Kategori: Matematika

Program dan mata pelajaran Matematika dari Rumah Belajar Bersama

  • Kelas Matematika

    Kelas Matematika

    Pelajar matematika kelas malam ini mempelajari, Mengubah bentuk pecahan ke bentuk lain.
    Blk, 14-08-2020
  • Perkalian dan Penjumlahan Desimal

    Perkalian dan Penjumlahan Desimal

    Bulukumba, RBB (13/8)— 5 (Lima) orang didikan Master Awal Fajri malam ini membahas tentang perkalian dan Penjumlahan Desimal. 2 (Dua) orang mengerjakan modul perkalian Metode 40 dan 3 orang mengerjakan Penjumlahan Desimal yang soalnya dari buku pelajaran sekolah.

    Dengan mengerjakan modul Metode 40,  Fathimah, kelas 3 SD (Sekolah Dasar) mengatakan bahwa dirinya telah lancar perkalian 2 dan 3. Sekarang ia sedang belajar perkalian 4. Hal yang sulit baginya adalah perkalian acak namun ia merasa lancar setelah mengerjakannya. Adapun Aura kelas 2 SD telah lancar 1 sampai 6 tapi penjumlahan susah, utamanya bila ada soal meminjam. Master Awal pun memerbanyak latihan pada penjumlahan

    Sedangkan 3 (Tiga) orang anak-anak kelas 5 SD yang berlatih Penjumlahan Desimal menganggap pelajaran ini sangat mudah. Master  Awal berkata, “Walaupun ada angka puluhan, ratusan dan ribuan, cukup dengan menjelaskan cara mensejajarkan koma pada angka, mereka akan mengerti dan cepat menyelesaikan soal”, terangnya.

    Setelah kelas belajar selesai, Nisrina S.Pd., yang datang menjemput anaknya mengatakan bahwa dirinya dan anak-anaknya senang. Gurunya sangat perhatian. “Anak laki-laki saya sangat semangat belajar dan mengajak adiknya yang perempuan bergabung”, kata Nisrina. Orang tua pelajar ini sepertinya turut bergembira ada selama teror ketakutan terhadap pandemi Corona, ada lembaga seperti Rumah Belajar yang menerima anak-anak untuk belajar secara tatap muka langsung dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

     

  • Matematika: Memahamkan Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat

    Matematika: Memahamkan Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat

    RBB, Bulukumba—Pada Matematika, pelajar Rumah Belajar didikan Siti Satriana bernama Najwa kelas 6 SD (Sekolah Dasar) ini telah mengerti operasi perkalian, pembagian, pengurangan, penjumlahan.

    Saat Najwa memasuki Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat, ini bukan lagi masalah gampang lagi. “Banyaknya operasi yang dipakai dan digabungkan membuatnya kebingungan. Terlebih lagi, ada bilangan bulat positif dan negatif”, kata Siti, Rabu (12/8).

    Bagi Siti, persoalan tersnyebut bukanlah hal yang sulit. Ia malah membuat Najwa lebih tekun. Menurut Siti, “Pada dasarnya Najwa telah bagus pada perkalian. Saya memintanya untuk mengerjakan semua soal di buku paket sekolahnya, tanpa melewatkan satu soal pun. Setelah saya cek, ia benar-benar telah mengerti. Jadi ia hanya butuh latihan soal yang lebih beragam”, ujarnya dengan meyakinkan.

    Menyelesaikan soal latihan sekolah disukai anak-anak karena selain mengerti, semua PR (Pekerjaan Rumah) dari sekolah selalu mendapatkan hasil maksimal.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Matematika: Perkalian dan Desimal

    Matematika: Perkalian dan Desimal

    RBB (11/8)—Matematika didikan Master Awal Fajri pada tiap Selasa, Kamis, Jumat pukul 19.15 – 20.45 periode ini mendidik 1 orang pelajar kelas 3 SD (sekolah Dasar) dan 3 orang pelajar kelas 5 SD. Para pelajar ini dapat merasa sangat bersahabat dengan gurunya karena belajarnya diiringi dengan suasana bermain. Gurunya pun berpikir bahwa yang dididik adalah teman bermainnya.

    Pada pengembangan ilmu, Menurut Master Awal, “Anak kelas 3 SD telah bisa melakukan penjumlahan meskipun agak lama memikirkannya. Agar mantap, saya melatihnya dengan modul Metode 40 yang berisi tentang penjumlahan berulang (Baca; perkalian).” Anak tersebut perlu membiasakan diri dengan permainan angka-angka.

    Master Awal lebih lanjut menjelaskan bahwa semua pelajar kelas 5 belajar tentang Pengurangan Pecahan. Masalah yang dihadapi adalah kesulitan menentukan KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) atau menyamakan penyebut. Seperti biasanya, mereka semua masih perlu kembali menguatkan perkalian.

    Persoalan berikutnya adalah membedakan Pecahan Biasa, Pecahan Campuran dan Pecahan Desimal. Solusinya adalah memahamkan bahwa Pecahan Biasa hanya terdiri dari dan pembilang saja. Contoh ½. Adapun Pecahan Campuran memiliki bilangan bulat di depan. Contoh 2 3/5. Angka 2 adalah bilangan bulat. Sedangkan pecahan Desimal, misalnya: 1, 2. Kita pahamkan bahwa ada komanya.

    Setelah memahami hal tersebut, barulah Master Awal memberikan latihan soal untuk pendalaman. Begitulah cara Master ini belajar sambil bermain pada anak didiknya hingga senang pada Matematika

    Zulkarnain Patwa
    Staf Pengajar Rumah Belajar Bersama

  • Perkalian, Pecahan & Bilangan Bulat

    Perkalian, Pecahan & Bilangan Bulat

    RBB (11/9)—Kelas Matematika binaan Rifa’atul Mahmudah pada 15.00 – 16.30 Wita di Rumah Belajar sore ini membahas tentang perkalian, pecahan dan bilangan bulat.

    Menurut Ulfa, untuk perkalian, para pelajar hanya perlu melakukan latihan rutin. Tidak ada masalah yang berarti yang mereka hadapi. semua siswa pada kelas ini nampaknya tidak mempunyai masalah jika membiasakan diri mengerjakan latihan yang diberikan.

    Adapun pada pecahan,  kendala yang mereka hadapi pada kesulitan menentukan penyebut menggunakan KPK (Kelompok Persekutuan Terkecil). Itu bukti bahwa mereka belum tuntas menguasai perkalian. Solusinya adalah pendalaman kembali pada perkalian. Karena masalah di depan mata yang dihadapi, mereka kembali bersemangat untuk ingin memahami perkalian di luar kepala.

    Dan pada bilangan bulat, terutama dalam penjumlahan dan pengurangan, mereka masih susah dan keliru menentukan hasil. Sebagai contoh: -5 + 7 = 2. Mereka masih berpikir bahwa jawabannya 12. Solusinya adalah membayangkan bahwa minus adalah utang dan positif adalah uang. Lebih kongkrit, Utang sebanyak 5 dan membayar uang sebanyak 7. Maka kembaliannya adalah 2. Cara ini membuatnya lebih mudah mengerti.

    Master Awal Fajri & Zulkarnain Patwa
    Staf Pengajar Rumah Belajar Bersama

  • Aritmatika sebagai Pengantar Memahami Matematika

    Aritmatika sebagai Pengantar Memahami Matematika

    RBB (11/9)—Bila kita memperhatikan kurikulum sekolah, tentu para siswa akan mengalami kesulitan memahami pelajaran Matematika. Bayangkan saja, kurikulum saat ini, siswa SD kelas 2 dituntut untuk memahami ukuran berat seperti gram, ons, kilo dan lainnya sementara mayoritas siswa belum paham perkalian dan pembagian dengan baik, termasuk konversi. Wajar bila terus naik kelas, jadilah Matematika sebagai hantu yang menakutkan yang selalu dihindari.

    Untuk itu Rumah Belajar mendesain sebuah solusi. Guru Matematika Awal Fajri berkata, “Kita tidak peduli kelas berapa para siswa itu di sekolah. Meskipun mereka sudah kelas 4 SD, kita lebih dahulu pahamkan Aritmatika (Tambah, Kurang, Bagi dan Kali).” Menurutnya, “Bila mereka paham ini, kita yakin mereka bisa mengikuti pelajaran sekolah. Segalanya akan lebih mudah dimengerti”, lanjut Master Awal.

    Sebagai wujud kesungguh-sungguhan penyelamatan, rekan-rekan pengajar RBB telah membuat beragam modul Matematika, terutama pada Aritmatika. Biasanya dalam satu bulan dipelajari secara terartur para pelajar telah mampu memahami; baik secara tertulis dan lisan. Tentu ada beberapa kendala, semisal tingkat pemahaman tiap pelajar berbeda. Untuk itu, sebagai alternatif, sebaiknya pelajar tersebut lebih aktif lagi melakukan latihan di rumahnya masing-masing. Panduan dari orang tua akan mempercepat penuntasan pelajaran ini.

    Sementara itu, untuk tahapan yang lebih mendalam, Guru Matematika Rifa’atul Mahmudah berkata, “Selain mempelajari buku sekolah, saya juga membuat soal soal latihan, terutama menjelang ujian semester sekolah.” Sebagai tambahan, “Sesekali menurunkan soal latihan Olimpeade Matematika yang saya khususkan pada pelajar yang tertantang pada Matematika,” ujar alumnus Kimia Unhas (Universitas Hasanuddin) ini.

    Sebagai penutup, Rumah Belajar sangat percaya bahwa apabila dasar dasar Matematika itu benar-benar mampu diakrabkan, disenangi dan diselesaikan semasa SD, Pelajaran Matematika SMP (Sekolah Menengah pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas) itu bukan lagi masalah bagi para pelajar.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Pengajar Rumah Belajar Bersama