Berprestasi untuk Apa?

“Eh, tawwa. Juara Bahasa Inggris se-Indonesia’, kata A. Zafira Aeesyah Putri. Sapaan senang itu disampaikan Aeesyah di kumpulan teman-teman kelas Bahasa Inggris saat Faika Qinara Putri Ridwan tiba di RBB (Rumah Belajar Bersama). Maklum, mereka baru saja bertemu setelah liburan Ramadhan dan Idul Fitri. Kekaguman Aeesyah itu ungkapkan karena ia mendapatkan informasi bahwa Faika telah meraih emas pada kejuaraan Bahasa Inggris di NSMAO (National Science and Mathematics Academic Olympiad);yang dilaksanakan sebelum Ramadhan. Rekan-rekan Aeesyah pun turut mengucapkan selamat dengan ucapan berbeda-beda. Membahagiakan deh. Faika tersenyum bergembira disertai senyum dengan wajah malu.

Kelas Faika berbeda dengan Aeesyah namun bila pelajaran Faika telah selesai, ia selalu datang ke kelasnya Aeesyah dengan maksud bermain tapi penulis selalu memanfaatkan kehadiran Faika untuk membantu teman-temannya agar lancar membaca sebagaimana dirinya. Aeesyah yang tidak tertarik mengulang bacaannya tapi bila diajak berlatih bersama Faika, ia tergerak hati untuk membuka bukunya lagi, membaca untuk kedua kalinya. Faika tidak terburu-buru dalam membaca agar Aeesyah bisa mengikuti dan bila terjadi kesalahan, Faika bersedia mengulang ulang kumpulan kosa kata yang sulit hingga Aeesyah mengucapkan dengan benar. Kadangkala,. keduanya tertawa lepas bila Aeesyah tidak sanggup mengucapkan dengan benar. Itu hal yang lucu, bukan memalukan.

Mengakrabkan kedua anak kelas 3 SD ini adalah trik yang jitu dalam memotivasi semangat dan ketekunan belajar. Aeesyah bergabung di RBB (Rumah Belajar Bersama) sekitar tiga bulan lalu. Wajarlah bila dalam pikirannya lebih banyak didominasi bermain. Sedangkan Faika, ia telah bergabung sejak TK. Tapi namanya juga anak anak, Faika merasa lebih nyaman bergabung bermain di kelasnya Aeesyah karena di kelasnya, terdapat anak SMP dan SMA yang cara bermainnya berbeda dengannya.

Di luar jam belajar atau saat anak anak sedang keluar main, penulis perlahan menerangkan proses belajar Faika hingga bisa juara. Itu terjadi karena Faika rajin mau rajin membaca, menamatkan beberapa buku dan praktek bicara menjelaskan kehidupan sehari-hari di depan kamera video dalam Bahasa Inggris. ‘Iya ji Mister’, kata seorang anak bernama Nabila yang tidak ingin waktu bermainnya diusik. 😀

Penulis tahu, tugas membaca memang hal membosankan namun jalan ini harus ditempuh. Masa yang terbaik menanamkan kebiasaan membaca adalah masa anak-anak yang diharapkan terus terbawa hingga dewasa.
Dalam Al Qur’an, terdapat iqra (bacalah!). Itu adalah kalimat perintah. Perintah itu adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan. Sekilas mengutip argumentasi Cak Nun, mengapa diwajibkan? Karena Tuhan tahu manusia tidak menyukainya. Dan agar manusia punya pengetahuan luas yang membedakannya dengan makhluk yang lainnya, ia harus membaca. Tidak bisa tidak. Bila ada kritik bahwa membaca itu bukan sekedar teks, itu benar juga. Tulisan ini bermaksud untuk turut membumikan literasi.

Mendesain para pelajar sejak anak-anak mengikuti kompetisi hingga meraih juara adalah salah satu strategi yang baik untuk membangkitkan semangat dan ketekunan belajar yang lebih tinggi. Mereka bisa mengukur kwalitas dirinya dan membangun kepercayaan diri menghadapi tantangan. Persoalannya adalah tidak boleh menyerah karena dalam kompetisi ada kalah dan menang. Bila kalah, harus segera bangkit dan mempersiapkan diri lebih baik lagi. Mental demikian yang berkembang dalam diri Faika dan disebarkan kepada sahabatnya Aeesyah dan pelajar pelajar lainnya agar dapat berprestasi, mendapatkan hadiah dan berbahagia.

Zulkarnain Patwa
Bullukumba, Sabtu, 4 April 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Teror Pencerdasan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris ataupun bahasa asing apapun juga pasti terasa asing dilidah bila tidak dibiasakan. Mengulangi…

15 jam ago

Tragedi 8 x 3 di SMK Menampar Wajah Kurikulum Kita

Kejeniusan Mr. Crack, B. J. Habibie, tentulah turut mengharumkan nama baik Indonesia, disegani di dunia…

2 hari ago

Menghapus Sekat Belajar

Salah eja atau ucap seringkali dialami para pelajar bahasa inggris. Fokus kebanyakan orang adalah kemahiran…

3 hari ago

Di RBB, Pelajar yang Paling Pintar Pun Jadi Biasa Saja

Para pelajar yang menguasai perubahan seluruh kalimat tenses dengan segala bentuk perubahannya bukanlah jaminan bahwa…

4 hari ago

Memoar Kak Madi: Pepaya Matang WME Kembali ke Pemilik-Nya

Ahmadi Hatta adalah mahasiswa jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 87. Pada tahun 2000-an,…

5 hari ago

Terbaik: Setiap Tempat Adalah Belajar

Suatu pembelajaran akan terasa sangat mudah dipelajari apabila para pelajar tidak asing dengan lingkungan kehidupan…

5 hari ago