Tidak Bandel

Palaguna Patwa yang masa kecil dan remajanya terkenal bandel dan suka berantem kini berubah. Pilihan lanjut kuliah dan lulus masuk di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta membuatnya punya lingkungan kondusif yang baru. Beruntung, kebiasaan membaca buku yang perhatian dari kedua orang tuanya, Syamsu Alam Patwa (Alm.) dan Andi Rachmawati, menurun padanya sehingga otaknya dapat memilah milah hal yang baik ia lakukan.

Pulang kampung sejenak, Palaguna banyak mengisi waktu di RBB (Rumah Belajar Bersama). Ia tidak berkeliaran lagi sebagaimana waktu sekolah tapi terlibat aktif mendidik anak anak RBB. Berbekal pengalaman masa kecilnya, ternyata ia tahu cara mengatasi anak-anak yang bandel dan tidak mau belajar.

Anak anak yang satu persatu berlatih menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam Bahasa Inggris oleh Palaguna.

Pertama, mereka sepakat bermain sambil belajar tapi tidak membuat kegaduhan selama belajar. Kedua, semua anak anak boleh keluar main bila bacaannya selesai. Karena enjoy (senang), anak anak berkata, ‘Pecat mi (saja) itu Mr. Nain’. Maksudnya, Mr. Nain yang menjadi guru utama diganti saja dengan Mr. Palaguna. Palaguna tertawa melihat keberanian dan kebebasan anak anak berekspresi di RBB.

Setiap anak melatih kepercayaan diri dengan mengekspresikan pendapatnya sendiri. Palaguna mendengarkan dengan penuh perhatian dan menindaklanjuti usulan anak anak tersebut.

Palaguna sebenarnya juga pelajar Bahasa Inggris di RBB semasa SMA. Setelah kuliah di Jawa, memperdalam ilmunya di Kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur adalah langkah yang sangat tepat. Menjelang sarjana sekarang ini, ia juga ingin lanjut lagi kuliah S 2 sehingga kembali ke RBB mempelajari dasar dasar TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dan IELTS (International English Language Test System). Dari hal tersebut, ada kesempatan berbagi ilmu kepada anak-anak di kampung halamannya.

Tawar menawar materi yang akan dipelajari dengan anak anak. Anak anak tetap ingin waktu belajar itu dikemas dalam suasana bermain agar tidak membosankan. Dan Palaguna sepakat.

Palaguna bersyukur menempuh jalur pendidikan akademik karena hal itu membuatnya lebih sadar bahwa banyak waktu yang berlalu telah ia sia-siakan. Masa lalu tidak mungkin berulang kembali. Ia berharap jangan sampai generasi kids zaman now menjalani masa kecil seperti dirinya sehingga sehingga sangat termotivasi mengajar anak anak. Dalam urusan literasi, semua anak anak yang ia didik mampu menyelesaikan tugas bacaan yang ia berikan. Dahsyat kan! Tidak ada lagi anak bandel dan berantem sedikitpun saat ia mengisi kelas.

Selamat jelang sarjana, Palaguna dan semoga dapat menempuh S 2 di kampus yang dicita-citakan yang didasarkan oleh ilmu pengetahuan untuk berkembang pesat.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Jum’at 10 April 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Teror Pencerdasan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris ataupun bahasa asing apapun juga pasti terasa asing dilidah bila tidak dibiasakan. Mengulangi…

14 jam ago

Tragedi 8 x 3 di SMK Menampar Wajah Kurikulum Kita

Kejeniusan Mr. Crack, B. J. Habibie, tentulah turut mengharumkan nama baik Indonesia, disegani di dunia…

2 hari ago

Menghapus Sekat Belajar

Salah eja atau ucap seringkali dialami para pelajar bahasa inggris. Fokus kebanyakan orang adalah kemahiran…

3 hari ago

Di RBB, Pelajar yang Paling Pintar Pun Jadi Biasa Saja

Para pelajar yang menguasai perubahan seluruh kalimat tenses dengan segala bentuk perubahannya bukanlah jaminan bahwa…

4 hari ago

Memoar Kak Madi: Pepaya Matang WME Kembali ke Pemilik-Nya

Ahmadi Hatta adalah mahasiswa jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 87. Pada tahun 2000-an,…

5 hari ago

Terbaik: Setiap Tempat Adalah Belajar

Suatu pembelajaran akan terasa sangat mudah dipelajari apabila para pelajar tidak asing dengan lingkungan kehidupan…

5 hari ago