Anak anak akan sangat senang bila mereka belajar sesama rekan akrabnya. Komunikasi dalam bentuk percakapan yang sesuai standar tata bahasa dipraktekkan dengan model tanya jawab berbahasa Inggris dunia menjadikan dunia belajarnya lebih hidup. Itu adalah tindak lanjut dari hasil jawab soal soal percakapan yang telah mereka selesai kerjakan.
Setiap anak akan saling bertanya dan saling menjawab. Pembiasaan ini tidaklah mesti harus dilakukan dengan menghapal. Membaca saja itu sudah cukup asalkan itu sering diulang-ulang. Pada akhirnya, anak anak paham dan dengan sendirinya menghapal pelajarannya tanpa harus menghapal.
Menggunakan kosa-kata yang dipakai dalam percakapan sehari-hari itu mudah. Untuk mendapatkan standar yang lebih tinggi tanpa menghilangkan kosa kata percakapan sehari-hari tersebut dapat dibentuk dengan memberikan pola-pola kalimat yang sesuai standar akademik sehingga pengetahuan tersebut akan sangat berguna di sekolah atau universitas nantinya. Lebih lanjut, pelajar kita otomatis punya bekal dalam menulis dalam Bahasa Inggris.
Tantangan kita selanjutnya adalah bagaimana para pelajar kita terbiasa dengan buku bacaan berbahasa Inggris. Kita memerlukan bahasa asing itu sebagai alat pengetahuan di mana para pelajar mudah mengakses pemikiran orang luar yang kemudian dapat kembangkan sesuai lingkungan dan kebutuhannya. Sebagai alat komunikasi, itu baik saja tapi bukankah kita dapat melakukan yang lebih baik? Untuk itulah kami menempuh gerakan membumikan literasi.
Anak anak yang bahagia belajar sesama rekannya yang akrab akan lebih mudah untuk saling berbagi gagasan dari hasil pembelajaranya. Karena mereka belajar dengan cara yang benar, bukan hal mustahil mereka bisa memperbincangkan pengetahuan hal hal yang baru di luar dari prediksi kita. Karena itu, pembiasaan percakapan yang berisi tanya jawab yang mengembangkan wawasan berpikir sangat penting untuk selalu dimasukkan dalam pembicaraannya.
Zulkarnain Patwa
Bulukumba, 23 April 2026

Tinggalkan Balasan