Saya sesekali berusaha mengingat apa sih judul skripsi saya dulu. Ada ‘Ahmadinejad’ lah. Setelah itu saya nga tahu lagi. Maklum waktu itu Presiden Ahmadinejad lagi pusat perhatian dunia melabrak George W. Bush (Jr.) dan antek ateknya, Israel.

Tanpa sengaja saya menemukan skripsi saya di internet. Saya sangat ingin membaca pikiran saya sendiri. Sayangnya, itu cuma bagian cover saja, kata pengantar sekaligus ucapan terima kasih dan daftar isi yang ditampilkan.
Tapi saya senanglah. Minimal ingat judul, ‘Sikap Kritis Ahmadinejad terhadap Holocaust dan Palestina’. Thank you website UMY.

Saat membaca Kata Pengantar, saya ucapan terima kasihku banyak juga. Ada dosen kampus, keluarga, rekan rekan seperjuangan di HMI dan Rausyan Fikr oleh almarhum Ust. Andi Muhammad Safwan.

Ust. Safwan bertanya,
‘Kamu nga mau sarjana, Patwa?’.

Kujawab cepat, ‘Tentu maulah.’

‘Kenapa belum sarjana juga?’ tanyanya.

‘Saya masih mau menikmati duit orang tua buat nambah nambah uang saku beli buku.’ kataku.
Padahal saya sudah punya beberapa pekerjaan serabutan dan ingin lebih banyak santai dengan tetap menyandang status mahasiswa.

“Tidak kasihan sama orang tuamu?”, tanyanya penasaran.

“Kasihan. Saya malah tidak enak. Ayahku bilang bila saya mau kuliah lebih lama lagi, saya tetap dibiayai.”

“Apa judul skripsimu?”

“Sikap Kritis Ahmadinejad terhadap Holocaust dan Palestina. Tapi itu tidak kukerjakan. Kubiarkan saja”.

“Kenapa?”

“Banyak kegiatan Ust.”, kataku ngeles.

“Udah, kamu tinggal di sini saja (maksudnya di RausyanFikr). Gunakan segala fasilitas yang ada di sini hingga skripsimu selesai. Satu minggu itu bisa tuntas.”

Saya tergugah dengan perhatiannya tapi saya menolak dengan halus untuk tinggal di Rausyan Fikr. Saya tahu saya bisa menyelesaikan skripsi saya dengan cepat karena hampir segala buku yang kubutuhkan telah kumiliki. Masalah utamanya terletak pada setan yang bernama malas.

Yang penting adalah saya sesekali dapat berdiskusi dengan Ust. Safwan untuk menyelesaikan yang sulit kumengerti pada tulisanku. Dan Alhamdulillah, beliau selalu berkenan meluangkan waktunya untukku.

Di Asrama Empat Merapi Sul-Sel di Jalan Sunaryo No. 4 Kota Baru, Yogyakarta, saya duduk di teras asrama sembari menatap pohon rambutan yang rindang. Tiba tiba, selembar daun muda gugur dengan sangat lambat jatuh ke tanah. Kubertanya, “Kenapa bukan daun yang kuning yang gugur, daun lebih tua?” Lama merenung, kutemukan hubungannya dengan diriku.

Ayahku sudah semakin berumur selalu mengatakan kepada seluruh anaknya bahwa doanya tiap hari yaitu ingin melihat ketujuh orang anaknya sarjana sebelum dipanggil kembali ke Pammasena Puangnga (Pangkuan kasih sayang-Nya). Saya adalah anak satu satunya yang belum sarjana. Kalau saya tidak segera sarjana, saya khawatir, saya lah daun hijau itu, gugur. Saya ingin ayahku bahagia di masa tuanya, mewujudkan doa hariannya dalam shalatnya. Daun yang kuning belum gugur.

Pada akhirnya skripsi pun selesai kutulis dalam waktu yang ternyata “cepat juga tapi tiga bulan. Pada akhirnya, ayahku pun berkunjung ke Yogyakarta. Alhamdulillah.

Zulkarnain Patwa

Bulukumba, Jum’at 24 April 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Persoalan Matematika Dasar

Matematika selalu menjadi momok mengerikan bagi pelajar SD. Penyebabnya sederhana. Sejak kelas 1 sampai kelas…

1 hari ago

Kehebohan Berkelanjutan: Garis Panjang Belajar Bahasa Inggris RBB

Heboh mereka. Ungkapan kegembiraan belajar yang digambarkan Miss Fathy. Literasi berbahasa Inggris dikemas dalam bentuk…

2 hari ago

Saat Membaca Kehilangan Makna

Pelajar kelas Reading (Membaca) biasanya membaca tanpa perlu tahu banyak tentang unsur yang membentuk suatu…

3 hari ago

Menembus Kemustahilan Bahasa Inggris

Dua orang anak kembali berhasil menyetor perubahan verbal tenses di luar kepala secara teratur (11/08/2026).…

4 hari ago

Inspirasi Paman di Glasgow bagi Ashimah di RBB

Ashimah Nusaibah Shiddiqah seorang anak berwajah polos dan rasa ingin tahu yang tinggi serta bertekad…

5 hari ago

Menemukan Jalan Pintas Berbahasa Inggris

Tenses adalah pintu gerbang untuk memasuki cabang pembelajaran bahasa Inggris yang luas. Lalu, apa itu…

6 hari ago