
Kategori: Program
Program dan mata pelajaran dari Rumah Belajar Bersama
-

Faiha Is Brilliant
Setelah acara, pengakuan Campbell, “Faiha is brilliant.” (Terjemahan bebas: Faiha cerdas luar biasa). Hal ini karena saat sesi diskusi Faiha berumur tujuh tahun alias kelas satu SDN (Sekolah Dasar Negeri) 2 Terang Terang Bulukumba melakukan hal yang tidak diucapkan kebanyakan orang seperti menanyakan nama siapa yang jadi pembicara ataupun memperkenalkan dirinya. Ia malah menguji Campbell. Faiha bertanya, “Do you know my name? (Apakah Anda tahu namaku?)” Campbell kaget dan tersenyum menatap Faiha dan orang orang pun berkata bahwa itu adalah Faiha. Faiha mengaku bahwa ia sendiri berpikir yang membuat pertanyaan tersebut karena guru-guru tidak pernah mengajarkan demikian.
Moment berharga ketika Faiha bertanya, “Do you know my name?” kepada Miss Campbell di Rumah Belajar Bersama. Nama Faiha pun dengan segera melekat di pikiran Campbell dan memberikan pujian “brilliant” setelah acara diskusi tanpa sepengetahuan Faiha. Amma dari Dego Dego Na Bira dan penulis yang diajak membahas tentang ini.Untuk gerakan pencerdasan selanjutnya, biarlah ibunya Faiha Nino Ashari yang menyampaikannya sebagai bahan motivasi dan inspirasi. Hal terakhir yang Faiha minta sebelum berpisah dengan Campbell adalah berfoto kenangan pertama kali berbicara Inggris dengan tamu mancanegara.Faiha hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak anak-anak Indonesia dan anak anak dunia yang punya potensi besar untuk berkembang. Tugas kita sebagai pendidik adalah membukakan ruang dan lingkungan belajar yang seluas-luasnya agar tiap anak itu dapat tumbuh sesuai dengan minat dan bakatnya.Zullkarnain PatwaPengajar Rumah Belajar Bersama -

Pelajar Olimpiade Matematika SD
Juara 3 (tiga) Olimpiade Matematika Ujung Bulu Bulukumba 2023 ini terus belajar cara memetakan dan memecahkan soal soal hitung
-

Anak Anak Tamat Buku Tebal
Salam literasi
Kita membiasakan pelajar SD (Sekolah Dasar) tamat buku Basic English Grammar yang tebal seperti di foto.Bertahun tahun kita memperjuangkan membuktikan gagasan ini dan ternyata banyak pelajar anak anak yang mampu menyelesaikannya.
-

Membangun Peradaban Intelektual
Dalam bentangan sejarah, terdapat pelajaran berharga terhadap jatuh bangunnya suatu peradaban. Kita mengajak pelajar untuk membaca dan memahami tanda tanda tersebut.
Sadar atau tidak, anak anak ini sedang membangun sebuah peradaban. Namanya peradaban intelektual.
-

Kertas pada Pengembangan Pola Pikir
Kumpulan soal pada lembaran kertas itu sebenarnya berguna untuk merubah dan mengembangkan cara berpikir Anda.
Zulkarnain Patwa
Pengajar Rumah Belajar Bersama -

Pesatnya Kemajuan Karate INKAI Bulukumba dan Pendidikan
Setelah sekitar 2 tahun Rumah Belajar Bersama (RBB) turut serta berjuang membumikan karate, Alhamdulillah Melalui usaha maksimal pelatih, atlet dan orang tua atlet dan lain lainnya, 5 orang atlet INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) Bulukumba terpilih pada Kejurnas (Kejuaraan Nasional) INKAI yang akan berlaga di Cibubur, Jawa Barat pada 26-28 Agustus 2022 (seharusnya 6 orang yaitu Fatiha. Cuma karena kelas umurnya tidak dipertandingkan, ia tidak ikut).
Senpai Sarifuddin dan 5 orang atlet INKAI Bulukumba yaitu Raihan, Tri, Ariel, Arraya dan Ayla yang terpilih untuk mengikuti Kejurnas INKAI.
Sumber Foto: Fatmawati PatwaDi sisi lain, karate juga dipertandingkan di sekolah. Melalui O2SN (Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional), seorang atlet INKAI Bulukumba bernama Andi Khofifah dari SMP 1 Bulukumba juga lolos pada tingkat nasional.
Pada kejuaraan FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia. Ini semacam perkumpulan semua aliran perguruan karate. 25 perguruan karate di Indonesia telah diakui FORKI)) pertandingan antar perguruan karate di Bone dan Makassar, INKAI Bulukumba juga merebut juara.Mengenai capaian kejuaraan pada tingkat Provinsi Sul-Sel (Sulawesi Selatan), hampir 30 orang atlet INKAI Bulukumba yang terdiri dari pelajar TK, SD, SMP, SMA dan Mahasiswa yang pernah meraih juara. Ini adalah energi positif yang mesti dikelola secara berkelanjutan.

silaturahmi atlet berprestasi INKAI Bulukumba dengan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba di Kantor Bupati, 2022 Secara lebih luas, kemajuan INKAI ini sangat dipengaruhi padatnya kejuaraan yang dilaksanakan oleh INKAI Sul Sel di bawah kepemimpinan Ketua INKAI Sul Sel Ir. H. Abdul Jalil dkk. INKAI Sul Sel juga yang mendukung secara penuh atlet berbakat dan berprestasi untuk mengikuti kejuaraan di luar Sul Sel dan lainnya. INKAI Sul Sel malahan turut membiayai dan memberikan bonus kepada para atlet sebagai motivasi.
Para petinggi INKAi Sul Sel yaitu, Ir. H. Abdul Jalil, Sensei Ahmad Saerodji, Sekretaris INKAI Sul Sel, Sensei Viktor Sondak, Ketua Majelis Sabuk Hitam, Sensei Hartono, Bimbingan Prestasi Sul Sel, yang secara khusus memilih datang untuk menguji Ujian Kenaikan Sabuk INKAI Bulukumba pada Mei 2022. Untuk masa berkembang yang baik saat ini adalah kita perlu terus memupuk semangat berlatih atlet dan menguatkan mental berjuang dengan sungguh sungguh. Insya Allah atlet kita bisa raih juara nasional hingga sampai pada tingkatan “INKAI goes to the world class” (INKAI ke kelas dunia. Gagasan pada kepemimpinan Prof. Dr. Ivan Yulivan, Ketua Umum INKAI Pusat saat ini). Bila jatuh di tengah jalan, jangan menyerah. Paling utama segera bangkit dan berdiri tegak, benahi diri dan kembali berjuang sampai sukses. Never give up.
Senpai Riri yang merupakan salah satu tokoh karate ka Bulukumba yang telah banyak mencetak atlet karate berprestasi khususnya dalam kumite kini kembali aktif melatih. Ia sangat pandai dalam membuat atlet senang berlatih sehingga para atletnya selalu bersungguh-sungguh dalam sesi latihan. ia banyak mengajarkan teknik tangkisan dan serangan disertai kecepatan dan tinggi. Namun menurutnya, yang paling penting adalah kemampuan membaca gerak lawan. Saat ini, Riri membuka Dojo (ranting/tempat latihan) di SDN 24 Salemba, SMP 2 Bulukumba dan SMP 1 Bulukumba dan turut serta membantu melatih atlet INKAI Bulukumba yang mempersiapkan diri mengikuti kejuaraan. Sumber Foto: Hermayanto Daeng Malaja Mengapa RBB mendukung Bela Diri (Karate)?RBB telah lama berfokus pada gerakan literasi melalui kelas Baca Tulis (baca, baca dan baca dan menulis, menulis dan menulis
), Bahasa Inggris dan Matematika. Kemudian berlanjut pada Bahasa Jepang, Mengaji dan Bahasa Arab. Kita ingin terlibat mencetak manusia yang mampu bersaing di era modern, berakhlaq, dan dapat terlibat dalam pergaulan dunia.Kombinasi ilmu pengetahuan tersebut akan terasa lengkap bila dilengkapi dengan bela diri. Minimal orang jadi nga penakut, nga pengecut dll.
3 orang atlet karate berprestasi INKAI Bulukumba yaitu Abi, Ayla dan Yudha (dari kanan) yang memperoleh beasiswa belajar di Rumah Belajar Bersama. Foto diambil sesaat setelah mengikuti kelas belajar Bahasa Inggri dan Matematika. Sebenarnya sih, kepercayaan diri itu dapat diraih melalui ilmu agama dan ilmu pengetahuan. Tapi kan tidak semua orang bisa meraihnya dengan mudah. Butuh proses yang panjang dan pemahaman ilmu yang mendalam. di sini lah bela diri sangat berperan untuk menumbuhkan mental yang baik karena bela diri itu juga mempunyai ajaran filosofis. Sebagai contoh, Sumpah Karate INKAI menekankan “Sanggup menguasai diri”. Setiap karate ka (ahli karate) tidak boleh dengan ceroboh menggunakan keahliannya untuk merusak orang lain.Dan yang lebih heroiknya lagi yang membuat karate diminati khlayak ialah adanya jalan peningkatan prestasi. Ini yang membuat karate semakin diminati. terlebih, sertifikat bela diri sangat berfungsi mendukung cita cita masuk di sekolah, kampus atau mendapatkan pekerjaan yang layak saat ini.Kita tentu ingin atlet yang baru pun bisa berprestasi yang tinggi. Karenanya, kita terus menambah jadwal tambahan latihan untuk mempersiapkan generasi baru yang dapat tampil di depan nantinya. Ya, kaderisasi (manusia manusia yang berkualitas) jadi inti terhadap tumbuhnya sebuah pergerakan.Selamat buat INKAI yang telah berperan aktif merubah wajah generasi ke arah yang lebih baik. Keeps on training hard (Teruslah berlatih dengan tekun).RBB pada Atlet BerprestasiTelah sering kali kita sampaikan bahwa siapa pun yang pernah meraih juara dalam bidang olahraga atau pendidikan minimal tingkat provinsi maka orang tersebut berhak mendapatkan beasiswa belajar di RBB.Zulkarnain Patwa* Direktur Rumah Belajar Bersama* Pelatih INKAI Bulukumba -

Prestasi Karate Bulukumba Menuju Nasional
“Kita telah belajar bagaimana unggas terbang.
Bagaimana ikan-ikan berenang dan bagaimana hewan hewan berjalan.
Maka yang perlu kita sekarang adalah ….
Bagaimana harusnya kita berjalan di muka bumi, sebagaimana layaknya seorang manusia”.Prof. Dr. Ivan Yulivan—Ketua Umum INKAI Pusat, 1998-2022
Tanda-tanda kemajuan karate di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sul-Sel ) semakin terlihat jelas. Pada O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) 2022 ini, seorang pelajar SMPN 1 Bulukumba bernama Andi Khofifah (Ifa) lolos ke panggung bergengsi tingkat Nasional mewakili Sul-Sel setelah berhasil melewati seleksi ketat pada Kata (jurus) tingkat Daerah Bulukumba dan Provinsi Sulawesi Selatan.
Capaiannya ini bukan tanpa cucuran keringat. Ifa telah membangun kepercayaan dirinya melalui latihan intesif disertai bekal pengalaman bertanding di berbagai turnamen baik di INKAI (Institut Karate Do Indonesia) Sul-Sel ataupun FORKI (Federasi Karate Do Indonesia) Sul Sel. Berkat pendampingan orang tuanya dan support sekolah, Ifa pun mengikuti seluruh turnamen karate di Sul-Sel dalam 2 tahun terakhir.

Pertemuan antara Kepala Sekolah SMPN 1 Bulukumba, Ansar Langnge, S.Pd., M.M., dan siswinya Andi Khofifah bersama pelatih INKAI Bulukumba. Di bawah kepemimpinan Pak Ansar, INKAI SMPN 1 Bulukumba akan tetap berjalan. 3 (Tiga bulan lalu), INKAI telah melaksanakan latihan di sekolah tersebut. INKAI Bulukumba mempercayakan pelatihan di sekolah tersebut kepada Senpai Riri (paling kiri bercelana levis). Pada tahun 90-an, selain Kodim, SMPN 1 juga merupakan tempat latihan INKAI yang populer. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Bulukumba Ansar Langnge, S.Pd., M.M., sangat mendukung siswa-siswinya mengikuti kegiatan ekstra kurikuler. Pak Ansar melalui guru olahraga bernama Pak Awal juga memberikan pendampingan ekstra kepada Ifa mulai dari seleksi O2SN tingkat Kecamatan hingga Kabupaten. “Kita ingin siswa-siswi SMPN 1 yang meskipun berasal dari daerah yang jauh dari pusat juga punya prestasi tingkat nasional.”
Pak Ansar melanjutkan, “Ini prestasi yang luar biasa bagi SMPN 1 Bulukumba. O2SN adalah kegiatan rutin Kementrian Pendidikan untuk mencari bibit dan bakat siswa. Saya sangat mengharapkan Ifa dapat menyambut kesempatan ini dengan berprestasi tingkat nasional dan mengharumkan nama Kabupaten Bulukumba.

Andi Khofifah (tanda panah) bersama Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba setelah audensi dengan puluhan atlet berprestasi INKAI Bulukumba yang telah meraih juara tingkat Sulawesi Selatan di Kantor Bupati. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama, 9 Maret 2022 Selain itu, Bagi Pak Ansar, bela diri merupakan bagian perjalanan hidupnya. Semasa mahasiswa ia juga pernah aktif di bela diri Jet Kun Do—cabang bela diri yang didirikan Bruce Lee, the great legent of martial art (legenda besar bela diri)—mengerti cara membangkitkan spirit anak didiknya. “Pihak sekolah memberi dukungan penuh kepada siswa yang berprestasi untuk pembinaan sehingga semangatnya semakin bertambah untuk berjuang di tingkat nasional”, jelasnya.
Lebih jauh lagi Pak Ansar menerangkan bahwa anak-anak didiknya yang baru pemula nantinya dapat berprestasi juga di karate sebagaimana dengan Ifa karena INKAI telah membuka dojo (tempat latihan) di SMPN 1 Bulukumba. Latihan karate dapat dilaksanakan di sekolah pada sore hari dan hal itu sama sekali tidak mengganggu kegiatan belajar anak-anak. “Olaharaga dan pendidikan saling terkait. Dengan olahraga, siswa-siswi kita lebih sehat dan dapat menambah daya fokusnya dalam menerima pelajaran.

Selain di INKAI Kodim, Andi Khofifah pun terlibat aktif latihan di INKAI SMPN 1 Bulukumba. Ia suka berada di garis terdepan agar dapat lebih bersungguh-sungguh dan lebih mudah melihat dan mengerti penjelasan gerakan pelatih. Foto pada pemahiran Kihon (Gerakan Dasar), Kata (Jurus) dan teknik dasar-dasar kumite. Latihan di halaman sekolah SMPN 1 Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama, 9 Mei 2022. Sebagai seorang Kepsek kreatif, Pak Ansar berinisiasi untuk berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Bulukumba dan Bupati Bulukumba agar kesempatan emas pengembangan prestasi Ifa lebih maksimal. Dukungan internal Bulukumba sangat berpengaruh kuat pada mental anak didik yang kini mengemban tugas mengharumkan nama baik Sul Sel di kancah nasional. Tentunya, Bupati Bulukumba akan merespon secara positif karena dalam beberapa forum olahraga, ia menyatakan bahwa dirinya siap mendampingi altet Bulukumba secara langsung yang lolos tingkat nasional.
Beberapa Atlet Karate Bulukumba di Panggung Nasional
Pada 2022, karate ka Bulukumba telah lulus kejuaraan tingkat nasional. Ifa yang berasal dari INKAI Kodim Bulukumba adalah satu-satunya atlet karate di Bulukumba yang akan bertanding pada 4-9 September secara virtual tingkat nasional. Sementara 6 orang lainnya memperoleh tiket Kejurnas (Kejuaraaan Nasional) INKAI yaitu:
-
- Tri Reski Adi Akbar—Mahasiswa. Alumni SMA 1 Bulukumba
- Raihan Athallah B.—Pesantren Babul Khaer.
- Muhammad Ariel Qushai—SMAN 1 Bulukumba.
- Arraya Aulia—SMA 8 Bulukumba
- Siti Nurfatiha Azzahrini Sarif S. —SDN 322 Ela-Ela, Bulukumba
- Nabila Alamanda—Alumni SDN 10 Ela-Ela, Bulukumba. Saat ini di Pesantren DDI Bantaeng.
Hal ini berdasarkan prestasinya yang terus menanjak pada kejuaraan INKAI Provinsi Sul-Sel dan FORKI Sul-Sel dan akan berlaga di Cibubur Jawa Barat pada 24 Agustus ini.

Senpai Sarif saat memberikan contoh pukulan Cudang Tsuki (Pukulan sasaran ulu hati) yang tepat sasaran kepada para karate ka INKAI Kodim Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama Desain pelatih dalam memajukan kwalitas atlet tentu bukanlah perkara sederhana. Senpai Sarifudin, pelatih INKAI Kodim mengatakan, “Selama hampir dua bulan ini, kita telah menggalakkan latihan tambahan dengan materi yang ekstra; Penguatan fisik, Kata, Kumite, kedisiplinan dan penguatan mental atlet agar tidak kenal menyerah”, terangnya. Ia pun menjelaskan, “Kita punya perhatian serius pada atlet yang akan tampil di nasional dan mengharapkan meraih juara. Target INKAI Pusat pada kepemimpinan Prof. Dr. Ivan Julivan, SE., M.M., CHRMP., M.Tr (Han) saat ini adalah INKAI goes to the world class (INKAI menuju kelas dunia). Untuk itu, segala potensi yang ada kita maksimalkan agar atlet dapat mengikuti senior-senior INKAI yang pernah meraih juara tingkat internasional. Intinya, rajin latihan dan bersungguh-sungguh”, tutupnya.

Andi Khofifah (yang berdiri di tengah bagian belakang) bersama pelatih INKAI Bulukumba dan rekan rekan berlatihnya yang mengikuti pelatihan khusus untuk persiapan kejuaraan tingkat tingi. Sementara itu, untuk keberlanjutan generasi yang sejalan dengan Sumpah Karate INKAI yaitu sanggup mempertinggi prestasi, Senpai Riri yang namanya telah dikenal luas oleh karate ka Bulukumba mengatakan, “Kita juga sangat peduli pada pembentukan altet yang sedang berkembang yaitu pada atlet pemula dan atlet yang masih minim mengikuti kejuaraan. Kita bentuk mereka dari sekarang agar mereka punya kepercayaan diri mengikuti kejuaraan dimana pun. ”, jelasnya. “Sedangkan atlet yang akan bertarung sengit di tingkat nasional sedang kita terus benahi dari segala aspek; speed (kecepatan), power (tenaga), bentuk, kuda-kuda dan lainnya”, lanjutnya. “INKAI dengan sejarahnya yang panjang tentu sudah sangat matang dalam mencetak atlet yang punya daya saing tinggi”, kata Riri dengan nada meyakinkan.

Andi Khofifah (sabuk coklat) saaat latihan di INKAI Kodim Bulukumba. Pelatih Senpai Sarifuddin (sabuk hitam) berdiri di belakang memperhatikan tiap gerakan kohai (anggota karate) yang sesuai standar karate shotokan. Hal ini sangat penting karena meskipun gereakan terlihat indah, seringkali atlet dirugikan hanya karena alasan tidak sesuai dengan standar penilaian juri. Beruntung, Senpai Sarif sudah berpengalaman menjadi wasit juri INKAI Sul Sel dan FORKI Sul Sel. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama, 21 Juli 2022 Semua kerja maksimal di atas tak lepas dari peran besar Ketua INKAI Bulukumba, Muhammad Iqbal Zabir SH. Pada masa kememimpinannya ini, Iqbal memberikan keluasan penuh kepada para pelatih untuk melakukan kreasi dalam memajukan atlet. Ia pun mengucapkan selamat atas prestasi Ifa, dukungan pada Dinas Pendidikan Bulukumba pada seleksi O2SN pada tingkat Kecamatan, support Ketua FORKI (Federasi Olahraga Karate Do Indonesia) Bulukumba yaitu Juandi Tendean yang turut berperan mengangkat reputasi karate. Last but not the least, Iqbal yakin bahwa pada kepemimpinan Pak Asdar sebagai Kepsek SMPN 1 Bulukumba yang mempunyai latar belakang bela diri tentu tahu dan mampu lebih banyak lagi memunculkan siswa-siswinya berprestasi di bidang olahraga bela diri.

Anak umur 4 (empat) tahun pun telah dapat bergabung karate di INKAI Kodim Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama Sekilas Filosofi Karate
Karate sebagai olahraga memang telah banyak menginspirasi yang membuat karate menjadi olahraga populer dunia. Itu tidak salah. Namun ada yang lebih penting lagi. Master karate ka Jepang, Hirokazu Kanazawa mengingatkan, “Anda tidak boleh lupa bahwa tujuan latihan adalah mengusai seni karate. Untuk melakukannya, Anda harus , Anda harus mengembangkan ketekunan dan kesabaran.

Nabila Alamanda (Ayla) yang merupakan Atlet INKAI Bulukumba yang lolos Kerjurnas (Kejuaraan Nasional) pada Kumite berlatih mempermantap tendangan Ura Mawashi Geri. Setelah Senpai Sarif membentuk model tendangan Ayla, kini Senpai Riri mempermantap kecepatan tendangan Ayla. Tempat latihan, INKAI SDN 24 Salemba, Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama. Sejalan dengan hal itu, Prof. Ivan Yulivan mengajarkan bahwa karate adalah jalan untuk menuju manusia yang seutuhnya. Pada buku The Way of Karate-Do (Jalan Hidup Master Karate) yang ia tulis mengatakan, “Kita telah belajar bagaimana unggas terbang, bagaimana ikan-ikan berenang dan bagaimana hewan hewan berjalan. Maka yang perlu kita sekarang adalah bagaimana harusnya kita berjalan di muka bumi, sebagaimana layaknya seorang manusia”, tulis Ketua Umum INKAI Pusat Indonesia ini.

Cara untuk mengembangkan diri di karate adalah dengan mengikuti ujian kenaikan sabuk. Setiap kohai telah mempersiapkan diri baik dari segi fisik dan mental untuk menampilkan gerakan terbaiknya agar dapat lulus agar dapat naik tingkat secara memuaskan. Ujian di karate diadakan tiap 6 (enam) bulan sekali. Ujian di Aula Kodim Bulukumba, Mei 2022. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama. Kesibukan Ivan sebagai petinggi TNI AL (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut) tidaklah membuatnya lupa untuk untuk tetap melatih karate di kalangan TNI dan Sipil. Overall, Muzino Kokoru yang artinya mengalir seperti air yang bersyukur pada Tuhan dan hidup bermanfaat bagi orang banyak.

Salah satu tendangan karate yang sangat berbahaya adalah Mae Geri (font kick/tendangan depan) karena terdapat dorongan kekuatan yang besar dari pinggul disertai kecepatan yang tinggi dimana telapak kaki bagian depan yang menargetkan ulu hati. Pada latihan intesif, kita melatih atlet untuk mengatasi tendangan ini seperti yang tampak pada foto. Zulkarnain Patwa
* Pelatih dan Pengurus INKAI Bulukumba
* Direktur Rumah Belajar Bersama -


