Sophie Amundsen seorang gadis remaja 14 tahun dalam Dunia Sophie (Sophie’s World) menggambarkan sejarah filsafat yang rumit menjadi cerita yang mudah, menarik, dan mudah dimengerti. Sebuah novel karya kelas dunia yang membuat pembaca terperangkap dalam rasa ingin tahu tiada henti yang tanpa sadar pembaca telah tergiring mempelajari pemikiran barat dari klasik hingga modern. Siapa Sophie dan siapa yang terus-menerus mengirimkan surat kepadanya? Itulah pertanyaan misteri yang muncul dalam benak pembaca.

Bagaimana pula pelajar Indonesia akrab dengan karya karya kelas dunia? Bisakah mereka membayangkan atau membaca buku buku berbahasa Inggris? Rumit kan. Pasca perang fisik kemerdekaan, kemampuan berbahasa asing orang Indonesia tidak menanjak nanjak. Padahal para proklamator kita jago Bahasa Asing, bukan Inggris saja. Muchtar Lubis, wartawan senior Indonesia di tahun 70-an telah mengkritik rendahnya sarjana Indonesia yang tidak bisa berbahasa asing. Hingga tahun 2026 ini, Bahasa Inggris masih saja asing di lidah kebanyakan para pelajar Indonesia.

Para intelektual muda kita sekarang gelisah melihat kenyataan di atas dan mengambil langkah solutif dengan turut terlibat aktif meringankan masalah, menyapa pelajar sekolah melalui pembelajaran Inggris online kepada pelajar sekolah. Penyederhanaan masalah tentu tidak secanggih cara Jostein Gaarder sebagaimana termaktub dalam Sophie’s World namun itu cukup untuk memulai langkah langkah memungkinkan punya dampak besar juga.

Mari kita lirik kegiatan pemuda intelek, Agung Pratama Salassa berbagi pemahaman online Bahasa Inggris dengan pelajar SMAN 2 Bulukumba (09/10). Menurutnya, para siswa antusias dan tetap mencoba memberanikan diri untuk berbicara bahasa inggris, meskipun sempat ada kendala seperti suara kurang jelas atau keluar otomatis entah karena jaringan atau memang pembatasan durasi penggunaan aplikasi zoom,

Bila Sophie selalu mendapatkan kiriman surat misterius, Agung pada pembelajarannya memberikan efek kejut dengan tidak terfokus pada pertanyaan yang mungkin sudah bisa ditebak, tapi mengembangkan pertanyaannya dari jawaban dari para siswa . Ia mengajak untuk menulusuri lebih jauh dengan memberikan information questions (informasi pertanyaan) why and how (mengapa dan bagaimana) untuk berpikir kritis. Untuk lebih jelas, mari kita simak komentar Agung:

Saya berikan opsi tambahan seperti salah satu siswa yang menyukai musik metal, kenapa dan bagaimana dengan dangdut? atau pertanyaan tentang kenapa harus Pentol nama kucingnya, kenapa bukan Bakso atau Somay saja namanya. Ternyata itu karena keluarganya punya usaha Pentol jadi nama kucingnya Pentol.” Lebih lanjut lagi, “Jadi mungkin ini yang membuat sedikit kegelisahan dari siswa yg nantinya saya tanya tanya karena dari jawabannya bisa muncul pertanyaan baru lagi”.

Mengenai kwalitas siswa, Agung menilai ada satu siswa yang kemampuannya sudah baik, Speaking-nya bukan ditahap pemula bernama Muh. Ahnaf Ibrahim, umur masih 16 tahun. Anak remaja itu mampu berbicara Bahasa Inggris dengan lancar karena Mamanya selalu berbicara pakai bahasa inggris kepadanya di setiap hari minggu, aturan berlaku di rumahnya.

Sophie Amundsen mengerti tentang tahapan pola pikir filsafat barat yang rumit yang ia terus terus jelajahi dalam kehidupan kesehariannya. Itu tumbuh karena rasa ingin tahu dari surat surat misterius Alberto Knox. Guru guru Bahasa Inggris kita tidak mesti berperan layaknya Alberto Knox tapi mereka bertanggungjawab untuk memunculkan rasa penasaran, ingin tahu lebih banyak dan mengondisikan lingkungan efektif berbahasa Inggris seperti yang dilakukan Muh. Ahnaf Ibrahim di rumahnya. Dengan ini, kita pasti bisa merubah arah pola belajar Bahasa Inggris di Indonesia. Dunia Sophie dan karya karya kelas dunia lainnya dapat dinikmati oleh gerenasi penerus kita. Apakah Anda punya ide yang lain?

Zulkarnain Patwa
Makassar, Minggu 10 Mei 2026

Catatan:
Pembelajaran Bahasa Inggris online dilaksanakan antara pelajar SMAN 2 Bulukumba dengan pelajar RBB (Rumah Belajar Bersama). Mr. Agung dari RBB mendidik pelajar SMAN 2 dan Miss Fathy Cayadi mendidik pelajar RBB. Agar tidak menyita waktu, zoom online dilakukan secara terpisah tapi dilaksanakan pada waktu bersamaan yaitu pada jam 16.00 Wita pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Nyala Api Literasi di Kampung Belajar

Jam 9 di pagi hari, dua orang anak remaja dan satu orang dewasa lebih dahulu…

13 jam ago

Menjadikan Bahasa Inggris Bukan Penjara

Kemampuan membaca anak-anak SD ini telah sampai pada tahap yang menggembirakan. Sepuluh lessons (pelajaran) mereka…

2 hari ago

Kampung Belajar Dobrak Kebuntuan Bahasa Inggris

Memasuki pertemuan ke-43 sampai ke-49 di Kampung Belajar pada Rabu, 24 Juni 2026, keterasingan para…

2 hari ago

Strategi Cerdas Menumbuhkan Minat Belajar

Liburan sekolah dengan mengisi kegiatan berbahasa Inggris di Kampung Belajar adalah strategi cerdas memanfaatkan waktu…

3 hari ago

English Practice Club Memanggil Anda

Orang yang ingin praktik bicara Inggris dengan gaya bebas melibatkan berbagai macam kalangan dapat bergabung…

4 hari ago

Menakar Prabowo dan Abdul Mu’ti pada Pendidikan Bahasa Asing

Seruan Presiden Prabowo untuk memasukkan pelajaran bahasa Prancis dan Portugis membuat penulis yang aktif dalam…

5 hari ago