Kategori: News

Berita terbaru dari Rumah Belajar Bersama

  • HUT RI ke 75: Pengibaran Bendera Bawah Laut di Bulukumba

    HUT RI ke 75: Pengibaran Bendera Bawah Laut di Bulukumba

    Bulukumba, RBB (17/8)—Genarasi 45 hanya mengenal hidup atau mati. Mereka berjuang dan merebut semua sehingga kita merdeka. Mereka lahirkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar. Jiwanya ini kita harus pelihara.

    Generasi 2020—khususnya para divers (penyelam)—di  Bulukumba merayakan HUT RI (Hari Ulang Tahun Republik Indonesia) ke 75 melalui pengibaran bendera di bawah laut pada kedalaman 12 meter oleh 13 orang divers di Bulukumba, tepatnya di laut Bira. Bagi mereka, HUT RI adalah momentum yang tepat untuk mengingatkan dan mengkampanyekan agar rakyat Indonesia tetap peduli menjaga keseimbangan alam bumi Indonesia.

    Para divers yang sedang berusaha membuat tiang bendera tegak meskipun dihempas oleh arus bawah laut. Sumber foto: Syamsul Jihad

    Menurut Syamsul Jihad, Tink Tank Diver Skansa (SMK 1) Bulukumba, “Kita membawa misi konservasi lingkungan; Tidak buang sampah ke laut, tidak menggunakan bomb ikan, illegal fishing dan tidak merusak terumbu karang. Begini cara kita membuktikan cinta tanah air kepada bangsa dan negara.”

    Ketika bendera merah putih bersiap siap untuk dikibarkan. Sumber Foto: Syamsul Jihad

    Sosialisasi peyadaran bersama ini sebenarnya bukan hanya untuk masyarakat di sekitar pantai tetapi juga buat semua karena sampah-sampah di gunung sekalipun berpotensi ke laut melalui aliran sungai.

    Adapun kelompok yang terlibat pada pengibaran bendera bawah laut ini adalah UPT SMKN 1 Bulukumba, Skansa Diving Club, Pinisi Diving Club, Panrita Lopi Diver dan Sonshoot Studio. Ke depan, haparannya lebih banyak lagi kelompok yang dapat terlibat.

    Survey Lokasi untuk menyambut Hari Pariwisata Dunia pada September 2020

    Setelah ritual pengibaran selesai, para divers ini menyempatkan survey lokasi untuk rencana penurunan “Barang Bekas” ke dasar laut di depan pulau Liukang. Andi Aryono yang juga Panitia Hari Pariwisata Dunia untuk 27 September nanti menjelaskan bahwa lokasi tersebut airnya jernih sehingga pasir terlihat dari atas perahu. Aryono mengatakan, “Air laut tanpa terumbu karang terlihat lebih jernih dan begitu pun sebaliknya terjadi pada air laut yang ditumbuhi terumbu karang”, jelasnya. Ia melanjutkan, “Kami pun melihat orang orang bersnokeling. Cocoklah untuk pengembangan pariwisata bawah laut”, katanya.

    Adapun Imbang Perdana Sair, Ketua Panitia Hari Pariwisata Dunia, yang menyaksikan langsung lokasi menjelaskan. “lokasi beberapa titik telah ditandai dan mengerucut pada penentuan satu titik spot. Untuk memastikan penetapannya, panitia akan mengadakan survey lebih lanjut dan traning camp yang diharapkan menghasilkan rekomendasi”, ungkapnya.

    Saat mereka tiba di darat, beberapa panitia ini bertemu dengan Marco dan Noori guna membahas tindak lanjut transplantasi terumbu karang. Terjadi kesepakatan berupa membuat artifisial buatan sebagai tempat menambat karang, membuat workshop dan praktek.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • HUT RI ke 75; Rencana Dialog Calon Bupati & Wakil Bupati Bulukumba 2020

    HUT RI ke 75; Rencana Dialog Calon Bupati & Wakil Bupati Bulukumba 2020

    Bulukumba, RBB (17/8)—HUT RI (Hari Ulang Tahun Republik Indonesia) ke 75 pada 2020 ini masih diselimuti teror Covid 19 membuat rekan-rekan di Rumah Belajar Bersama tidak melaksanakan agenda yang mengundang keramaian. Rekan rekan malam menuju 17 Agustus mendiskusikan tentang rencana Dialog Calon Bupati 2020. Surat undangan disertai TOR (Term of Reference)—gambaran wacana—disampaikan kepada pada tiap calon yang telah ditetapkan KPU (Komisi Pemilihan Umum) Bulukumba pada September nanti.

    Ini ide bermula bahwa setiap orang tua mempunyai hak suara dan tentu menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan yang layak dan berkwalitas. Untuk itu, setiap kandidat diharapkan perlu menjelaskan terobosannya jika ingin menarik hati orang tua pelajar (baca: pemilih) dalam menyikapi:

    1. Apa solusi belajar jika Bulukumba pada 2021 nanti masih dalam suasana Covid 19?
    2. Bagaimana membaca mutu kwalitas pendidikan Bulukumba saat ini?
    3. Bagaimana keberpihakan calon Bupati dan Wakil Bupati terhadap peningkatan kwalitas SDM (Sumber Daya Manusia) guru dan pelajar?
    4. Bagaimana cara mengukur bahwa Kadis (Kepala Dinas) Pendidikan yang akan ditunjuk itu benar-benar mengerti kurikulum pendidikan?
    5. Bagaimana mengatasi kesenjangan guru, terutama guru honorer yang gajinya 250 ribu/tri wulan?
    6. Bagaimana calon Bupati dan Wakil Bupati yang terpilih bisa menghilangkan like dan dislike (suka dan tidak suka) dimana tiba-tiba guru biasanya dimutasi?
    7. Bulukumba terkenal dengan pariwisatanya. Bagaimana calon Bupati dan Wakil Bupati mendesain pengembangan SDM Pariwisata?
    8. Pelajaran muatan lokal apa yang cocok dikembangkan di Bulukumba?
    9. Bagaimana calon Bupati dan Wakil Bupati memberikan perhatian pendidikan pada penyandang disabilitas?
    10. Setiap calon punya isu sentral dalam kampanye. Pada posisi nomor berapa kah isu pendidikan?

    Sekelumit pertanyaan ini masih bisa berkurang atau bertambah, tergantung usulan dari masyarakat dan kajian yang dilakukan secara mendalam. Tangal dan tempat pelaksanaan debat ini masih dalam pembahasan.

    Dialog ini nantinya tidak diperkenankan mengerahkan massa pendukung. Kita akan menayangkan secara live di berbagai macam media elektronik dan media sosial sehingga dapat ditonton secara langsung oleh rakyat Bulukumba dan juga akan diterbitkan di media cetak online dan surat kabar.

    Segera setelah sosialisasi kegiatan ini terbit, rekan rekan Rumah Belajar Bersama akan melakukan koordinasi dengan KPU dan Panwas (Pengawas Pemilu) Bulukumba untuk kelayakan acara.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Risma Aulia Udhar: Melejitkan Bakat Anak (2) Selesai

    Risma Aulia Udhar: Melejitkan Bakat Anak (2) Selesai

    Bulukumba, RBB (16/8)—Risma Aulia Udhar menikmati kesibukannya mengikutkan anaknya, Ahmad Faqiwh Dzakwan pada kegiatan Mengaji, Baca Puisi, Ceramah, Pidato dan Matematika. Mari kita lihat kesibukan Faqiwh dan ibunya yang selalu setia menemani.

    1. Mengaji di TPA Baeturrahiem, Kampung Loka oleh Ust. Tawakkal, Dosen Al-Ghazali.
    2. Ceramah di Dai Muda Bulukumba oleh Ust. Ikhwan Bahar.
    3. Puisi di Sanggar Seni Eppa Sulapa, Kampus Al Ghazali.
    4. Puisi di Teater Kampoeng oleh Om Dashraf.
    5. Pidato di rumah oleh kedua orang tuanya.
    6. Matematika di Rumah Belajar Bersama oleh Siti Satriana.

    Apakah kepadatan kegiatan ini tidak merenggut masa bermain anak? Tidak karena Faqiwh menyenanginya dan tetap punya waktu untuk bermain; baik bersama saudaranya ataupun rekan belajarnya.

    Pilihan belajar yang Risma lakukan ini didahului dengan penjajakan bakat dan potensi. Menurut Risma, sejak kecil Faqiwh itu hiper aktif banyak bicara, cerewetlah. Ia manfaatkan keaktifannya itu pada pidato, ceramah dan puisi. Faqiwh yang waktu itu masih berumur 7 tahun kemudian memperoleh momentum Hari Sumpah Pemuda pada 27 Oktober 2019 untuk menunjukkan kebolehannya berpuisi di hadapan khalayak ramai. Puisinya berjudul Bulukumba karya Musfirah Arifin mendapat pujian. Tepuk tangan meriah dari para penonton.  Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali berkata, “Saya bangga dengan kamu.”

    Pada tahun yang sama, Faqiwh kemudian ikut lomba Ceramah tingkat SD/MI (Madrasah Ibtidaiyah)  di Pesantren Babul Khaer. Menurut Risma, “Itu sebagai pembelajaran untuk pengalaman saja karena saat itu lawannya kelas 5 dan 6 SD sementara ia masih kelas 1 SD, baru lepas TK pada 2019”, katanya menyemangati.

    Pada 2020 di tengah teror Covid 19, Faqiwh yang sekarang ini telah berumur 8 tahun mengikuti Lomba Baca Puisi Daring  jenjang SD/MI Tingkat Nasional yang diadakan oleh Rumah Cermat di Jawa Barat. Saat ini Faqiwh terus melaju masuk dalam kategori 10 besar Se-Indonesia.

    Risma juga menjelaskan bahwa kemampuan Faqiwh ini erat kaitannya dengan SD 24 Salemba Bulukumba yang sangat peduli pada pengembangan minat dan bakat anak-anak. Pada tiap Jum’at pertama di awal bulan, SD 24 mengadakan Jum’at Bersahaja. Dalam artian, tiap anak boleh menyumbang apapun untuk ditampilkan di depan siswa-siswi sekolah. Dan Faqiwh sering tampil.

    Adapun mengenai literasi, sejak TK (Taman Kanak-Kanak), Faqiwh sudah bisa membaca. Karena ketertarikannya pada buku luar biasa, ibunya pun banyak menyediakan buku-buku pengetahuan umum di rumah. “Ia kurang tertarik pada cerita anak tapi ia suka mengenal tokoh tokoh dunia dan sirah nabawiyah (Kisah hidup rasul)”, kata Risma.

    Sedangkan tentang cita-cita ke depan, Faqiwh masih dalam tahapan penjajakan. Ibunya pun menyampaikan bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan. “Saya tidak pernah menekankan pada anak mau jadi apa. Cukup biarkan saja kebiasaan baiknya berproses dan mengalir”, tutupnya.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Risma A. Udhar: Menginspirasi Anak-Anaknya Rajin Belajar (1)

    Risma A. Udhar: Menginspirasi Anak-Anaknya Rajin Belajar (1)

    1. Bulukumba, RBB (16/8)—Orang tua adalah kunci utama keberhasilan anak. Inspirasi kali ini dari orang tua pelajar bernama Risma Aulia Udhar. Di tengah kesibukannya sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil di Dinas Perikanan dan Kelautan Bulukumba, hal ini tidak membuatnya luput untuk terlibat secara langsung dalam mengembangkan bakat dan pendidikan anak-anaknya. Ini kami baca dari keaktifannya menyebarkan info pendidikan anak di jejaring sosial pribadinya membuat kami tertarik mengenalnya lebih dekat.

    Untuk pendidikan non formal, Risma memilih lembaga yang ia yakini bukan hanya karena lembaga itu sudah terkenal sejak lama tapi juga karena kwalitasnya memang dapat diandalkan. Pilihan pendidikan anak-anaknya jatuh pada Rumah Belajar. Menurut Risma, “Banyak anak anak dari teman temanku berhasil di kelas Baca Tulis dengan baik”, kata ibu 3 (tiga) anak ini.

    Meskipun ia begitu semangat mengantar anaknya mengantar untuk mengikutkan pada kegiatan bermanfaat, ia sangat tahu kebutuhan yang utama yang harus didahulukan. Ia menjelaskan, “Sebenarnya anakku dulu (baca: 2019) pernah di Rumah Belajar cuma ia kepadatan jadwal; sekolah, ikut saya ke kantor, mengaji, puisi, dan Rumah Belajar. Anak saya lelah. Saat ada wabah Corona, anak-anak saya sudah tidak terlalu sibuk, tidak ke sekolah. Rumah Belajar  buka kelas, ya saya masukkan kembali ke sini. Sekarang, Ahmad Faqiwh Dzakwan berumur 8 tahun ikut kelas Matematika dan Adelia Dwy Rayhanah berumur 5 tahun ikut kelas Baca Tulis.”, terangnya.

    Mengenai kemajuan belajar yang dicapai, Risma menjelaskan, “Faqiwh itu dulu hanya bisa penjumlahan. Setelah di Rumah Belajar, saya heran, kok anak ini bisa ya perkalian. Hampir tiap pertemuan ada saja progress (kemajuan). Sekarang ia sudah bisa penjumlahan ribuan dan itu luar biasa”, katanya jujur. “Sedangkan Adelia pada Baca Tulis, ia tidak ada dasar sama sekali . Sekarang ia sudah bisa membaca gabungan suku kata dan masuk pada pelajaran bagaimana membaca huruf mati pada kata”, tambahnya.

    Mengenai cara mendidik di rumah, Risma melanjutkan bahwa kemajuan itu karena ia menanamkan kebiasaan belajar yang ia tanamkan sejak anaknya Faqiwh masih TK (Taman Kanak-Kanak). “Anak pertama adalah motivasi awal supaya buat adik-adiknya bisa mengikut ke kakaknya. Saya pun menghadirkan permainan yang bersifat edukatif, menyiapkan bahan bacaan dan membatasi tontonan. Saya selalu mendampingi dan memonitoring PR (Pekerjaan Rumah) yang diberikan dari tempat belajarnya”, katanya meyakinkan.

    Sebagai penutup, Risma melanjutkan bahwa dirinya sebagai orang tua harus pro aktif, peduli dan jeli melihat tumbuh kembangnya anak-anak. Jadi bukan hanya proses belajarnya tapi bagaimana mereka bersikap dalam kehidupan sehari-hari.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Sumbangan Barang Bekas untuk Spot Diving Terbaru

    Sumbangan Barang Bekas untuk Spot Diving Terbaru

    Bulukumba, RBB (15/8)—Pernahkah Anda membayangkan barang bekas yang dibuang itu jadi barang berharga? Sebegitu bernilainya, pada saat rapat Panitia Menyambut Hari Pariwisata Dunia membahas tentang material yang dapat diturunkan ke laut, para panitia mengusulkan untuk menyurati BPKD (Badan Pengelola Keuangan Daerah) dan Instansi Non Pemerintah (baca; swasta) di Bulukumba dan sekitarnya agar berkenan menyumbangkan barang bekasnya untuk destinasi spot wisata bawah laut terbaru di Bira. Diskusi yang hangat ini di ruang Kepala SDM (Bidang Sumber Daya Manusia) di Kantor Dinas Pariwisata (Dispar) pada Sabtu, 15 Agustus 2020.

    Mendengar pembahasan tersebut, Aslinda menawarkan rangka motor Vespa milik keluarganya yang tidak terpakai lagi. Ia menunjukkan foto barang tersebut dan disenangi oleh seluruh peserta. “Silahkan datang mengambilnya”, kata Linda yang juga pengawai Dispar. Panitia dengan sigap menyanggupi untuk menjemputnya.

    Jiad, Ketua Bidang Logistik, menyatakan bahwa bidangnya siap memodifikasi Vespa ini dengan memasang stir dan tempat duduk yang nyaman agar tampak menarik menjadi tempat berfoto bawah laut nantinya. teamnya ini pun akan dibantu oleh rekan rekan SMK 1 Bulukumba—tempat dimana Jiad mengajar.

    Adapun Imbang, Ketua Panitia, menegaskan pengharapannya kepada seluruh panitia bergerak aktif mensosialisasikan kegiatan rencana destinasi spot diving ini dan penanaman terumbu karang yang puncak pelaksanaannya pada 27 September 2020. Agar barang bekas terbuang itu lebih berguna, Ia pun meminta agar sosialisasi kegiatan ini dilakukan secara massif (berkelanjutan). Untuk itu, kepada seluruh pembaca yang ingin berpartisipasi, silahkan bergabung, termasuk menyumbang barang bekas Anda untuk diturunkan ke dasar laut.

    Zulkarnain Patwa
    Pantia Hari Pariwisata Dunia
    Anggota Pinisi Diving Club
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Rumah Belajar & Isu Lingkungan

    Rumah Belajar & Isu Lingkungan

    Isu Lingkungan Memanglah sesuatu yang harus senantiasa kita bicarakan.
    Kenapa? karena pada kenyataan keseharian kita sadar atau tidak, kita selalu membuat sampah dari setiap pemakaian kita akan sesuatu, baik itu Sampah Organik yaitu kulit buah-buahan dan lain-lain, begitu juga sampah non Organik, yang biasanya adalah pembungkus makanan, kantong plastik, botol minuman dan sebagainya.

    Mengapa Penting?
    Lingkungan kita haruslah bersih dari segala polusi, karena pada era sekarang ini, makanan instan akan selalu meninggalkan jejak pembungkus, dan itu plastik.
    Diberbagai temuan,ber macam penyakit itu muncul dan tumbuh ditengah masyarakat kita yang sebagian besar dikarenakan karena lingkungannya kurang bersih dari sampah, juga masih sangat kurang sadarnya kita akan lingkungan yang steril dari segala sesuatu yang kita konsumsi.

    Rumah Belajar Bersama hanyalah merupakan wadah belajar yang setidaknya memberikan ruang interaksi pengetahuan yang tidak hanya fokus pada bahasa Inggris, Matematika, namun isu lain juga mesti kita angkat Sebagai referensi adik-adik kita sebagai wacana dasar dalam pikiran mereka akan begitu pentingnya sadar lingkungan.

    #RumahBelajarBersama
    #IndoOcean
    #Pendidikan

  • Bhs. Inggris: Berpura-Pura menjadi Guru

    Bhs. Inggris: Berpura-Pura menjadi Guru

    Bulukumba, RBB (14/08)—Pada pembahasan buku Basic English Grammar, tiap pelajar maju menjelaskan isi yang penting pada Bab I di depan rekan-rekan kelasnya. Seseorang berpura-pura menjadi guru sementara yang lainnya seolah-olah tidak mengerti sehingga harus bertanya untuk mengetahui. Karena peserta kelas pre-intermediate ini hanya 3 orang, ada cukup banyak waktu untuk praktek secara bergiliran.

    Yang mendapat tugas paling utama adalah Fadel. Ia telah menegrti cara membagi sub-sub bagian materi dan memberikan beberapa contoh kalimat pada tiap pembahasan. Kesulitan yang ia hadapi adalah  cara menjelaskannya masih sering menghadap dan berbicara ke papan tulis, bukan rekan kelasnya. Kelebihannya, ia mampu menjawab semua pertanyaan rekan kelasnya dengan benar.

    Hanifah yang berpura-pura menjadi guru kelas.

    Adapun Hanifah dan Alodia masing-masing diberi kesempatan menerangkan materi penting yaitu pada “negatif dengan be, singlular noun and plural noun, constractions, dan be + place.”  Kelemahannya adalah terkadang tidak diperhatikan saat menjelaskan.

    Alodia yang juga berpura-pura menjadi guru. 😀

    Target yang ingin dicapai pada pembelajaran kali ini bukan lagi pada penguasaan materi tapi lebih pada cara menumbuhkan kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Matematika dengan Cara Bermain

    Matematika dengan Cara Bermain

    Bulukumba, RBB (14/08)—Kelas Matematika di Rumah Belajar Bersama tidak sepenuhnya identik dengan hitungan.  Bila anda datang bersilaturahmi, justru suasana bermainlah yang anda sering temukan terutama kelas didikan Master Awal Fajri.

    Awal memang telah lama berjuang merubah persepsi orang terhadap Matematika. Menurutnya, bila yang dididik anak-anak, tidaklah mengapa bila guru menjadi anak-anak juga. Ia pun membuktikan pendapat yang diyakininya ini. Di sela-sela waktu keluar main, para pelajarnya memintanya untuk bermain domino. Ia pun dengan riang gembira turut terlibat. Karena nomino juga ada hitungannya, sesekali ia sisipkan cara-cara berhitung yang benar dan efektif.

    Bagaimana tanggapan Anda terhadap cara mendidik ini?

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Bahasa Inggris: Melatih Kepercayaan Diri Berbicara

    Bahasa Inggris: Melatih Kepercayaan Diri Berbicara

    Bulukumba, RBB (14/08)—Kelas Bahasa Inggris kategori pre-intermediate malam ini belajar tentang bagaimana cara tampil percaya diri berbicara dalam Bhs. Indonesia dan Inggris. Mereka unjuk kebolehan secara bergantian.

    Alodia terlebih dahulu bercerita tentang “A good Book” (Sebuah buku yang Bagus) dan Hanifah kemudian menceriterakan “In a Departement Store” (Di Sebuah Toko). Penampilan mereka ini lebih baik dari sebelumnya karena telah sangat yakin terhadap penguasaan materi. Alodia mengatakan, “Saya lebih sedikit tenang dan tidak gugup karena latihan di rumah dan paham isi cerita namun mimik dan gerakan tanganku masih kurang. Baru dua sampai tiga kali saya sanggup menggerakkan tangan”, katanya jujur.

    Explaining “A good Book.”

    Hal senada dialami rekan kelasnya. Hanifah menjelaskan, “Sebelum hadir di kelas, latihan di rumah sangat membantu saya untuk mampu menyampaikan apa yang saya pikirkan. Saya butuh latihan yang banyak agak lebih mahir”, ungkapnya.

    Sebagai langkah tindak lanjut, guru kelasnya memberinya lagi PR (Pekerjaan Rumah) yang sama tapi materi yang berbeda dengan menganjurkan untuk berlatih berbicara di depan cermin di rumah masing-masing. Supaya lebih mudah, praktek latihan terlebih dahulu dalam Bhs. Indonesia. Setelah merasa lebih baik, latihannya dalam bahasa Inggris.

    Kelebihan dan kekurangan mereka akan diketahui pada pertemuan berikutnya di hari Senin, 17 Agustus 2020.

    Bersambung…

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

     

     

     

  • Kelas Matematika

    Kelas Matematika

    Pelajar matematika kelas malam ini mempelajari, Mengubah bentuk pecahan ke bentuk lain.
    Blk, 14-08-2020