Dua orang bersaudara yang waktu pulang sekolahnya aktif dengan kegiatan. Tita dan Zhah telah mengikuti dua kelas sekaligus; Bahasa Inggris dan Matematika. Itu adalah cara praktis yang membantunya menyelesaikan persoalan sekolah. Orang tuanya tidak repot lagi memikirkan PR (Pekerjaan Rumah).
Miss Ulfi, guru kelas Matematika, terlebih dahulu menekankan Matematika Dasar sembari membantu menyelesaikan pelajaran sekolah. Dengan kesabaran dan ketekunan, hal itu mengantarkannya Tita sampai pada pembelajaran tingkat Persamaan Liniar, Aljabar dan Garis dan Sudut, pelajaran SMP. Sedangkan Zhah, anak kelas 4 SD tidak kerepotan lagi materi KPK, Pecahan, Panjang dan Berat. Kendala mereka terletak pada cara menjawab pembagian puluhan dengan cepat namun Miss Ulfi percaya hal ini bisa diatasi dengan sering memberikan latihan di sela-sela pembelajaran, waktu yang relatif santai.
Pada Bahasa Inggris, Tita memilih Grammar (Tata Bahasa) yang berguna untuk jawab-jawab soal sekolah. Sedangkan Zhah memilih Reading (Bacaan) untuk mengasah kemampuan berbicara dan cerita cerita berbahasa Inggris. Perbedaan pilihan ini sebenarnya dapat mereka gunakan untuk saling mengisi di rumah. Tapi ya, namanya juga anak anak, keduanya masing-masing sibuk dengan urusannya sendiri sehingga kami di RBB (Rumah Belajar Bersama) mengajak mereka untuk saling support dalam berbahasa Inggris.
Karena waktu belajar mereka hingga dari siang hingga jelang Maghrib, sebelum pulang, kami meminta waktunya sejenak untuk pendalaman pembelajaran. Beruntung orang tuanya yang menjemput bersedia menanti sedikit lebih lama dan kedua anak ini juga mau untuk mendapatkan pelajaran tambahan. Mereka tahu bahwa target belajar yang dicapai adalah kapasitas ilmu yang berguna melebihi pelajaran sekolah. Untuk itu, beberapa pelajaran yang belum berhubungan dengan pelajaran sekolahnya diberikan.
Mempelajari Matematika dan Bahasa Inggris oleh kedua orang bersaudara ini adalah pilihan yang tepat. Kita tahu, itu momok menakutkan bagi kebanyakan pelajar sekolah. Mereka biasanya membawa setumpuk persoalan sekolah dan selesaikan dengan banyak berdialog dengan guru guru kelas. Selebihnya, waktu dunia anak yaitu bermain mereka dapatkan untuk melepaskan rasa lelah selama berada di RBB.
Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Senin, 20 April 2026

Tinggalkan Balasan