Kategori: Olahraga

Program dan mata pelajaran olahraga dari Rumah Belajar Bersama

  • Kenapa Harus Olahraga?

    Kenapa Harus Olahraga?

    Tidak berolahraga itu benar benar menyiksa. Cedera sakit pinggang menyebabkan penulis berhenti latihan karate selama beberapa bulan. Tubuh mengembang seperti bola, malas bergerak semakin menghantui hari hari yang berlalu. Akal sehat memerintahkan untuk aktif lagi latihan.

    Di awal-awal kembali latihan, beratnya minta ampun. Sip up yang sudah mencapai 500 kali dalam sehari kini baru 20 kali saja, otot perut tertarik. Pukulan dan tendangan tidak terbentuk, lambat dan nafas pendek menyebabkan pandangan mata berkunang-kunang. Jam istirahat lebih banyak dari jam latihan.

    Pengajaran para karate ka untuk mengatasi persoalan-persoalan di atas, kepala tidak boleh tunduk, jangan jongkok, tetap tegakkan badan agar peredaran darah ke otak tetap lancar. Latihan menggunakan nafas perut diaktifkan untuk menghalau nafas pendek, menormalkan pernafasan. Mudah lelah rasanya seolah kembali berlatih dari awal. Ya, itulah konsekuensi yang harus dihadapi dari orang yang terlalu banyak menunda waktu.

    Jalan sehat itu sebenarnya tidak mahal selama konsistensi berolah raga dilaksanakan. Kita harus menemukan alasan yang tepat mengapa kita harus berolahraga. Pendapat yang paling lazim adalah alasan kesehatan. Bagi karate ka yang mau ujian, pasti ia berpikir bahwa bila tidak latihan, ia akan bonyok di ujian. Dan bagi yang lain bisa mengatakan ini stategi memperlambat penuaan.

    Memulai kembali olahraga cenderung sulit memulainya lagi setelah beristirahat dalam waktu tertentu. Siapkah kita hidup lebih tersiksa? Makanan yang kita konsumsi sehari-hari mayoritas mengandung zat kimia, pengawet dan semacamnya. Bagaimana cara membakarnya? Konsumsi obat? Bersediakah akal sehat kita memerintahkan untuk berhenti olahraga?

    Zulkarnain Patwa
    Bulukumba, Selasa, 21 April 2026

  • Wasit Juri Karate Indonesia

    Wasit Juri Karate Indonesia

    Karate bukan sekedar urusan membela diri yang berisi kumite dan Kata (Bertarung dan jurus-jurus untuk bertarung) tapi ia juga ruang kejuaraan untuk pengembangan diri dalam bentuk kejuaraan. Indonesia kemudian ikut serta dalam kejuaraan menggunakan aturan WKF (World Karate Federation) ala Eropa, bulan aturan Jepang, tempat asal kelahiran karate.

    Alasannya sederhana. WKF lebih menekankan pada olah raga, bukan lagi bela diri. Ini cukup aman bagi para atlet, tidak ada serangan telak dan keras yang boleh dilakukan. Bila itu terjadi, petarung diskualifikasi. Itu tentu bertolak belakang dengan tradisi kejuaraan karate Jepang masih mengedepankan pertarungan yang saling baku hantam dengan keras, karate tradisional. Skin touch (Sentuhan ringan) pada lawan sama sekali tidak dihitung.

    14 April 2026, FORKI (Federasi Karate Do Indonesia) Sulawesi Selatan mengadakan pelatihan dan ujian Wasit-Juri dan Pelatih. Semua itu untuk mengisi ruang ruang kejuaraan di Indonesia. Hanya para peserta yang terdiri sabuk hitam yang berhak mengikuti dan bisa menjadikan bagian dari jenjang karir.

    Soal soal WKF menyangkut test tulis dan praktek. Karena asalnya berbahasa Inggris, soal itu terlebih dahulu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Transfer penerjemahan Bahasa Inggris ke Indonesia terkadang membuat para peserta terkendala memahami isi soal disebabkan oleh terjemahan yang buruk. Sebagai penyelamatan, mereka harus belajar pada orang yang sebelumnya telah lulus dan benar benar mengerti isi penjelasan saat pelatihan.

    Kendala lain, jumlah soal yang sangat banyak. Soal kumite lebih dari 250 lebih dan Kata hampir dua ratus. Namanya juga soal, tipuan soal pasti berlaku. Karena itu, pemahaman disertai logika yang bisa mengatasi tipuan soal tersebut. Beruntung, jumlah soal kumite yang akan diujikan sekitar 70 dan Kata sekitar 50. Tapi kan, soal diacak. Tidak ada pilihan lain selain belajar. Bagi yang cukup waktu belajar, ia dapat mempelajari semua soal untuk mendapatkan pemahaman yang lebih utuh.

    Para wasit juri dan pelatih pendamping atlet yang ber-license ini yang banyak mempengaruhi perkembangan kejuaraan karate Indonesia. Menang atau kalah dari para atlet yang berbakat berada dalam keputusannya. Dari sini, atlet atlet terbaik akan lahir mewakili Indonesia di kejuaraan antar negara dan dunia yang memakai sistem WKF.

    Zulkarnain Patwa
    Makassar, Minggu 10 April 2026

  • Ragam Kekayaan Karate

    Ragam Kekayaan Karate

    Di luar dari perkiraan, penulis pun tidak pernah menyangka akan terlibat aktif dalam dunia Wasit Juri Karate. Pengetahuan yang selama ini dibangun menuntut ilmu dan urusan kesehatan dengan bela diri. Itu semuanya membangun mental kepercayaan diri, Eh, tahunya ada ujian Wasit Juri yang mana orang-orang bisa berkarir hingga ke tahap internasional.

    Memang sih, perancang ujian tulis standar WKF (World Karate Federation) cerdas. Mengutip istilah Prof. Muzakkir, pemateri saat kami pelatihan, mengatakan, ‘Yang bikin soal ini (maksudnya soal WKF) otaknya di atas Professor’.

    Penulis hanya tersenyum dan menganggap bahwa itu cara saja agar orang lebih serius. Pada akhirnya, penulis harus mengakui tingkat kerumitan soalnya karena meskipun lolos standar pada Ujian Tulis Kumite dan Kata (pertarungan dan jurus), penulis tidak mampu mencapai yang terbaik, kena jebakan juga.

    Berangkat dari pengalaman ‘menganggap enteng’ tersebut, Refleksi yang kemudian muncul adalah sekedar membaca dan memahami tidak cukup. Semestinya, penulis menerjemahkan sendiri modul materi berbahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia. Dengan demikian, pemahaman tentu lebih mendalam dan teliti.

    Sebelumnya, penulis merasa cukup puas dengan bahan modul Bahasa Indonesia yang diberikan padahal tahu bahwa banyak terjemahannya yang kacau. Pantas saja banyak peserta yang berwajah tegang menghadapi ujian. Beruntung, penjelasan Prof. Muzakkir saat seminar yang sangat baik sehingga banyak masalah terselesaikan.

    FORKI (Federasi Karate Do Indonesia) Sulawesi Selatan berniat mengadakan pelatihan Wasit Juri Karate minimal sekali dalam enam bulan. Itu ide sangat bagus karena selain dapat menghemat biaya peserta yang tempat tinggalnya jauh dari pusat, pemahaman orang di daerah tentang aturan karate dapat berkembang pesat.

    Pertimbangan lainnya terletak iuran bulanan atlet karate itu super terjangkau yang efek ekonominya ke para pelatih sudah pasti biasa saja. Kapitalisme pada karate akan membuat para pelatih itu otomatis keok yang dampak besarnya menimpa prestasi atlet karate itu sendiri.

    FORKI adalah penghimpun seluruh perguruan karate dan tulang punggung dalam membumikan karate di Indonesia dan poros utama untuk mendorong atlet, pelatih dan wasit juri karate mampu bersaing di tatami (matras tanding) internasional. Siapa sangka, Advent Bangun (Alm) yang dikenal sebagai artis laga film Indonesia yang populer pada zamannya adalah seorang karate ka yang mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan dunia. Prof. Muzakkir yang dosen Hukum UNHAS (Universitas Hasanuddin) Makassar adalah Wasit Juri Karate di berbagai negara. Siapa lagi? Berikutnya adalah Anda.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan
    * Pelatih INKAI Bulukumba

    Pada foto adalah kumpulan pelatih INKAI Sulawesi Selatan yang mengikuti Ujian Wasit Juri Karate oleh FORKI Sulawesi Selatan di Makassar

    Makassar, Selasa 14 April 2026

  • Persiapan Atlet Dunia

    Persiapan Atlet Dunia

    Selamat buat Nur Azizah Patwa dan team yang meraih Perak pada Kejuaraan Dayung SEA GAMES di Thailand, 2025. Azizah adalah atlet keturunan Bulukumba yang pernah mewakili Kab. Banteng dan Sulawesi Selatan pada olahraga yang ditekuninya.

    Nur Azizah Patwa bersama sepupunya Dewi Fortuna Patwa di Rumah Belajar Bersama

    Azizah Sebelumnya meraih dua emas pada kejuaraan Provinsi Sulawesi Selatan yang kemudian mengantarkannya tergabung dalam Pelatnas (Pelatihan Nasional), atlet Indonesia.

    Keluarga terdekatnya Andi Adi Syam Palaguna berharap agar prestasi yang lebih tinggi dengan memberikan motivasi kesiapan menghadapi tantangan baru. ‘Semoga dapat menembus Olimpiade Dunia dan meraih juara’, ungkapnya. Ketekunan berlatih sudah bagus dan jadikan juara dua ini sebagai cambuk untuk lebih meningkatkan prestasi dengan berlatih lebih giat. Dan keinginan dan tekad harus lebih kuat lagi dari segala latihan yang serba keras tersebut. Begitulah cara berpikir Muhammad Ali, sang legenda tinju dunia, yang dapat kamu ikuti untuk membuat dirimu jauh lebih baik dari prestasi yang baik sebelumnya yang telah kamu raih.

    Zulkarnain Patwa

  • Kilasan INKADO Luwu Timur Jadi Perguruan Karate Bergengsi di Sul Sel

    Kilasan INKADO Luwu Timur Jadi Perguruan Karate Bergengsi di Sul Sel

    Rekan rekan perguruan karate INKADO (Institut Karate-Do Indonesia);Luwu Timur (Lutim) ini punya daya saing yang bagus. Perkenalan dengan suasana akrab mulai terjalin baik sejak Desember 2024 saat team INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) Sulawesi Selatan (Sul Sel) langsung dipimpin oleh Ir. Abdul Djalil Razak, Ketua INKAI Sul Sel dimana penulis bertugas sebagai Manager INKAI Sul Sel bertandang ke kejuaraan yang mereka adakan di Bumi Batara Guru, Sorowako, Lutim, Sulawesi Selatan. Sekedar info saja, perjalanan dari Makassar ke Lutim itu sekitar 24 jam dengan naik bus.

    Waktu itu, kekuatan atlet Lutim terlihat sedang tumbuh disertai semangat bertanding yang tinggi. Dan INKAI Sul Sel tetap tidak menganggap remeh tuan rumah dengan tetap menurunkan sebagian besar atlet terbaiknya yang telah punya segudang pengalaman pada kejuaraan besar untuk menambah pengalaman tanding pada kunjungan daerah terjauh di Sul Sel. Hasilnya, INKAI Sul Sel untuk merebut juara Umum 1. INKADO Lutim berada pada posisi Juara Umum 2.

    Betapa mengejutkan, pada kejuaraan Kemenpora RI pada Nopember 2025 di GOR Sudiang, Sulawesi Selatan, INKADO Lutim tiba tiba berhasil merebut Juara Umum 3. Kali ia memang dua tingkat dari INKAI Sul Sel yang meraih Juara Umum 1 dimana kejuaraan sebelumnya ia berada di bawah satu tingkat saja. Tapi ini lebih berarti karena kejuaraan ini yang jauh lebih bergengsi dimana para atlet berbakat nan handal dari berbagai macam penjuru turun berlaga. Kita tahu bahwa tidakkah mudah bagi sebuah perguruan tiba tiba muncul sebagai juara, capaian kejuaraan terbaik bagi INKADO Lutim pasca teror Covid 19.

    Mari kita cek capaian medali dari rilis resmi pada ranking medals Piala Menpora RI, 2025.

    Juara Umum 1, INKAI Sul Sel
    25 Emas, 26 Perak, 13 Perunggu

    Juara Umum 2, Kodam XIV Hasanuddin
    16 Emas, 11 Perak, 12 Perunggu

    Juara Umum 3, INKADO Lutim
    11 Emas, 5 Perak, 18 Perunggu

    Dari sebaran media sosial, penulis tahu bahwa setelah menjadi tuan rumah kejuaraan pada 2024 itu, INKADO Lutim lebih aktif lagi melaksanakan latihan. Beberapa teknik gerakan sebaran video karatenya pun telah berubah dan lebih baik dari yang sebelumnya. Menyaksikan perkembangannya, hemat penulis ini bukanlah hal tiba tiba tapi hal wajar ia mampu merebut posisi ketiga. Seperti yang lazim disebut orang, usaha itu tidak mengkhianati hasil.

    Dalam kejuaraan, tiap perguruan saling berkompetisi untuk meraih juara tapi hubungan yang baik mestilah harus selalu terjalin sebagaimana yang kita lakukan. Selamat ya buat INKADO Lutim. Anda telah turut berhasil menyita perhatian dan masuk bagian dari perguruan karate yang diperhitungkan karena membuktikan telah meraih Juara Umum di kejuaraan yang bergengsi di Indonesia.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan
    * Pelatih INKAI Bulukumba
    * Pengajar Bahasa Inggris di RumahBelajar Bersama