Bahagia dan Cerdas Belajar Bhs. Inggris

Sebuah kebahagiaan mendapatkan kunjungan silaturahmi dari seorang rekan yang aktif mengkampayekan Bahasa Inggris. Fathy Cayadi, guru SMAN 2 Bululumba, kesehariannya menyebarkan kegiatan berbahasa Inggris dan juga sering menulis status di media sosial berbahasa Inggris. Kegiatan itu juga dilakukan oleh RBB (Rumah Belajar Bersama) yang membuat pertemuan terasa akrab, satu frekuensi.

Miss Fate, panggilan akrab Fathy Cayadi, menindaklanjuti niatnya agar RBB membuka cabang di Kec. Tanete, Bululumba. Kenapa ia berpikir menggandeng RBB? Ia adalah seorang guru yang punya kualitas yang baik juga. Untuk apa? Menurut pembacaannya yang telah lama ia perhatikan di media sosial, RBB mampu menciptakan pembelajaran yang komprehensif meliputi speaking, grammar, reading and pronunciation (bicara, tata bahasa, bacaan dan pengucapan). Yang membuatnya lebih terkesan bagaimana anak anak SD dan bahkan anak TK pun menikmati pelajaran dan punya kemampuan yang di atas rata-rata anak kebanyakan. Penguatannya sangat jelas dengan siaran langsung (live), tidak ada editing.

Diskusi tentang strategi pembelajaran Bahasa Inggris yang tepat sasaran. Terlihat Zulkarnain Patwa yang sedang menjelaskan, Miss Fathy Cayadi yang berjilbab sedang asyik memperhatikan dan Mr. Fajar Hamzah di tengah juga sedang asyik menikmati pembicaraan tentang pengembangan cara mengajar. Foto pada Kamis, 21 Mei 2025. Foto pada Kamis, 21 Mei 2025.

Kemudian, pada rapat dikemas suasana santai itu, Miss Fate menambahkan, “Masyarakat Tanete sudah sangat menyadari tentang pentingnya bahasa Inggris” Terangnya. “Dan mereka mencari wadah lembaga yang berkualitas”, ungkap guru yang pernah mengajar di SMA 10 sekitar delapan belas tahun.

Minat belajar sangat tinggi itu, Miss Fate butuh suatu lembaga benar-benar punya kesanggupan. Dan RBB telah membuktikannya.
Hal ini ia sampaikan kepada seluruh team pengajar Bahasa Inggris agar sistem pengajaran RBB dapat diterapkan juga di Tanete yang mencakup pelajar SD, SMP, SMA dan umum.

Mr. Ancha yang mengajarkan reading and speaking dan Mr. Agung yang mengajarkan grammar masing-masing menjelaskan cara pengajaran yang ditetapkan untuk menerobos hal hal yang dianggap mustahil oleh kebanyakan orang. Pada intinya, pembelajaran terstruktur yang sesuai kemampuan otak pelajar diajarkan dan pembuktiannya dites dengan ujian tulis dan lisan, tidak ada KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme). “Tidak peduli siapapun orangnya. Kalau lulus, ya lulus. Kalau tidak, ya tidak”, sambung penulis. Dengan hasil penilaian ujian yang sesuai fakta, para pelajar mengukur diri dan termotivasi melakukan hal lebih baik.

Miss Fathy Cayadi bersama suaminya dan guru-guru Bahasa Inggris Rumah Belajar Bersama. Foto pada Kamis, 21 Mei 2025.

Kesepahaman dan kesepakatan ini akan ditindaklanjuti oleh team RBB, merencanakan kunjungan ke Tanete untuk merancang format yang lebih tepat dan detail agar apa yang diharapkan oleh Miss Fate, para pelajar, dan masyarakat umum di Tanete. For sure, kualitas RBB di kota Bulukumba dan di Kec. Tanete minimal sama. Bila ada perbedaan, perbedaan itu wajib pada wilayah yang konstruktif (membangun) dan itu pasti tantangan dan tanggungjawab kita semua untuk selalu berkreasi, dan berinovasi.

Hubungan baik dari awalnya silaturahmi ini bukan sekedar memperkokoh ikatan persaudaraan tetapi juga solusi dari rekan-rekan pemerhati pendidikan khususnya Bahasa Inggris dalam menyebarkan penyederhanaan pelajaran Inggris yang selama ini dianggap rumit. Kita semua tentu akan terus berbagi cerita dan inspirasi di media sosial hingga kita semua sampai pada tahap bahagia belajar Bahasa Inggris.

Zulkarnain Patwa
Sabtu, 23 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *