Pilihan mengikuti kelas Basic English Grammar (Tata Bahasa Inggris Dasar) di Rumah Belajar Bersama (RBB) mendorong para pelajar untuk berpikir ganda karena kita sebagai pengajar memberikan perhatian yang tinggi dan sangat teliti dalam upaya membangun fondasi pengetahuan yang kokoh. Mendengar kata ‘basic’ terkesan sangat mudah dan cenderung tidak menjadi perhatian serius, biasa saja. Dan bila kesalahan berpikir tersebut diikuti dengan menganggap remeh, itu adalah awal mala petaka muncul.
Layaknya sebuah pohon, basic adalah akar. Bila akar itu kuat, pohon pasti sangat mudah tumbang. Itulah yang sering terjadi di sekitar kita. Para pelajar mahasiswa, pencari kerja dan termasuk yang hendak kuliah ke luar negeri, terburu-buru ikut pelatihan TOEFL (Test of English as a Foreign Language) atau IELTS (International English Language Testing System) tanpa punya basic yang kokoh. Tumbang. Mereka lupa darimana harus memulai.
Fenomena ketidakmampuan para pelajar untuk berbahasa asing sebenarnya tidaklah begitu mengherankan. Sejak tahun 70-an, Muchtar Lubis, penulis kritis dan sekaligus wartawan senior Indonesia, telah mengkritik dengan sangat tajam tentang rendahnya kwalitas mahasiswa Indonesia yang mampu berhasa asing. Dan bila kita lihat masa sekarang ini, apa yang menjadi kegelisahan Muchtar Lubis itu masih sangat relevan untuk disampaikan ke lagi ke publik sebagai pengingat bahwa ada masalah besar yang belum tuntas dari generasi ke generasi dalam dunia pendidikan kita.
Sebuah jawaban pun muncul. Pendidikan alternatif dikenal dengan Kampung Inggris Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur kini menjadi rujukan anak-anak, para pemuda-pemudi dan bahkan orang yang hendak mengambil doktor sekalipun. Sejak dari tahun 2003 hingga 2012, penulis sering mengunjungi kampung tersebut untuk belajar dan sekedar jalan jalan berlibur mengantar adik dan kemenakan guna mengakrabkan pada lingkungan belajar yang lebih luas dan kondusif. Dari puluhan lembaga yang penulis ikuti, ada dua lembaga yang sangat konsentrasi menuntaskan kebutuhan akademik pelajar dan mahasiswa dengan sistem yang ketat. SMART ILC (International Language Center) dan ELFAST. Keduanya mewajibkan pelajar basic untuk tidak sekedar tahu kelas kata (Parts of speech) tapi mengerti tenses secara total–Syarat utama untuk mudah mendalami pembelajaran tingkat menengah dan tinggi.
SMART hadir dengan konsep pemahaman struktur di luar kepala dan ELFAST dengan langsung melatih kemampuan fungsi kegunaan tenses dimana pelajar membuat karangan dalam bentuk tulisan dimana di dalam cerita tersebut harus melibatkan semua tenses. SMART tidak akan membiarkan para pelajar untuk naik tingkat bila tidak lulus ujian. Pelajar harus bersedia mengulang atau pindah ke lembaga belajar yang lain. sedangkan ELFAST, para pelajar bebas mengikuti tingkatan apapun yang anda minati. Sesuai namanya, ELFAST singkatan English/Bahasa Inggris dan Fast/cepat) punya misi mengajarkan cara bahasa Inggris dipelajari dengan cepat.
Sebenarnya, ada juga BEC (Basic English Course) yang sangat terkenal didirikan oleh Mr. Kaelani yang menjadi menjadi think tank lahirnya kampung Inggris tapi sayangnya, penulis tidak sempat gabung di sana hanya karena tidak ingin mengenakan pakaian seragam dan berdasi sebagaimana waktu SMA. Saat ini tentu lebih banyak lembaga terus hadir mengembangkan cara belajar yang efektif di Pare yang penulis belum kenali dan itu dapat menjadi bahan tulisan atau penelitian bagi orang yang pernah ke sana.
Dari penguatan basic tersebut, penulis yang sejak kecil terbiasa berbicara Inggris di rumah sendiri–Ayah penulis Drs. H. Patiroi (Alm.) berbahasa Inggris, Arab dan sedikit Jerman–makin sadar bahwa salah satu kendala terbesar membaca buku-buku berbahasa Inggris yang ditawarkan ayah adalah kurang peduli pada basic grammar. Memang benar bahwa banyak membaca banyak tahu namun itu lebih lengkap bila diikuti dengan grammar yang bagus. Terjemahan yang dibuat jauh lebih tepat, bukan sekedar menebak.
Untuk itulah, penulis dan rekan rekan pengajar Bahasa Inggris di RBB yang semuanya pernah belajar serius selama bertahun-tahun di Kampung Inggris Pare, Kediri Jawa Timur bersepakat bahwa pemahaman tenses adalah mutlak, tidak bisa ditawar-tawar agar kita mampu mencetak para pelajar benar-benar punya daya saing. Beberapa hal terpenting dilakukan. Pertama, mereka harus mampu menamatkan buku latihan tebal berstandar internasional. Kedua, membaca ulang dengan suara nyaring pada hasil latihan yang telah dikerjakan sebagai penguatan, bekal latihan speaking (bicara) dan perbaikan pronunciation (pengucapan). Ketiga, mengerti tenses di luar kepala.
Setelah menuntaskan materi basic tersebut, betapapun urusan materi lainnya akan jauh lebih mudah dianalisa, tahap demi tahap pada pembelajaran harus tetap dilalui secara teratur demi terciptanya pemahaman yang lebih utuh. Hal ini sangat berguna saat para pelajar mengikuti pelatihan TOEFL dan atau IELTS yang biasanya digunakan kepentingan pekerjaan dan lanjut kuliah ke luar negeri. mereka yang tuntas pada basic tidak lagi takut karena punya bekal dan cenderung akan bergembira menghadapi tantangan karena bisa mengikuti alur pembelajaran yang biasanya ditafsirkan rumit. Semua kemudahan jalan tersebut diperoleh karena terdapat perhatian serius, tidak menganggap remeh. Mala petaka kebuntuan pelajar kita belajar bahasa asing khususnya bahasa Inggris pun terselesaikan.
Note:
Pada foto adalah Aska, pelajar SMPN 1 Bulukumba yang sedang berjuang memahami tenses secara total tanpa lihat catatan lagi.
Zulkarnain Patwa
* Pemerhati Pendidikan
Belajar sejak buaian ibu hingga ke liang lahat. Pengingat yang disampaikan Nabi Muhammad SAW ini…
Belajar dengan suasana bermain adalah pilihan yang diberikan pada anak anak setelah pembelajaran serius selesai.…
Afwa anak TK (Taman Kanak-Kanak) yang suka mengikuti banyak kegiatan belajar. Saat berumur lima tahun,…
Kesadaran mengisi liburan dengan belajar itu biasanya dimiliki oleh orang-orang dewasa. Mereka yang sedang berkuliah…
Dunia pendidikan mesti akrab dengan bacaan buku. Tugas para guru bukan sebatas mampu mentransfer pengetahuannya…
Datang dan pergi adalah perjalanan hidup manusia. Kita akan berkunjung kembali ke tempat yang telah…
Leave a Comment