Kanal: Uncategorized

Pemenang Ujian Tulis dan Lisan

Faizah adalah anak SDN 8 Nipa yang pertama yang memperoleh beasiswa lanjutan. Ia yang sebelumnya meraih nilai seratus pada ujian tulis pada perkalian dan pembagian satu sampai sepuluh maju ke tahap ujian lisan. Hasilnya, ia hanya salah satu pada perkalian dan tiga salah pada pembagian.

Faizah tersenyum puas setelah mengetahui pengumuman ini. Saat ditanya tentang manfaat ikut manfaat, ‘Biasanya saya mendapatkan nilai di bawah tujuh puluh pada pelajaran sekolah’ kata pelajar kelas lima SD ini. ‘Sekarang saya selalu dapat seratus.’

Pernyataan Faizah ini adalah bukti bahwa yang perlu kita tuntaskan terlebih dahulu adalah materi di atas. Pelajaran sekolah seperti pecahan, persen dan seterusnya akan dengan mudah dipahami pelajar bila punya pemahaman perkalian dan pembagian yang baik. Dan dengan keberaniannya menghadapi ujian tulis dan lisan, ia pun kini berhak mendapatkan pelajaran yang erat kaitannya dengan pelajaran sekolahnya termasuk cara cara menyelesaikan soal soal dengan cepat.

Oh iya. Saat ujian lisan, satu kesalahan Faizah saat ditanya 7 x 8. Ia kehabisan waktu dan benar benar tidak tahu jawabannya. Namun saat soal soal terus berlanjut, sampailah pada soal 8 x 7 dan ia menjawab dengan benar. Ini lucu, pada soal lainnya semisal 6 x 8 atau 8 x 6 dan semua soal yang terbolak balik seperti itu mampu ia jawab dengan benar. Dan saat memasuki pembagian pada 56 : 8 dan 56 : 8, ia jawab benar.

Pada soal Pembagian, titik kelemahan Faizah ketemu. Ia sedikit lambat menjawab pada pembagian delapan dan di situ pula ia memperolah dua kelas dan satu kesalahan pada pembagian tujuh. Itu berarti, ia perlu sedikit latihan lagi agar akselerasinya cepat menyempurna.

Faizah yang tidak menyangka bahwa Matematika menjadi pelajaran favoritnya dan bagian dari kebanggaannya dengan biasa memperolah nilai seratus pada sekolah saat ini sepertinya akan kaget lagi dengan model model penyederhanaan penyelesaian dasar dasar Matematika. Terlebih bila pemahaman perkalian dan pembagiannya itu akan ia gunakan untuk menjawab soal-soal olimpiade SD. Betapapun ia tidak sempat lagi ikut olimpiade sekolah karena ia akan naik kelas enam SD, pelajaran tersebut berguna untuk pendalaman pengetahuannya. Dan Mira Asmiranti, guru inspiratif kelas 6 SDN 8 Nipa, tentu akan memperkaya untuk anak anak berbakat seperti ini.

Last but not the least, anak anak kita memang perlu dibiasakan ujian tulis dan lisan karena dengan itulah kita bisa membuat mereka lebih tekun belajar dan memperoleh kwalitas yang menyakinkan.

Zulkarnain Patwa
* Pemerhati Pendidikan

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Teror Pencerdasan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris ataupun bahasa asing apapun juga pasti terasa asing dilidah bila tidak dibiasakan. Mengulangi…

12 jam ago

Tragedi 8 x 3 di SMK Menampar Wajah Kurikulum Kita

Kejeniusan Mr. Crack, B. J. Habibie, tentulah turut mengharumkan nama baik Indonesia, disegani di dunia…

1 hari ago

Menghapus Sekat Belajar

Salah eja atau ucap seringkali dialami para pelajar bahasa inggris. Fokus kebanyakan orang adalah kemahiran…

2 hari ago

Di RBB, Pelajar yang Paling Pintar Pun Jadi Biasa Saja

Para pelajar yang menguasai perubahan seluruh kalimat tenses dengan segala bentuk perubahannya bukanlah jaminan bahwa…

3 hari ago

Memoar Kak Madi: Pepaya Matang WME Kembali ke Pemilik-Nya

Ahmadi Hatta adalah mahasiswa jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 87. Pada tahun 2000-an,…

5 hari ago

Terbaik: Setiap Tempat Adalah Belajar

Suatu pembelajaran akan terasa sangat mudah dipelajari apabila para pelajar tidak asing dengan lingkungan kehidupan…

5 hari ago