Lompatan Logika Berpikir

Pembalikan Logika dalam Bahasa
Mengubah kalimat active voice ke passive voice mudah bagi yang mengerti tenses (active voice), tetapi mengubah dari passive voice ke active voice, itu jauh lebih sulit. Padahal, jika diperhatikan, cukup membalik cara berpikir. Lalu apa masalah?

Kebiasaan pelajar adalah terlebih dahulu mempelajari active dan itulah cara terbaik. Tatkala tiba-tiba diminta mengubah passive ke active dengan kalimat yang berbeda: simple past pada passive voice ke present perfect pada active voice, banyak pelajar pemula yang kewalahan—tidak peduli anak-anak atau dewasa, sama saja. Setelah sering praktik lisan, kesulitan pun terlewatkan.

Konsistensi
Penulis belajar dari proses yang dilalui Adeeva, anak kelas 4 SD. Pelajaran passive voice ke active voice ia lakukan hampir dalam sebulan, setiap kali datang belajar di Rumah Belajar Bersama (RBB), ia berlatih. Sekarang, ia sudah bisa mengubah kalimat passive ke active ataupun sebaliknya tanpa melihat catatan.

Orang mungkin berpikir bahwa Adeeva anak yang memang pintar bisa mempelajari materi bahasa Inggris yang tidak diajarkan di SD. Penulis malahan punya pendapat yang berbeda. Sebelum Adeeva fasih, anak-anak yang tekun berlatih juga punya kemampuan yang sama dengan Adeeva. Kepintaran itu adalah hasil usaha dari pembiasaan belajar. Orang yang dicap pintar bila malas, mereka akan tertinggal.

Lingkungan dan Kreativitas
Hal lain yang mempengaruhi adalah lingkungan belajar. Para guru yang punya kreativitas berpikir mengetahui kemampuan pelajarnya yang memungkinkan mendapatkan pelajaran yang di luar kebiasaan. Para pelajar berbakat yang menjadi target sasaran guru pun merasa tertarik dan tertantang mempelajari hal-hal yang baru. Pertemuan gagasan inilah yang konsisten dijalankan hingga terwujud loncatan pembelajaran yang dianggap cenderung tidak bisa terbukti bisa.

Olimpiade
Para pelajar tersebut dapat didorong untuk kompetisi olimpiade bahasa Inggris untuk lebih memotivasi dirinya dalam belajar. Soalnya, pelajaran sekolah terlalu sederhana buat mereka. Bila mereka tidak dibuatkan tantangan, mereka cenderung bersantai belajar karena menganggap tidak ada yang sulit di sekolah.

Faika, rekan kelas Adeeva di RBB, mengatakan, “Kalau ujian semester di sekolah, saya tidak belajar.” Terdengar arogan tapi sebenarnya tidak. Komentar anak kelas 3 SD ini adalah hal yang wajar mengingat ia adalah anak yang pernah meraih emas pada Olimpiade Bahasa Inggris. Soal ujian semester sekolah bukan lagi masalah buatnya. Yang ia pikirkan adalah bagaimana ia mampu mempelajari sesuatu yang baru untuk persiapan olimpiade berikutnya.

Kedua anak tersebut sengaja dibuat akrab agar mereka saling mengisi, bukan kompetisi. Maksudnya pelajaran yang tidak dipahami Faika dapat ia tanyakan ke Adeeva dan Adeeva pun melakukan hal yang sama. Ikatan perkawanan menumbuhkan rasa ingin tahu, bukan sekadar rekan bermain. Selain itu, saat olimpiade nantinya, mereka berada di kelas yang berbeda karena tingkat kelas mereka di sekolah berbeda: Faika kelas 3 dan Adeeva kelas 4.

Kolaborasi
Dalam waktu dekat ini, mereka akan mengikuti olimpiade bahasa Inggris. Sebelum mereka mendapatkan soal-soal latihan, gurunya memberikan penekanan agar materi tingkat dasar pada Reading (bacaan) yang berisi soal-soal cerita dan grammar termasuk active voice dan passive voice diperkuat agar mereka punya bekal kemandirian berpikir untuk menganalisis soal-soal tingkat tinggi.

Bagi pelajar berbakat, adakah tantangan yang lebih menarik selain olimpiade?

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Minggu, 20 Januari 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Teror Pencerdasan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris ataupun bahasa asing apapun juga pasti terasa asing dilidah bila tidak dibiasakan. Mengulangi…

14 jam ago

Tragedi 8 x 3 di SMK Menampar Wajah Kurikulum Kita

Kejeniusan Mr. Crack, B. J. Habibie, tentulah turut mengharumkan nama baik Indonesia, disegani di dunia…

2 hari ago

Menghapus Sekat Belajar

Salah eja atau ucap seringkali dialami para pelajar bahasa inggris. Fokus kebanyakan orang adalah kemahiran…

3 hari ago

Di RBB, Pelajar yang Paling Pintar Pun Jadi Biasa Saja

Para pelajar yang menguasai perubahan seluruh kalimat tenses dengan segala bentuk perubahannya bukanlah jaminan bahwa…

4 hari ago

Memoar Kak Madi: Pepaya Matang WME Kembali ke Pemilik-Nya

Ahmadi Hatta adalah mahasiswa jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 87. Pada tahun 2000-an,…

5 hari ago

Terbaik: Setiap Tempat Adalah Belajar

Suatu pembelajaran akan terasa sangat mudah dipelajari apabila para pelajar tidak asing dengan lingkungan kehidupan…

5 hari ago