Fahmi: Dari Diskdukcapil hingga Beasiswa Belajar

Masih ingat dengan bocah penjual jalangkote keliling yg tidak memiliki kartu keluarga dan akte kelahiran di usianya yang sudah 11 tahun?

Namanya Fahmi. Beberapa minggu lalu ia sempat mencuri perhatian karena tak memiliki identitas, tidak sekolah serta tidak tahu Baca Tulis di usianya yang harusnya sudah mengikuti pelajaran di sekolah dasar.

Setelah melalui proses yang lumayan menyita waktu dan tenaga, akhirnya Fahmi bisa memiliki Kartu keluarga dan akte kelahiran yang artinya Fahmi sudah bisa sekolah.

Tapi karena usianya sudah sebelas tahun, akhirnya Fahmi hanya bisa diikutkan kejar paket A.

Fahmi tak berkecil hati. Baginya ia bisa merasakan proses belajar dimanapun berada sudah merupakan kebahagiaan dan anugerah yang tak ternilai. 🥰

Saat ini Fahmi sudah bisa menulis dan tulisannya sangat rapi dan jelas seperti tulisan anak-anak pada umumnya walaupun membaca masih proses mengenai huruf dan mengeja tapi dia mampu menunjukkan bahwa dia bisa sebagaimana anak anak pada umumnya.

Fahmi belajar membaca dan menulis di Rumah Belajar Bersama.

Kemampuan membaca dan menulis tersebut berasal Beasiswa dari Rumah Belajar Bersama benar benar Fahmi manfaatkan untuk belajar bersungguh sungguh dan telaten dengan rajin datang belajar. Bahkan, ia sering datang lebih cepat, jauh sebelum kelas belajar mulai.

Tidak ada yg tidak bisa jika kita memiliki tekad dan kemauan, nak. Semangat terus belajarnya nak, nal. Tunjukkan pada semua bahwa kamu mampu bersaing dengan anak-anak yang lebih dulu mengenai dunia pendidikan 🥰💪💪

Capaian Fahmi yang berhasil menulis dengan rapi dan teratur kurang dari satu bulan.

Terima kasih sy ucapkan kepada:

Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Bulukumba yang selalu memberikan pelayanan terbaiknya saat menerbitkan kartu keluarga dan akte kelahiran Fahmi.

Dan terspesial kepada semua tenaga pengajar di Rumah Belajar Bersama terima kasih untuk kepedulian dan Bea siswa yang di berikan kepada Fahmi. Ia belum satu bulan Fahmi ikut belajar tapi karena berkat dedikasi yang tinggi dan ketelatenan para pengajar, Fahmi kini bisa Baca Tulis. 🙏🙏

Jika di luar sana masih ada anak anak yang nasibnya sama seperti Fahmi dan memiliki keinginan untuk sekolah dan mendapatkan beasiswa dari Rumah belajar bersama bisa kontak saya, Ceny Kasim🙏

# Jika bukan kita,siapa lagi yg mau peduli dengan mereka generasi penerus bangsa

Ceny Kasim
* Relawan Kemanusiaan

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Wawasan Dunia dan Jalangkote Menyatu

Pembelajaran pagi hari di Kampung Belajar adalah kelanjutan tentang kota-kota besar. Bila pada sehari sebelumnya…

13 jam ago

Menghapus Batas Dunia dari Kampung Belajar

Kisah Mr. Hill yang seorang pilot yang pernah bekerja di Royal Air Force (Angkatan Udara…

1 hari ago

"Apa pelajaran, Mister?" tanya Faika saat baru saja tiba di kelas pagi Kampung Belajar. "Kamu…

3 hari ago

Keajaiban Lidah dan Logika dalam Bahasa Inggris

Ketika melihat atau mendidik orang dewasa belajar bahasa Inggris yang tidak tahu alasan penempatan verb…

4 hari ago

Ruang Kreatif Aul di Kampung Belajar

Andi Kalimbara Aulian AF. alias Aul seorang anak kelas 3 di SDN 193 dari Kec.…

5 hari ago

Serpihan Surga dalam Kepungan Plastik

Indonesia adalah serpihan surga yang diturunkan ke bumi (qit'atun min al-jannah), ungkap Syekh Mahmud Syaltut…

5 hari ago