Anak ini adalah Faiha Rahman, salah satu dari sekian banyak anak yang sangat berbakat dalam Bahasa Inggris. Ia masih kelas 1 di SDN 24 Salemba, Bulukumba, Sulawesi Selatan tapi selalu angkat tangan untuk memimpin kelas dalam latihan bicara.
Andi Alodia yang punya kemampuan Basic English yang sangat baik dan kini sedang berlatih menjadi pengajar dengan sangat baik membantu Faiha melakukan dialog Berbahasa Inggris. Tak lupa, Alo pun berinisiatif merekam (link video terdapat di bawah).
Penulis berpikir bahwa anak anak seumuran Faiha itu punya peluang lebih cerdas berbahasa asing. Penulis sendiri baru belajar Bahasa Inggris sejak kelas empat SD. Itu pun tidak terstruktur, suka suka saja. Keunggulannya, ayah penulis memang pandai berbahasa Inggris dan Arab sehingga banyak buku buku asing yang bertebaran di rumah yang membuat penulis hampir tidak terbiasa menghapal kosa kata Inggris. Cukup dengan membaca saja, wawasan tentang dunia luar otomatis bertambah. Sayangnya, grammar (tata bahasa) penulis waktu itu tidak terstruktur. Nanti setelah agak sedikit dewasa baru mengerti bahwa apa yang penulis artikan semasa anak anak sebagian terbalik balik artinya. 😀
Bila Faiha dan anak anak semurannya terbiasa dengan buku ditambah dengan pemahaman struktur tata bahasa yang baik, tentu itu akan mempunyai loncatan belajar yang lebih berarti. Namun agar ia dapat tetap menikmati kelas belajar, tentunya struktur tersebut harus disesuaikan dengan tingkat kemampuannya memahami materi.
Kita biarkan saja anak anak membaca tanpa perlu banyak peduli dengan grammar dengan syarat apa yang dibaca harus dipahamkan artinya agar pemahamannya tidak terbalik balik seperti masa kecil penulis.
Bila begitu, bakat, kepercayaan diri dan mental kepemimpinan yang dimiliki Faiha dan anak anak lainnya akan berkembang pesat dan ilmu yang bermanfaat akan tersebar lebih maksimal di sekitar kita.
Zulkarnain Patwa
Pengajar Rumah Belajar Bersama
* Anda dapat menonton latihan dialog Faiha Rahman bersama Andi Alodia di sini:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02UdH1nCqz2m9ELyVbyqZ4pLHzNBbCLNCWJovgbDRBkwdroovkAFqHp6VYtibidvL7l&id=100023984421500&mibextid=Nif5oz
Andi Widya Maulidyah kini relatif tidak mendapatkan masalah yang berarti pada materi conditional sentences (terjemahan bebas: kalimat menghayal) mulai dari type 1, 2 dan 3, progressive (sedang berlangsung) dan basic mixed time (dasar percampuran waktu) yang baru saja ia pelajari. Hal ini karena ia menikmati, paham dan menuntaskan ribuan latihan tingkat Basic dan Pre Intermediate.
Kualifikasi yang bagus tersebut membantu Widya untuk dapat berpikir logis sehingga penjelasan yang diberikan dapat secara cepat ia kembangkan sendiri.
Ya, kalimat kalimat conditional sulit dijelaskan dalam Bahasa Indonesia karena tense (waktu dalam suatu kejadian pada kalimat) dalam Bahasa Indonesia agak berbeda dengan Bahasa Inggris. Widya terselamatkan oleh pemahamannya yang utuh tentang tenses yang secara apik telah diajarkan oleh Rifa’atul Mahmudah . Tenses inilah sebagai senjata pamungkas yang akan gunakan hingga sub materi adverbial clause ini tuntas.
Lalu, apa menariknya conditional sentences ini?
1. Kata ‘akan’ untuk dijelaskan kejadian di masa akan datang dapat digunakan untuk masa lampau. Makna dapat dipahami di conditional dan struktur dipahami pada past future tense.
2. Pendalaman tense terdapat pada two-concept event tidak mempertemukan waktu lampau (past) dan present (saat ini) dalam kalimat. Pada mixed time pada conditional, kalimat lampau dan saat ini dapat bertemu dalam satu kalimat yang dikenal dengan istilah effect.
3. Kalimat hayalan dan fakta saling terhubung dan punya kerangka struktur dan makna yang logis. Kalimat berbasis fakta dapat diolah menjadi kalimat menghayal dan kalimat menghayal pun punya basis fakta.
Sebagai tindak lanjut, soal soal TOEFL (Test of English as a Foreign Language) atau IELTS (International English Language Testing System) yang berhubungan dengan materi di atas akan diturunkan untuk menguji dan membuktikan tingkat kemajuan belajar. Apakah hayalan ini benar? Kita nanti nanti saja faktanya di masa akan datang.
Zulkarnain Patwa
Pengajar Rumah Belajar Bersama
Bulukumba, Jum’at 9 Juni 2023
* Siaran langsung menjawab soal Widya secara lisan pada conditional using progressive forms di sini:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=799797701714089&id=100023984421500&mibextid=Nif5oz
Kesempatan datang bagai awan berlalu. Pergunakanlah ketika ia nampak di hadapanmu. — Imam Ali bin Abi Thalib
Membimbing dua pelajar SMA (Sekolah Menengah Atas) menuntaskan buku Basic English Grammar karya Betty Schramper Azar dan Stacey A. Hagen berwarna merah adalah pengalaman pertama penulis menjadi pengajar. Yazdi dan Viqi, biasanya dipanggil Kembar. Mereka berhasil menuntaskan buku merah dalam kurun waktu 3 bulan. Ini memang hanya keberhasilan kecil, tetapi itu menjadi fondasi yang baik untuk menguasai keterampilan Bahasa Inggris yang lain, yakni listening, speaking, writing, dan reading.
Seperti kebanyakan proses, proses ini pun juga sama dimana perjalanan tidak selalu mulus. Starting point Kembar berangkat dari orang-orang yang minat belajarnya masih rendah dan lebih senang bermain game. Imbasnya, mereka akan belajar hanya pada saat di kelas. Hal ini sangat berpengaruh pada daya ingat yang cenderung lemah terhadap pelajaran karena tidak membiasakan diri melakukan pengulangan.
Ketika Kembar ditargetkan menamatkan buku Basic English yang tebal dalam tiga bulan. Hati mereka bergejolak apakah lanjut belajar atau tidak. Dan pilihannya adalah lanjut.
Kembar membawa karakter yang berbeda. Yazdi yang terstruktur, rapih, tekun, dan serius. Sayang, saat dorongan belajarnya menurun, dia kesulitan konsentrasi dan berimbas terhadap daya serap pelajaran yang melambat. Adapun Viqi orang yang fleksibel dan santai namun cenderung cepat berpuas diri saat mengerti pelajaran. Alhasil dia sering bermalas-malasan dan meremehkan tanggungjawab serta mengulur-ulur waktu. Meskipun demikian, munculnya persaingan mendorong mereka lebih giat mengerjakan latihan-latihan di buku merah karena ingin menjadi yang terdepan. Potensi persaingan inilah yang penulis kelola untuk meubah cara pandangnya terhadap belajar.
Dengan dibekali pengetahuan grammar dari buku merah dan penguasaan 16 tenses di luar kepala, itu sangat menguntungkan Kembar. Dari segi materi standar kurikulum pelajaran sekolah saat ini, penulis sebagai pengajarnya yakin bahwa Kembar sudah dapat menyelesaikannya. Bahkan untuk materi lanjutan intermediate dan advance sekali pun, mereka bisa masuk kategori teratas karena telah mempunyai pondasi yang kokoh.
Jangan pernah berpikir instant. Kerjakanlah tugas selembar demi selembar dengan tabah hingga akhirnya tamat juga.
Walaupun demikian, pengetahuan grammar tidak akan pernah cukup untuk memenuhi syarat agar lancar berbahasa Inggris. Yang namanya berbahasa tentu tidak lepas dari berbicara. Oleh karena itu, kami mengkombinasikan pengetahuan grammar dengan membiasakan membaca English textbook. Nah, ada salah satu buku yang cukup bisa menyeimbangkan kedua skill itu dalam konteks daily conversation yaitu Question and Answer karya L. G. Alexander.
Sejauh ini, Kembar tidak mengalami kerepotan menentukan jawaban yang tepat sesuai grammar. Selain itu, kemajuan paling signifikan nampak dari pengucapan English-nya yang sudah meningkat. Intonasi bicaranya juga perlahan membaik dan perbendaharaan kata pun bertambah. Penguatan pemahaman lisannya terolah berkat berbagai pola pertanyaan yang terdapat di buku itu.
Kembar berlatih membaca dan melafalkan (pronuncing) buku cerita berbahasa Inggris dan menjawab soal soal sebagai bukti pemahaman terhadap cerita. Agar lebih komprehensif, penulisan jawaban mesti sesuai dengan aturan grammar (tata bahasa).
Serunya belajar bersama mereka adalah mereka tidak sungkan beradu argumentasi dengan penulis. Jika penulis tanpa atau sengaja (often disengaja, heheh..) membelokkan jawaban yang tepat, baik saat momen mereka bertanya maupun saat review materi. Bagi penulis, ini merupakan poin plus dimana tindakan ini akan memperkuat long-term memory mereka karena otak terlatih untuk mengingat kembali informasi yang baru saja tersimpan dan yang sudah lama.
Tentunya, suasana kegembiraan belajar demikian tidak serta merta terbentuk. Seperti saat awal mereka mengerjakan buku merah, cara belajarnya cenderung pasif. Kembar menerima mentah-mentah penjelasan tanpa disaring terlebih dahulu. Ini bukan karena penulis mencitrakan diri sebagai sosok pengajar yang ditakuti alias “killer” melainkan sebagai teman yang dapat buat mereka lebih terbuka untuk bertukar pikiran. Sehingga, kelas menjadi hidup dengan komunikasi interaktif.
Upayakan untuk saling mendukung dalam belajar. Bukankah kemudahan itu tercipta bagi orang yang mau bekerjasama? Keep studying hard.
Kecerdasan memang advantage (Keuntungan) bagi yang dianugerahkan tetapi rasa suka akan belajar adalah privileged (keistimewaan). Advantage Kembar karena mereka terus melangkah yang berawal dari kesabaran menyelesaikan Basic English Grammar dan kemudian ke pre-intermediate. Kembar sedang menuju privileged dengan kesediaan diri untuk menghadapi tiap tantangan hingga tertanam rasa suka belajar atau bahkan candu terhadap belajar.
Mernissi
Pengajar Bahasa Inggris di Rumah Belajar Bersama
Anak anak ini kini menikmati bacaan ringan buku dalam Bahasa Inggris. Ini memang perjuangan panjang untuk membuat mereka suka membaca. Mereka telah mengerti untuk tidak bergosip saat sedang belajar.
Kini anak anak menjaga kekompakan dalam berbicara Inggris dan berusaha bicara Inggris dengan benar. Alhamdulillah!
Tapi jangan lupa, saat waktu keluar main, anak anak ini seolah tidak mau berhenti. Dianggapnya kelas belajar telah selesai.
Nikmatnya air putih itu setelah kita berpuasa sepanjang hari dan kemudian berbuka puasa. Air putih benar benar-benar sangat berharga untuk melepas dahaga kehausan.
Para penuntut ilmu pun mengalami banyak tantangan. Sering kali mereka terjatuh. Mereka tidak boleh meratapi pada kejatuhannya dan malas untuk berdiri tegak. Mereka harus segera bangkit dan berjalan berlari ke depan.
Apa menariknya hidup bila tidak ada tantangan? Apa menariknya buka puasa bila tidak menahan lapar dan haus? kesuksesan itu punya makna mendalam baik dalam hal hal mengharukan dan menggembirakan ketika ia punya cerita yang penuh dengan tantangan.
Para pelajar perlu tekuni saja minat dan bakatnya dari sekarang agar dapat menentukan arah yang tepat untuk meraih cita cita masa depan. Kalau perlu, anggap saja semua cobaan yang menghadang itu adalah puasa dimana waktu berbuka puasa pasti akan tiba. Kesuksesan menuntut ilmu juga demikian adanya.
Kwalitas sumber daya manusia teruji ketika ketika kita mampu mensinergikan segala potensi untuk mencapai suatu hal yang dicita-citakan. Setiap orang atau kelompok tertentu punya keahlian sesuai dengan bidangnya sehingga membangun komunikasi dan kerjasama menjadi mutlak perlunya agar target kemajuan lebih mudah tercapai.
Mensinergikan energi positif tersebut secara otomatis mempengaruhi dan menggerakkan sektor sektor yang lainnya sehingga mampu menekan laju pengangguran yang menjadi salah satu sumber masalah yang dihadapi rakyat Indonesia.
Pada conditional sentence (terjemahan bebas: Kalimat menghayal) ukuran pelajar SMA, dengan mudah Andi Widya Maulidyah memahami materi tersebut. Ia terkesima karena pelajaran basic English yang selama ini ia pelajari ternyata tidak membutuhkan waktu lama untuk mengerti sub materi adverbial clause, pelajaran tahapan intermediate.
Pikiran Widya mulai sedikit “terputar putar” saat memasuki variasi pada conditional sentence yang biasanya
Di sini lah penulis mengingatkan bahwa inilah pentingnya mengerti 16 tenses (bukan 12 tenses sebagaimana buku literatur berbahasa inggris). Dan Widya langsung merasa lega dan siap membahasnya secara detail tanpa butuh papan tulis (Sebenarnya sih butuh. Cuma spidol pergi entah kemana karena anak anak kecil yang SD suka memainkan spidol dan mengembalikan ke tempat semula).
Sebagai solusi, kita berdiskusi menggunakan pikiran logic sembari membayangkan dimana kalimat fakta dan kalimat menghayal diletakkan berdasarkan struktur tenses. Dan pada akhirnya Widya pun bergembira karena conditional pada progressive dapat ia selesaikan tepat pada jam kelas belajar selesai.
Foto pada kelas Bahasa Inggris.
Jum’at 26 Mei 2023
Tubuh dibersihkan dengan air
Jiwa dibersihkan dengan air mata
Akal dibersihkan dengan pengetahuan
Dan jiwa dibersihkan dengan cinta — Imam Ali bin Abi Thalib
Godwin, pelajar kelas 5 di SDN 2 Terang-Terang Bulukumba dinyatakan tamat buku latihan Basic English Grammar (tata bahasa Inggris) yang tebalnya lebih 550 halaman. Menurut Miss Azhmy Ahdar , guru kelas di Rumah Belajar Bersama, perjuangan ini Godwin lalui sekitar empat bulan.
Godwin dengan Campbell dari Amerika Serikat setelah acara diskusi berbahasa Inggris dengan para pelajar Rumah Belajar Bersama pada Mei 2023.
Kemampuan praktek bicara Godwin juga lumayan bagus. Hal ini terlihat dari kebiasaannya berbicara Inggris di kelas. Dan baru baru ini, kita mendatangkan tamu bernama Campbell dari Amerika Serikat. Sebagaimana lainnya, Godwin termasuk anak yang rajin angkat tangan untuk menanyakan berbagai hal yang terlintas dalam pikirannya.
Dengan perasaan bangga, hari ini Jum’at 26 Mei 2023 Godwin menerima kabar bahwa ia berhak masuk ke tahapan pre intermediate dan menerima materi lanjutan pada grammar, speaking dan pronunciation.
Selelah mendapatkan motivasi belajar English, sebagian pelajar foto bareng bersama Campbell termasuk Godwin yang berhasil tampil di depan dengan mengacungkan dua tangan.
Sebagai penyemangat, para guru pun telah menjanjikan bahwa bila Godwin lebih tekun lagi dan berhasil menamatkan buku buku tingkatan Pre intermediate, ia akan mendapatkan pelajaran TOEFL (Test of English as A Foreign Language) preparation.
Sebagaimana anak kecil kebanyakan, Godwin heran dan langsung bertanya, “Apa itu?” Kita terangkan bahwa itu adalah soal soal latihan buat mahasiswa yang mau lanjut S 2 atau sekolah ke luar negeri. Namun ia hanya mengerti bahwa TOEFL itu untuk sekolah ke luar negeri dan berharap bisa masuk kelas tersebut karena ia ternyata ia baru bilang bahwa dirinya bercita-cita sekolah di luar negeri.
Sebelum pulang Godwin menerangkan bahwa setelah ia selesai latihan jawab soal tulis, ia ingin membaca sambil bicara agar kemampuan speaking dan pronunciation-nya berjalan dengan seiring. Itu inisiatif yang bagus.
Anak anak yang lain di Rumah Belajar Bersama juga sedang berjuang dan sebagai bahan inspirasi, kita akan kabarkan kemajuan belajarnya agar energi positif belajar tersebar lebih luas.
Selamat buat Ayla alias Nabila Alamanda meraih juara 1 (satu) pada Kata (jurus) dan juara 2 (dua) pada umite (pertarungan) pada O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) di Kab. Bantaeng, Sul Sel (Sulawesi Selatan), Kamis, 25 Mei 2023. Prestasi tersebut mengantarkan Ayla mewakili Bantaeng untuk kompetesi tingkat Provinsi Sul Sel.
Ayla mewakili sekolahnya Pesantren Mts (Tsanawiyah) DDI Mattoanging, Bantaeng. Sebelumnya, Ayla adalah tamatan pelajar SDN (Sekolah Dasar Negeri) 10 Ela-Ela Bulukumba. Bakat karate terus berkembang karena tempat dimana ia sekolah selalu mendukung.
Dari arah paling kiri: Drs. H. Sirajuddin Kepsek (Kepala Sekolah) Mts DDI Mattoanging Bantaeng, Najamuddin., S. Pd., guru olahraga sekolah, Nabila Alamanda (Ayla)atlet karate sekolah, Fatmawati Patwa ibu Ayla dan Zulkarnain Patwa penulis.
Drs. H. Sirajuddin, Kepsek (Kepala Sekolah) Mts DDI Mattoanging Bantaeng mengungkapkan rasa syukur. “Terima kasih nak, mudah mudahan lebih bagus lagi di Provinsi Sul Sel”, kata Kepsek di ruangannya saat menyambut kepulangan Ayla di sekolah. “Mudah mudahan Allah SWT memberkati lagi lolos ke Senayan”, lanjutnya memberi motivasi.
Foto bersama di tempat tanding setelah Nabila Alamanda meraih dua gelar juara karate di Bantaeng. Sumber foto: Rumah Belajar Bersama, Kamis, 25 Mei 2025.
Sementara itu, guru olahraga sekolah Ust. Najamuddin, Spd., yang mengurus segala kelengkapan administrasi dan mendampingi Ayla akan mengatur cara agar pelajaran sekolah Ayla tetap berjalan lancar meskipun Ayla harus mengikuti TC (Traning Center–Pemusatan latihan) yang menjadi suatu kewajiban yang ditetapkan oleh para pelatih karate Bantaeng agar atlet lebih siap menghadapi kompetisi karate Provinsi Sul Sel yang kemungkinan diadakan pada Juli atau Agustus 2023 mendatangkan.
Overall, generasi kita tentu akan terus berkembang pesat melalui dukungan dan kerjasama segala pihak. Dan semua ini tidak lepas dari orang orang penting seperti, rekan rekan pelatih, orang tua, wasiat dan juri, pemerintah daerah dan semua rekan rekan pemerhati kemajuan karate.
Selama bertahun tahun, Lois terbiasa menjawab soal tanpa cakaran. Karena sekolah masih menerapkan soal essay yang membutuhkan cara kerja, kita pun beradaptasi agar semua berjalan normal.
Peraih juara 1 (satu) Olimpiade Matematika Kabupaten pada 2022 dan 2023 dari SDN 2 Terang-Terang ini telah kita perkenankan mempelajari Matematika SMP selama hal itu tidak memberatkan pikirannya.
Banyak pelajar yang berbakat seperti Lois tapi mereka merasa cukup aman saja dengan nilai yang sangat baik di sekolah. Mereka tidak ambil pusing dengan segala macam kejuaraan yang bertebaran di sekelilingnya. Padahal, potensinya sangat besar. Kita punya peluang karena mereka adalah kumpulan para pelajar yang giat dan mampu. Ukurannya jelas, nilai pelajaran Matematika sekolahnya lazim dapat nilai 9 (sembilan) dan 10 (sepuluh).
Para orang tua perlu memotivasi anak anaknya juga agar ikut kompetisi seperti Lois sehingga punya semangat belajar untuk lebih cepat maju, cara pandang dan keilmuannya bertambah luas dengan pesat.