Membangkitkan Literasi Pelajar

Menamatkan buku disertai pemahaman adalah hal istimewa bagi pelajar Indonesia. Betapa tidak, penelitian PISA (Programme for International Student Assessment) pada 2022, literasi pelajar Indonesia berumur 15 tahun berada pada urutan 68 dari 81 negara, nomer 13 terbawah. Indonesia meraih Skor 359 dengan ukuran rata rata 476 untuk skor rata-rata negara. Hasil penelitian PISA pada 2025 belum terpublikasikan pada 2026.

Muhammad Sandy Junandra, umur 12 dan pelajar kelas 1 SMP, bagian dari sedikit anak yang punya literasi yang baik dengan pembuktian menamatkan buku Basic English Grammar (Tata Bahasa Inggris) yang tebalnya hampir 600 halaman. Buku karya Betty Scrampfer Azar berstandar internasional itu berisi segudang soal-soal latihan didahului kotak penjelasan untuk cara mengerjakan. Pelajar kelas 1 SMP harus berjuang hampir satu tahun untuk menyelesaikan 16 bab.

“Sebenarnya Andra (Maksudnya Muhammad Sandy Junandra) bisa lebih cepat menyelesaikan buku grammar itu”, Kata Agung Pratama Salassa. “Ia lebih banyak bersantai mengerjakannya sehingga ia harus menerima kenyataan bahwa dirinya butuh waktu agak lama”, lanjut kelas grammar-nya itu di RBB (Rumah Belajar Bersama). “Padahal, melihat dari kemampuannya, ia seharusnya bisa lauh lebih cepat”.

Agung Pratama Salassa, guru grammar RBB dan Andra pelajar grammar RBB.

Sepertinya Andra butuh mendapatkan tantangan yang besar. “Biarpun tidak pergi ke sekolah, Bahasa Inggris bisa saya ketahui”, kata Andra. “Yang dibahas di sekolah masih simple present dan simple past saja”, tambahnya. Penulis mengerti bahwa materi disampaikan Andra adalah materi yang ia telah pelajari tahun lalu. Dari sini terlihat bahwa meskipun dirinya tidak menamatkan buku, ia sudah merasa sanggup. Tuntutan RBB yang mewajibkannya tamat untuk bisa mendapatkan pelajaran yang lebih tinggi.

Karena kurikulum sekolah tidak membahas grammar secara detail, penulis mencoba menanyakan bacaan Inggris pada buku kurikulumnya. Andra mengaku dirinya tidak mempunyai masalah sama sekali. “Cukup dibaca saja”, terangnya. “Apakah kamu mengerti?” tanya penulis. “Ya” jawabnya dengan penuh percaya diri. Penulis tidak menanyakan lebih jauh cara menjawab soal-soal pada bacaan tersebut karena yakin bahwa jawabannya pasti sama saja. Pendeknya, dengan mempelajari grammar, ia mudah mengerti bacaan Inggris karena buku yang ia pelajari juga banyak mengandung cerita-cerita berbahasa Inggris.

Tapi di RBB, Andra tidak bisa berkomentar sesantai itu. Mr. Agung tidak serta merta memperbolehkan Andra masuk pada buku tahap kedua, Pre Intermediate Grammar. Meskipun seluruh latihan soal-soalnya pada Basic Grammar termasuk kategori aman tapi ia harus terlebih dahulu mengerjakan latihan pemahaman Kelas Kata, Frase dan Klausa yang sebagian materinya yang tidak dibahas di basic. Menurut Mr. Agung, Ini langkah penguatan agar lebih siap mengahadapi soal-soal yang lebih kompleks. Dan Andra tidak keberatan, terlihat menikmati pelajaran yang nampaknya baru buatnya.

Tiada hari tanpa belajar.

Untuk percepatan kecerdasan dan menciptakan semangat belajar lebih tinggi, sepertinya Andra perlu mengikuti lomba Bahasa Inggris khususnya grammar karena itu adalah keahlian yang sedang ia dalami. Ada baiknya ia juga aktif menjadi anggota Perpustakaan Daerah Bulukumba untuk memperkaya khazanah intelektuanya. Mengenai reading and speaking (Bacaan dan bicara), ia bisa berselancar di internet untuk mebiasakan membaca teks berbahasa inggris dan mencari perkumpulan orang yang aktif speaking secara online.

Gerakan literasi seperti yang dilakukan Andra layak dicontoh, turut membantu menyelesaikan pelajaran sekolah. Pilihan untuk belajar selain dari pendidikan formal adalah solusi untuk membantah penelitian PISA di masa akan datang. Sekarang ini, Perpustakaan Daerah di berbagai macam daerah juga aktif menjalin kerjasama dengan Pendidikan formal. Ruang ruang literasi akan berjalan lebih massif bila semua pihak saling terhubung. Bukankah Negara-negara yang maju itu punya literasi yang mapan? Indonesia pun bisa.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Senin, 18 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *