Armin Salassa. Ia memilih kembali ke kampung halamannya sebagai basis pertanian alami di Desa Salassae, Kab. Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia.
Kita harus bersyukur bahwa tanaman “sebagai mahluk” tidak dilengkapi dengan kemampuan marah dan kemampuan berteriak ketika disakiti oleh mahluk lain. Tanaman adalah mahluk yang paling pasrah yang diciptakan Ilahi Rabbi.
Bayangkan betapa gaduhnya dapur kita apabila kangkung berteriak karena dipotong-potong , dicincang saat hendak ditumis. Atau bisakah kita bayangkan kemarahan rumput saat dia diinjak atau diracuni?
Tanaman adalah mahluk yang paling pasrah yang diciptakan Tuhan. Pasrahnya 100 %.
Armin Salassa
* Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di media sosial pada 16 Januari 2021.
Pembelajaran pagi hari di Kampung Belajar adalah kelanjutan tentang kota-kota besar. Bila pada sehari sebelumnya…
Kisah Mr. Hill yang seorang pilot yang pernah bekerja di Royal Air Force (Angkatan Udara…
Ketika melihat atau mendidik orang dewasa belajar bahasa Inggris yang tidak tahu alasan penempatan verb…
Andi Kalimbara Aulian AF. alias Aul seorang anak kelas 3 di SDN 193 dari Kec.…
Indonesia adalah serpihan surga yang diturunkan ke bumi (qit'atun min al-jannah), ungkap Syekh Mahmud Syaltut…
Leave a Comment