Seorang legenda lahir dari perjuangan yang panjang. Muhammad Ali pernah mengatakan bahwa orang terkenal karena tinju. Apakah Ali terkenal karena tinju? Menurutnya, dialah yang membuat tinju itu terkenal. Popularitas olahraga tinju itu sendiri meroket ke seluruh dunia karena persona dan kehebatannya baik di dalam ring tinju maupun di luar. Pernyataan ini sangat berani dan dia tidak pernah mengeditnya. Tahu kenapa? Karena ia berlatih dengan sangat giat, tetapi keinginannya lebih kuat daripada latihannya. Dia pun tidak takut ancaman penjara ketika dirinya dan sebagian besar rakyat Amerika Serikat menentang keterlibatan Amerika pada perang di Vietnam. Dia tidak kenal menyerah pada apa yang dia yakini.
Hollywood Walk of Fame (Jalur Ketenaran Hollywood) menempatkan nama Muhammad Ali sebagai satu-satunya nama yang terpampang di dinding, bukan di lantai sebagaimana tokoh-tokoh besar dunia. Nama ‘Muhammad’ yang melekat pada Muhammad Ali adalah kehormatan, tidak boleh diinjak oleh siapa pun. Itu adalah harga diri, prinsip, dan kehormatan yang diraih lewat keteguhan sikap.
Masa-masa belajar dengan menyenangkan di RBB Tanete telah berjalan normal. Kini saatnya menaikkan kualitas belajar mereka. Kalimat pada perubahan tenses terus diperdalam oleh Fajar Hamzah (Mr. Ancha). Dengan wajah berseri dan terlihat percaya diri, para pelajar pun terlihat makin berani tampil mengutarakan tenses di luar kepala dengan modal ‘kotak kosong’, sekadar untuk mengetahui tenses apa yang mereka akan setor saat siaran langsung di media sosial. Mereka menjebol ketakutan berbicara dan penyampaian pembicaraan dengan struktur yang benar.
Kesungguhan belajar ini terus bertambah setelah Mr. Agung Pratama Salassa hadir memberikan ujian tertulis—pertemuan belajar sebelumnya, mereka juga mendapatkan ujian tertulis. Tujuannya agar ujian yang seringkali dianggap menakutkan itu biasa saja bagi mereka. Lagi pula, target nilai yang ingin dicapai di atas 90 persen benar sehingga bahasa Inggris itu dapat berfungsi dalam dunia akademis.
Jadi, jangan heran bila para pelajar yang jago speaking dan benar dalam menjawab soal tulisan masih bisa dapat nilai nol hanya karena salah dalam menempatkan tanda baca koma, tanda tanya, dan titik. Inilah pembinaan mental. Mr. Agung tahu bahwa kebiasaan tidak menulis dengan huruf kapital pada awal kalimat disebabkan tidak disiplin saat menulis dalam bahasa Indonesia dan kemudian berefek pada bahasa Inggris. Oleh karena itu, jika kebenaran menulis dalam bahasa Inggris telah dibiasakan, itu pasti berefek ke dalam bahasa Indonesia karena kedua bahasa ini sama-sama menggunakan alfabet Latin dan mempunyai banyak kemiripan dalam peletakan tanda baca.
Dengan penerapan aturan yang ketat ini, Miss Fathy Cayadi berkata, “Dengan jumlah soal yang lumayan banyak dan variatif, banyak pelajar yang tegang, tetapi bukan berarti mereka menyerah karena mereka berpikir mestinya bisa mendapatkan nilai bagus setelah sanggup pada latihan lisan.” Kontradiksi yang terjadi dalam diri para pelajar ini layaknya upaya membangun mentalitas juara layaknya Muhammad Ali: kedisiplinan tinggi, tekad yang kuat, dan keberanian untuk menghadapi tantangan.
Senada dengan hal itu, B. J. Habibie mengatakan, “Harus selalu konsisten dalam menekuni suatu disiplin ilmu yang Anda pelajari. Karena dengan konsisten, Anda bisa seperti saya.” Andi Widya Maulidyah, alumni RBB Bulukumba dan sekarang menjadi mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), mencatatkan namanya sebagai juara 1 pada Grammar Hacks Competition at English Fair, 2026. Hal itu karena sejak SD ia belajar bahasa Inggris. Selama masa SMP dan SMA, ia tidak pernah juara. Ia tahu kualitas dirinya sangat baik dan hanya butuh waktu bertarung di tempat yang tepat. Ia terus berjuang hingga ia menjadi satu-satunya mahasiswa baru yang mengalahkan seluruh mahasiswa senior yang berkompetisi di universitas, best of the best (terbaik dari yang terbaik).
Para pelajar bisa mengikuti jejak orang sukses dengan memetik pelajaran dari perjalanan hidup mereka. Selama pelajar RBB Tanete juga menapaki jalan para juara hebat itu, suatu saat mereka pasti akan membuktikan hal dahsyat juga.
Zulkarnain Patwa
Bulukumba, 13 September 2026
Kalau Anda menjawab satu pertanyaan, Anda menemukan satu jawaban. Tetapi, kalau Anda rajin bertanya, Anda…
Pembelajaran di akhir minggu diupayakan sesantai mungkin. Ini semacam 'hadiah' kecil karena pada minggu-minggu sebelumnya,…
Alika and Faika practiced speaking English together for a long time—almost forty minutes. They chose…
Sebuah percakapan berbahasa Inggris secara terstruktur telah dikerjakan oleh Alika dan Faika. Waktunya lumayan panjang:…
Every time he reads seriously, his hands shake. His English reading is also hesitant and…
Setiap kali membaca dengan serius, tangannya gemetar. Bacaan berbahasa Inggrisnya pun terbata-bata, tetapi satu hal…
Leave a Comment