Kanal: NewsOlahraga

Ragam Kekayaan Karate

Di luar dari perkiraan, penulis pun tidak pernah menyangka akan terlibat aktif dalam dunia Wasit Juri Karate. Pengetahuan yang selama ini dibangun menuntut ilmu dan urusan kesehatan dengan bela diri. Itu semuanya membangun mental kepercayaan diri, Eh, tahunya ada ujian Wasit Juri yang mana orang-orang bisa berkarir hingga ke tahap internasional.

Memang sih, perancang ujian tulis standar WKF (World Karate Federation) cerdas. Mengutip istilah Prof. Muzakkir, pemateri saat kami pelatihan, mengatakan, ‘Yang bikin soal ini (maksudnya soal WKF) otaknya di atas Professor’.

Penulis hanya tersenyum dan menganggap bahwa itu cara saja agar orang lebih serius. Pada akhirnya, penulis harus mengakui tingkat kerumitan soalnya karena meskipun lolos standar pada Ujian Tulis Kumite dan Kata (pertarungan dan jurus), penulis tidak mampu mencapai yang terbaik, kena jebakan juga.

Berangkat dari pengalaman ‘menganggap enteng’ tersebut, Refleksi yang kemudian muncul adalah sekedar membaca dan memahami tidak cukup. Semestinya, penulis menerjemahkan sendiri modul materi berbahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia. Dengan demikian, pemahaman tentu lebih mendalam dan teliti.

Sebelumnya, penulis merasa cukup puas dengan bahan modul Bahasa Indonesia yang diberikan padahal tahu bahwa banyak terjemahannya yang kacau. Pantas saja banyak peserta yang berwajah tegang menghadapi ujian. Beruntung, penjelasan Prof. Muzakkir saat seminar yang sangat baik sehingga banyak masalah terselesaikan.

FORKI (Federasi Karate Do Indonesia) Sulawesi Selatan berniat mengadakan pelatihan Wasit Juri Karate minimal sekali dalam enam bulan. Itu ide sangat bagus karena selain dapat menghemat biaya peserta yang tempat tinggalnya jauh dari pusat, pemahaman orang di daerah tentang aturan karate dapat berkembang pesat.

Pertimbangan lainnya terletak iuran bulanan atlet karate itu super terjangkau yang efek ekonominya ke para pelatih sudah pasti biasa saja. Kapitalisme pada karate akan membuat para pelatih itu otomatis keok yang dampak besarnya menimpa prestasi atlet karate itu sendiri.

FORKI adalah penghimpun seluruh perguruan karate dan tulang punggung dalam membumikan karate di Indonesia dan poros utama untuk mendorong atlet, pelatih dan wasit juri karate mampu bersaing di tatami (matras tanding) internasional. Siapa sangka, Advent Bangun (Alm) yang dikenal sebagai artis laga film Indonesia yang populer pada zamannya adalah seorang karate ka yang mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan dunia. Prof. Muzakkir yang dosen Hukum UNHAS (Universitas Hasanuddin) Makassar adalah Wasit Juri Karate di berbagai negara. Siapa lagi? Berikutnya adalah Anda.

Zulkarnain Patwa
* Humas INKAI Sulawesi Selatan
* Pelatih INKAI Bulukumba

Pada foto adalah kumpulan pelatih INKAI Sulawesi Selatan yang mengikuti Ujian Wasit Juri Karate oleh FORKI Sulawesi Selatan di Makassar

Makassar, Selasa 14 April 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Teror Pencerdasan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris ataupun bahasa asing apapun juga pasti terasa asing dilidah bila tidak dibiasakan. Mengulangi…

13 jam ago

Tragedi 8 x 3 di SMK Menampar Wajah Kurikulum Kita

Kejeniusan Mr. Crack, B. J. Habibie, tentulah turut mengharumkan nama baik Indonesia, disegani di dunia…

1 hari ago

Menghapus Sekat Belajar

Salah eja atau ucap seringkali dialami para pelajar bahasa inggris. Fokus kebanyakan orang adalah kemahiran…

2 hari ago

Di RBB, Pelajar yang Paling Pintar Pun Jadi Biasa Saja

Para pelajar yang menguasai perubahan seluruh kalimat tenses dengan segala bentuk perubahannya bukanlah jaminan bahwa…

3 hari ago

Memoar Kak Madi: Pepaya Matang WME Kembali ke Pemilik-Nya

Ahmadi Hatta adalah mahasiswa jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 87. Pada tahun 2000-an,…

5 hari ago

Terbaik: Setiap Tempat Adalah Belajar

Suatu pembelajaran akan terasa sangat mudah dipelajari apabila para pelajar tidak asing dengan lingkungan kehidupan…

5 hari ago