Menyambung Lidah dan Logika dalam Berbahasa Inggris

Kesuksesan yang bermakna ganda terjadi pada orang yang gagal dan segera bangkit kembali untuk berjuang. Dia belajar mengapa gagal, menemukan jawaban pertanyaan atas kegagalannya dan bertindak untuk memperbaikinya, tidak mengikuti alur yang gagal itu lagi. Pada pembelajaran pemahaman kalimat paling sederhana yaitu simple present pada bahasa Inggris yang sulit dimengerti melalui contoh kalimat saja ditindaklanjuti dengan percakapan. Ini sedikit mendapatkan titik terang. Para pelajar yang masih belum mengerti sedikitnya membiasakan bercakap menggunakan kalimat yang benar dalam bertanya dan menjawab.

Pengembangan selanjutnya pada game. Guru memberikan kalimat dalam bahasa Indonesia di mana para pelajar berlomba untuk menjawab. Untuk mengatasi pelajar yang berpikir malas, sekedar datang saja ke kelas, dan membuat yang rajin berkesempatan menguji kecerdasan, aturlah dibuat: hanya pelajar yang bisa menjawab lima soal lisan dengan benar yang boleh pulang. Yang tidak bisa, tinggal di kelas hingga mampu menjawab dengan benar sebagaimana yang pintar—aturan berlaku umum.

Pada awalnya, pelajar yang pintar saja yang berlomba-lomba mengangkat tangan dengan penuh percaya diri yang berani. Perlahan tapi pasti, pelajar lainnya pun mengikut terutama ketika mendengarkan soal yang terasa mudah bagi mereka. Soal yang rumit dan mudah sengaja dicampur aduk oleh guru agar menciptakan suasana penasaran, rasa ingin tahu yang tinggi. Permainan mencerdaskan ini dibuat diakhiri dengan suasana hati yang lega: semua pelajar bisa pulang ke rumah.

Sebuah pendekatan lain bagi pelajar yang mengikuti kelas tambahan, dua orang berdialog secara berpasangan dengan membaca lembaran percakapan. Kemudian, repetisi dibuat lagi. Pelajar yang bertanya boleh membaca teks, sedangkan pelajar yang menjawab tidak membaca teks, mengandalkan ingatan dan kemampuan mengingat soal karena jawaban sesungguhnya tertera pada soal dengan sedikit perubahan kata saja. Ini dilakukan secara bergantian sehingga keduanya mempunyai kesempatan yang sama: membaca teks dan tidak membaca teks.

Alika, pelajar kelas 2 SMP, anak yang sesekali masih membutuhkan terjemahan bahasa Indonesia dalam menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris. Ia mengaku bahwa dirinya masih kesusahan dalam mengingat kosakata, utamanya kata kerja. Faika, kelas 4 SD, pasangan Alika membantu mengucapkan arti pertanyaan tanpa memberitahu kosakata Inggris kecuali Alika menyerah. Paling akhir pelajaran, Alika berkata, “Saya sudah tahu caranya.”

Kemudahan itu tidak dengan sendirinya hadir. Ia adalah buah dari hasil perjuangan. Alika dilatih berpikir mandiri dengan berusaha mengingat. Karena ia terus berusaha, ia pun akhirnya mengerti cara bercakap menggunakan simple present—sesuatu hal yang sebenarnya ia telah pelajari di kelas grammar (tata bahasa).

Grammar dan speaking (berbicara) harus saling terhubung. Kelasnya memang lebih baik terpisah dengan alasan pelajar bisa fokus pada satu hal yang diminati. Sayangnya, sebagian orang mencari kekurangan, membenturkan dan saling menjatuhkan dengan keunggulan masing-masing. Kenapa mereka enggan berpikir untuk saling melengkapi? Kekurangan kelas grammar yang tidak terbiasa bicara, melainkan terbiasa menganalisis soal-soal dilengkapi dengan speaking dan kekurangan speaking yang bicaranya tidak teratur, lebih tepatnya tidak terstruktur diatasi dengan grammar. Keduanya penting dipelajari. Bagi pelajar yang mempunyai kesempatan yang cukup bisa mempelajari kedua-duanya secara langsung dan yang mengalami banyak keterbatasan bisa terlebih dahulu memilih salah satu yang diminatinya dan melanjutkan pada bagian lainnya pada kesempatan berikutnya.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, 6 Oktober 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Berlian Murahan, Pikiran Manusia yang Membuatnya Mahal

Berbagi wawasan pronunciation (pengucapan) kepada orang dewasa, remaja dan anak-anak itu bukan gampang-gampang susah, tetapi…

1 hari ago

Karena Anak-Anak, Kreativitas Lahir: Penyederhanaan Metode 40

Dari dunia anak-anak, kita dapat belajar cara menyederhanakan masalah. Anak-anak memang peniru yang ulung, namun…

2 hari ago

Meneladani Habibie dalam Menghadapi Kerumitan

Kerumitan itu adalah sesuatu hal yang selalu dihindari. Namun, menghindari kerumitan bukanlah menyelesaikan masalah, malahan…

3 hari ago

Bukan Pelajar Bahasa Inggris yang Bodoh

Ketakutan para pelajar pada bahasa Inggris seringkali muncul hanya karena gurunya kaku, tidak pandai memecah…

4 hari ago

Mencetak Pelajar Kelas Dunia Melalui Rumah Belajar

Kekhawatiran orang tua pada anak yang mempelajari tenses tidak lancar berbicara itu mempunyai alasan yang…

4 hari ago

Teror Pencerdasan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris ataupun bahasa asing apapun juga pasti terasa asing dilidah bila tidak dibiasakan. Mengulangi…

5 hari ago