Melatih Kepemimpinan Anak

Adam jadi bintang malam ini. Ia mendapatkan kepercayaan untuk memimpin dua orang rekannya Abizar dan Sirin. Ketika diminta oleh guru bebas memilih lesson (pelajaran),
Adam mengatakan, “Lesson 1 sampai 10”. Guru merespon “Kelewatan kau Adam. Kamu tahu teman-temanmu itu telah paham materi itu”. Ia pun berpikir sejenak, “Lesson 11 sampai 20”. Itu juga juga terlalu mudah tapi karena Adam yang sedang kita latih memimpin, apa yang ia tentukan, disepakati saja.

Pada awal bacaan lesson 11, ia langsung membaca beberapa kalimat. Kecepatan membacanya sulit diikuti. Untuk itu, ia mendapat saran untuk membaca perlahan saja agar rekan rekannya bisa mengikuti dengan benar. Bila ada yang salah dalam membaca, Adam hanya tertawa tanpa melakukan pembenaran. Mereka semua terlihat ingin segera menyelesaikan bacaannya untuk mendapatkan waktu bermain.

Keinginan Adam untuk mempercepat bacaan tidak berjalan mulus. Dia yang mendapat teguran, bukan pelajar yang membuat kesalahan. Seorang pemimpin harus bisa mengarahkan orang yang dipimpinnya tapi bagi Adam, itu tidak berpengaruh sama sekali. Ia cuma bangga ditunjuk jadi pemimpin dengan pertimbangan lebih lancar dan tamat bacaan Basic Reading. Kalau tidak lancar membaca, itu urusan pribadi tiap orang.

Waktu keluar main, Adam bermain android. Tidak berapa lama berselang, ia mempelajari buku cerita, buku kedua yang menjadi tugas utamanya. Ia agak susah beralih ke buku lagi. Dengan sedikit ketegasan, ia menaruh android fam tas. Judul cerita ‘In a Department Store’ ia selesaikan dengan baik bersama rekan-rekan selevelnya. Setelah itu, semuanya minta istirahat. Ternyata, semua anak yang bawa android ingin bermain games lagi.

Ini sebenarnya cukup adil. Ada waktu untuk belajar, ada waktu untuk android. Sayangnya, bila kebanyakan anak-anak yang bawa android, sosialisasi bermain sesama mereka akan berkurang karena mereka semua akan fokus pada androidnya. Mereka biasanya mengusulkan untuk membuat permainan tapi dengan adanya android, mereka tidak punya usulan lagi dan meskipun guru memberikan ulasan, itu ditolak. Anak anak yang tidak bawa android berkumpul mengikuti Adam. Di sini, Adam merasa benar benar jadi pemimpin.

Kepemimpinan dapat didesain dalam lingkungan belajar dimulai dari hal hal terkecil seperti yang dialami oleh Adam. Anak anak memang belum mengerti tugas dan tanggungjawab seorang pemimpin dan perlu tetap dalam pendampingan ketika memimpin. Waktu berproses yang akan membuatnya mengerti mengapa ia dipilih jadi pemimpin. Dan saat mereka dewasa nanti, mereka akan paham pentingnya latihan kepemimpinan yang diajarkan secara kultural di kelas belajar.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Kamis, 30 April 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Bukan Pelajar Bahasa Inggris yang Bodoh

Ketakutan para pelajar pada bahasa Inggris seringkali muncul hanya karena gurunya kaku, tidak pandai memecah…

7 jam ago

Mencetak Pelajar Kelas Dunia Melalui Rumah Belajar

Kekhawatiran orang tua pada anak yang mempelajari tenses tidak lancar berbicara itu mempunyai alasan yang…

21 jam ago

Teror Pencerdasan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris ataupun bahasa asing apapun juga pasti terasa asing dilidah bila tidak dibiasakan. Mengulangi…

2 hari ago

Tragedi 8 x 3 di SMK Menampar Wajah Kurikulum Kita

Kejeniusan Mr. Crack, B. J. Habibie, tentulah turut mengharumkan nama baik Indonesia, disegani di dunia…

3 hari ago

Menghapus Sekat Belajar

Salah eja atau ucap seringkali dialami para pelajar bahasa inggris. Fokus kebanyakan orang adalah kemahiran…

4 hari ago

Di RBB, Pelajar yang Paling Pintar Pun Jadi Biasa Saja

Para pelajar yang menguasai perubahan seluruh kalimat tenses dengan segala bentuk perubahannya bukanlah jaminan bahwa…

5 hari ago