak?” tanya Audree. “Satu orang itu banyak?,” guru balik bertanya. “Sini saya bantu jawab. “Oh! Saya sudah tahu. Saya tidak usah dibantu,” balas Audree. Anak-anak yang lain pun melakukan hal yang sama. “Para pelajar itu satu orang atau banyak, Mister?,”tanya Gavino. “Kalau lebih dari satu itu pakai ‘para’ dan kalau satu orang, boleh pakai ‘para’?,” guru itu selalu mengajak anak-anaknya tidak langsung mendapatkan jawaban. Gavino berpikir sambil menggerak-gerakkan penanya di tangannya. “Tidak,” balasnya singkat. Ia pun mengerti.
Seorang anak lainnya bernama Adeeva menyelesaikan 160 soal tata bahasa Inggris dalam waktu singkat tanpa bertanya sedikit pun. Setelah dicek, tidak ada yang salah, sempurna. Guru sudah tahu rekam jejaknya, peraih emas pada Olimpiade Bahasa Inggris tingkat Nasional diselenggarakan oleh KOMPAS pada Mei 2026. Ia bergabung karena ia ingin bersama teman dekatnya, Belva. Guru mengizinkan latihan yang mudah ini dengan maksud menambah perbendaharaan kata dan menjadi motivasi buat rekan kelasnya. Saat disodorkan kertas baru, ia menolak dengan alasan capek. Ia malah meminta selembar kertas kosong. “Adeeva itu mau menggambar, Mister,” komentar Belva secara tiba-tiba. “Iya, Mister,” jawab Adeeva tersipu malu. Kertas pun diberikan. Adeeva menyalurkan hobinya dengan menggambar pakaian perempuan lengkap dengan rok. Adeeva kemudian memperlihatkan gambar itu ke Belva disertai penjelasan. Keduanya tertawa. Saat guru melihat gambar itu, ia berkata dalam hat, “Wah! Menarik juga dunia anak. Bagi orang dewasa, gambarnya Adeeva seperti anak-anak kebanyakan, tetapi bagi dua sahabat akrab, sepertinya ada hal yang lucu. Itu luar biasa.”
Karena Adeeva tidak bergeser dari tempat duduknya, ia pun turut menjadi bahan rujukan bila ada hal yang tidak diketahui oleh rekan-rekannya, tempat bertanya sebagaimana kepada guru. Semua pelajar sibuk mengerjakan latihan sambil mengobrol santai sesama rekan, tiada seorang pun yang meminta keluar main. Guru juga tidak memberitahu atau menanyakan keinginan mereka untuk keluar main karena ia tahu kalau anak-anak lelah belajar, dengan segera mereka pasti berpendapat. Seluruh jam belajar yang berlangsung selama 90 menit, selesai pada 20.45 Wita, sangat efektif. Setelah itu, mereka pun pamit pulang dengan hati gembira.
Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Jum’at, 16 Oktober 2026
Dalam sebuah ruang kelas yang menghargai kebebasan berekspresi, para pelajar akan berbicara sesuka hati. Mereka…
Kendala yang paling sering mengganggu para pelajar grammar (tata bahasa) adalah kemampuan berbicara. Waktu mereka…
Banyak orang berpikir bahwa belajar bahasa Inggris itu diukur dengan kemampuan berbicara. Pada satu tahap,…
Mengenali beragam kosakata itu penting, tetapi membiarkan pembelajar pemula tersesat tanpa arah adalah bentuk pembodohan…
Sebuah keluhan anak-anak, What a "bad day!" (Betapa buruk hari ini!) merupakan gambaran pelajaran yang…
Konsep bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain bagi anak-anak itu tidak pernah lekang ditelan…
Leave a Comment