Kategori: Bahasa Inggris

Program dan mata pelajaran Bahasa Inggris dari Rumah Belajar Bersama

  • Impossible to Possible

    Impossible to Possible

    We will never forget when the first time we taught this little girl. Two years ago, Faika won a Karate Championship in Gowa District, South Sulawesi. A consequence for this, she got a scholarship for three months studying at Rumah Belajar Bersama.

    At that time, Faika chose to join English class eventhough she still couldn’t read well. ‘Why does Faika not want to take Math class?’, a question to Nurlaelah, Faika’s mother. Without hesitation, her mother simply answered, ‘She wants English.’ It was a hard decision to accept because we knew that Faika still needed to learn to read and write in Indonesian before reading and writing in English.

    Because we didn’t want to make Faika disappointed, we let her come together with all of her friends who got medals. It was the first time we taught English without books in order to make Faika enjoy the class. We just talked simple words, singing and playing games. It was all about.

    After a month, Faika felt bored with the lessons and suddently asked us to write English words, phrases and sentences on the board. It was a big surprised for us because a kid who was still learning to read and write in Indonesian wanted something more in English. You know, what? Faika could write all the teacher’s writings on her notebook.

    From this experience, we were not only just very happy but also very proud of her. Something that we imagined was impossible is possible.

    Zulkarnain Patwa

  • Bahasa Inggris untuk Kita

    Bahasa Inggris untuk Kita

    Oleh : Taufiqurrahman Muslim

    ‎Era globalisasi sekarang, Bahasa Inggris berperan penting sebagai bahasa internasional. Hampir semua bidang kehidupan, seperti pendidikan, teknologi, dan komunikasi, memakai Bahasa Inggris sebagai sarana utama.

    Bagi saya, alasan belajar Bahasa Inggris tidak hanya demi kepentingan pribadi atau karier, tetapi juga agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat kampung halaman saya di Desa Tanah Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.

    ‎Saat ini, saya masih belajar Bahasa Inggris di Rumah Belajar Bersama (RBB), sebuah tempat belajar yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa dan pengetahuan.

     

    Di RBB, saya belajar berbagai hal seperti tata bahasa, cara mengucapkan kata, dan kosa-kata. Selain itu, saya juga belajar nilai-nilai penting seperti saling membantu, serta semangat untuk terus belajar dan berkembang. Lingkungan belajar yang positif di RBB membuat saya semakin termotivasi untuk terus memperbaiki kemampuan berbahasa Inggris.

    ‎Belajar bahasa Inggris bukanlah hal yang mudah. Ada banyak rintangan, seperti kesulitan mengerti cara menyusun kalimat dan rasa gugup saat berbicara. Namun, setiap tantangan mengajarkan saya pentingnya sabar dan terus belajar. Saya tahu bahwa belajar bahasa tidak hanya tentang menghafal teori, tetapi juga tentang berani mencoba dan tidak takut salah. Dari proses itu, saya belajar bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan dengan tekun pasti akan mendatangkan hasil.

     

    ‎Bahasa Inggris memberi banyak peluang baru. Jika seseorang bisa menguasainya, dia bisa mengetahui informasi dari berbagai belahan dunia, memahami perkembangan ilmu pengetahuan, dan memperluas pengetahuan. Bagi saya, manfaat terbesar dari kemampuan ini adalah kesempatan untuk memberi tahu orang-orang di kampung halaman tentang ilmu yang saya ketahui. Saya ingin suatu hari nanti bisa mengajar anak-anak di Desa Tanah Towa, agar mereka juga bisa belajar Bahasa Inggris seperti yang saya alami di RBB.

    ‎Desa Tanah Towa terkenal sebagai desa yang memiliki budaya dan keunikan wisata. Di sini tinggal masyarakat adat Kajang yang menghargai nilai kesederhanaan serta kearifan lokal mereka. Budaya yang dimiliki oleh masyarakat setempat membuat desa ini menarik perhatian banyak wisatawan, termasuk dari luar negeri. Karena banyak wisatawan asing yang berkunjung, kemampuan berbahasa Inggris menjadi sangat penting, terutama untuk berkomunikasi dengan orang asing. Banyak wisatawan membutuhkan bantuan penerjemah, dan hal ini memberi kesempatan bagi warga lokal untuk lebih aktif dalam memperkenalkan budaya Kajang kepada dunia.

    ‎Dengan berbahasa Inggris, masyarakat Desa Tanah Towa bisa bantu wisatawan paham adat istiadat, mempromosikan produk kerajinan lokal, serta memperkuat citra desa sebagai tempat wisata budaya. Di sini saya sadari bahwa belajar Bahasa Inggris punya arti sosial yang besar, tidak hanya untuk perkembangan pribadi, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melestarikan budaya setempat.

    ‎Akhirnya, saya menyadari bahwa menguasai Bahasa Inggris bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari sebuah perjuangan. Ilmu yang saya pelajari di Rumah Belajar Bersama menjadi bekal berharga untuk berkontribusi bagi desa kelahiran saya. Saya yakin, meskipun ilmu yang dimiliki sangat kecil, nilainya akan besar jika digunakan untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Dengan Bahasa Inggris, saya berharap dapat membawa nama Desa Tanah Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, ke kancah nasional bahkan internasional.

  • Curiosity

    Curiosity

    Curiosity influences you to be smarter and clever than before. And because of that, long life education is in your hand.

    Picture taken at English Class.
    August 15, 2025.

  • Waktu

    Waktu

    Nabila Alamanda alias Ayla sang juara Pidato Bahasa Inggris se kabupaten Bantaeng tingkat SMP/MTs ini dan juara karate semasa SD di Bulukumba ini mengisi liburan sekolahnya dengan belajar Bahasa Inggris, Matematika dan kembali mengaktifkan diri latihan karate di INKAI Institut Karate Do Indonesia) Kodim Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia

    Para pelajar dan pemuda kita punya kesempatan untuk bersaing dan berprestasi dengan jalan mengarahkan mereka pada pengembangan minat dan bakatnya. Ketika mereka aktif dalam dunia ilmu pengetahuan, bukan berarti hobby dalam olahraga tidak bisa berkembang. Itu semua tergantung bagaimana kita mengatur waktu agar semuanya dapat berjalan seiring, tidak saling bertentangan. Pada tahap mereka telah menyenangi aktivitas yang sedang digelutinya, mereka sendiri akan mengatur jadwal kegiatannya yang membuat waktunya tidak terbuang percuma.

    Dengan demikian, kita dapat memproduksi generasi penerus yang punya kwalitas handal dalam menjalani dan menghadapi tantangan kehidupan yang serba kompleks ini.

    Zulkarnain Patwa

    Tulisan ini pertama terbit di Facebook pada 4 Juni 2025

  • Talented Student

    Talented Student

    One of the new comers has a good capability in reading. Her pronunciation grows faster just in one month. She has also finished her basic book and now she is learning to understand passages and answer questions in every passage.

    Her name is Adeeva Syaqila Zulfikar, Kelas 4 di SD 230 Palambarae, Bulukumba District, South Sulawesi Province, Indonesia.

  • Be Smart

    Be Smart

    Understanding tenses here is a practical discipline which main focus on helping students to study basic grammar easier. We use a methodology of studying that students can understand and memorize the tenses orally.

  • A Kid Leader

    A Kid Leader

    They agree to choose Andi Arka (center) as a leader at this class. So, when Arka reads, two members named Adam and Abizar should follow what Arka says. And there are some videos about these activities.

    Zulkarnain Patwa

  • Responsibilty

    Responsibilty

    Who takes a responsibility when our young people just spending much time to play games? We need to know something different. They need to stay on right place that can change their mind and dream high to have better understanding.

    Zulkarnain Patwa

  • Make a Good Preparation

    Make a Good Preparation

    How many books have you read?

    Fera, a student at Makassar State University, understands that she has to study English a lot before going to TOEFL (Test of English as a Foreign Language).

    Zulkarnain Patwa

  • Complete Your Work

    Complete Your Work

    We always convince our students that they can do and finish their English passages including reading, understanding and answering all questions. It takes time and choosing this is the best way for us.

    Zulkarnain Patwa