Loncatan Belajar di Luar Kebiasaan

Nurailu Sholehah bercita-cita kuliah di jurusan sastra Inggris atau Jepang di Universitas Hasanuddin. Setelah tamat SMA, ia memanfaatkan waktunya belajar Bahasa Inggris di RBB (Rumah Belajar Bersama) dengan mengikuti dua kelas yaitu pada Reading and Grammar (Bacaan dan Tata Bahasa) menghabiskan waktu minimal tiga jam sehari.

Lulu, panggilan akrab gadis delapan belas tahun ini, di luar dugaan menyelesaikan buku Reading tahap dua hampir dalam dua bulan dengan kemampuan menjawab soal-soal esai yang sedikit sulit karena terdapat Information Questions (Pertanyaan Informasi) yang membutuhkan argumentasi. Sekarang ia berada pada tahap ketiga, Pre-Intermediate, membahas seluruh Information Questions dan membuat cerita berbahasa Inggris.

Keunikan belajar Lulu terletak pada kemampuannya menjawab soal-soal reading yang membutuhkan grammar dimana Lulu sendiri masih berada di bab 8 dari 16 bab yang harus ia selesaikan pada Basic Grammar (Tata Bahasa Dasar). Itu berarti ia telah mengerti garis umum dari grammar (tata bahasa) tapi belum tuntas secara detail. Oleh karena itu, satu orang guru turut aktif memberikan materi tambahan agar ia tidak kewalahan menghadapi materinya yang bertambah rumit.

Lulu diselamatkan oleh spirit belajarnya yang luar biasa. Sebagai pengajar kelas tambahan, saat penulis memberikan materi review grammar, ia bisa praktik lisan dengan baik dan menuntaskan nominal dan verbal dalam simple present tense. Kemudian, ia mencatat kembali pola tenses untuk memperkaya model pendekatan cara belajar. Ia menambahkan catatannya pada Present Progressive sebagai penguat latihan lisan nantinya. Latihan tulisnya sih sudah tuntas.

Awal-awal lesson pada buku Pre-Intermediate Reading tersebut, Lulu akan mendapatkan pendalaman soal cerita pada tenses. Ini kesempatan yang bagus untuk memahamkan tenses di luar kepala. Kemudian, materi lanjutan setelah tenses seperti passive, gerund clause dan lainnya yang penulis akan pandu diselaraskan dengan buku Reading-nya saja.

Betapapun ia mendapatkan loncatan pelajaran, buku Basic Grammar-nya tidak boleh ditinggalkan, harus tuntas agar ia tetap memperoleh pelajaran yang tersistematis. Inilah yang kita yakin yang akan memudahkannya mengorelasikan dengan materi grammar tingkat menengah yang ia pelajari.

Para pengajar mengharap Lulu mampu menyelesaikan pelajaran Bahasa Inggris tingkat Intermediate baik di Reading dan Grammar. Bila terdapat waktu yang cukup, ia dapat memperoleh bekal writing (menulis) dan TOEFL dan IELTS sebagai persiapan untuk memperoleh beasiswa pertukaran pelajar ke luar negeri.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Selasa, 2 Juni 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *