Melirik Hari Pertama di Kampung Belajar

Hari pertama pada jam 9 sampai 12 siang, Kampung Belajar Inggris dihadiri enam orang pelajar, jumlah yang sangat efektif untuk mengolah materi pelajaran. Setelah berkenalan, hampir semua pelajar masih benar-benar tahap pemula kecuali Faika yang telah ikut Kampung Belajar pada semester yang lalu. Ini membuat penulis berpikir ganda bagaimana menemukan cara belajar yang membuat pelajar tidak takut pada Bahasa Inggris sebagaimana yang mereka alami dalam menjalani perjalanan kehidupannya.

Kami memulai dengan mempertanyakan benda-benda yang ada sekitar ruang belajar. Is this your book? (Apakah ini bukumu?) Kata “book” diganti dengan “pen, pencil” dan sebagainya untuk memperkenalkan kosakata baru tanpa harus menghafal. Agar terjadi komunikasi, dibuatlah percakapan secara berpasangan. Karena mudah, ini terlihat menyenangkan. Mereka tidak takut berbicara.

Langkah kedua mencari cara agar sesama pelajar saling berkenalan. Penulis bertanya, “What is your name?” kepada tiap orang. Setelah mereka pandai menjawab, pertanyaan untuk orang ketiga dimasukkan “What is her/his name?” (Siapa namanya). Kemudian, sesama pelajar saling bertanya dengan caranya sendiri. Penulis sekedar memandu memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam pengucapan.

Langkah ketiga adalah bacaan. Sebagian besar yang telah mereka pelajari secara lisan terdapat di dalam buku. Jadi meskipun bacaan berbeda dengan pengucapan, mereka tidak begitu kewalahan mengucapkan. Pengenalan teks Inggris diperkenankan agar mereka tidak buta huruf. Rumah Belajar Bersama (RBB)–penggagas utama Kampung Belajar–selaras dengan pendidikan akademis yang tidak memperkenankan pandai bicara tapi tidak pandai membaca teks.

Tahap Kedua
Di siang hari, para pelajar masuk kelas Reading (Bacaan) namun Mr. Ancha, guru Reading, tidak langsung membuat mereka membaca tapi menceritakan pengalaman pribadi dalam bahasa Indonesia yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Mereka dilatih untuk pandai menulis dan dari hasil tulisannya dijadikan bahan pembicaraan. Inilah yang akan dibuat dalam bentuk video yang dipraktikkan secara perorangan.

Latihan mengarang dalam bahasa Indonesia yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Setelah itu, sesuai dengan nama kelas Reading, bacaan buku berbahasa Inggris diperkenalkan. Anak anak SD dan SMP diminta membaca Basic Reading tahap satu dan SMA tahap dua. Beberapa kali perulangan dilakukan untuk menciptakan kelancaran dan kefasihan pada bacaan. Disadari atau tidak, gerakan literasi telah ditancapkan dalam pikiran dan perilaku belajarnya.

Tahap Ketiga
Pembelajaran dalam bentuk grammar (tata bahasa) yang dikelola oleh Mr. Agung. Para pelajar tidak diminta berbicara tapi berlogika menempatkan kata yang tepat pada kalimat. Mereka dikenalkan penggunaan article (kata sandang) dan kata dan kalimat tunggal dan jamak. Ruangan relatif sunyi karena semua pelajar lebih fokus menganalisa. Suara Mr. Agung nyaring terdengar memahamkan segala persoalan yang dihadapi.

Berpikir logis melalui pendekatan grammar (tata bahasa).

Setelah beberapa waktu, sebagian dari mereka telah menyelesaikan latihannya. Penulis meminta izin kepada Mr. Agung untuk mendidik pelajar yang telah menyelesaikan latihannya membaca latihan tersebut di ruangan berbeda. Hal ini dimaksudkan agar grammar dapat diaplikasikan dalam berkomunikasi. Semua nama yang disebut Mr. Agung berkenalan melakukannya.

Menjelang matahari tenggelam, kelas hari pertama nampaknya selesai. Tapi ternyata, pelajaran dari jam 09.00 pagi hingga 18.00 sore dengan istirahat 1.30 jam saja ini tidak berhenti sampai di situ. Mereka akan lanjut lagi belajar pada 19.15 – 20.45 malam. Kampung Belajar ini punya desain belajar sedikitnya 9 jam sehari dengan total 180 jam untuk mencetak pelajar yang punya kualitas handal dan daya saing.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Senin, 15 Juni 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Salah Kaprah tentang Pinisi

Silaturahmi Dr. Horst Liebner ke Rumah Belajar Bersama (RBB) tak lepas dari pembicaraan tentang pelestarian…

1 hari ago

Intelektual Muda Membangun Kampung Halamannya

Masa muda yang penuh semangat menuntut ilmu mempertemukan penulis dengan Hadi Kasmaja Dg Saktiala. Waktu…

2 hari ago

Berbahasa Inggris (Tidak) Mengandalkan Sekolah

Mungkinkah pelajar lancar berbahasa Inggris mengandalkan pelajaran sekolah? Pelajaran ini diajarkan sekali dalam seminggu mulai…

3 hari ago

Kampung Belajar Inggris

Jadwal: 15 Juni sampai 10 Juli 2026 6 x belajar dalam sehari 180 jam dalam…

4 hari ago

Kampung Belajar Inggris

Jadwal: 15 Juni sampai 10 Juli 2026 6 x belajar dalam sehari 180 jam dalam…

4 hari ago

(Tidak) Berbobot

Sebuah kenyataan tak terbantahkan ketika Adeeva, anak kelas 4 SD, mampu praktik lisan pada active…

4 hari ago