Jantung keberlanjutan organisasi terletak pada kadernisasi. Tidak ada kaderisasi, perlahan tapi pasti organisasi itu mati dengan sendirinya. INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) sebagai bagian dari perguruan karate pertama di Indonesia telah punya langkah sistematis yang diwariskan dari generasi ke generasi sehingga perguruan besar ini masih tetap punya nafas yang panjang. Ujian kenaikan sabuk/penurunan kyu dilaksanakan dua kali dalam setahun.

Sehubungan dengan menjelang masuknya bulan Ramadhan yang jatuh pada 18 Februari 2026, banyak Dojo memanfaatkan Minggu terakhir sebelum Ramadhan tepatnya 15 Februari 2026 termasuk Inkai Kodim Bulukumba. Langkah awal ini diikuti oleh dua puluh dua orang kohai (baca: atlet karate) sebagai pemicu awal untuk ujian lebih semarak yang direncanakan pada Maret, pasca Idul Fitri.

Yang menarik adalah INKAI Bulukumba mulai dari pengurus, para pelatih dan para atlet senior (maksudnya kohai yang bersabuk tinggi seperti coklat dan hitam) secara serentak bahu membahu menyemangati para kohai yang ujian dengan hadir di sesi Gashuku dan saat ujian berlangsung. Pak Bakhtiar Senapati, Ketua INKAI Bulukumba, dalam sambutannya mengingatkan agar anak anaknya menjaga ritme latihan yang teratur. ‘Jangan mentang-mentang sabuknya sudah tinggi, malas latihan’, terangnya. Pesan tersebut ia terapkan juga pada dirinya dimana anaknya Raihan Athallah bukan saja berprestasi di berbagai kejuaraan besar karate tapi juga sampai pada sabuk Hitam DAN II, sebuah capaian yang jarang dimiliki oleh atlet Bulukumba.

Hal senada dikuatkan pada sambutan Sensei Sarifuddin Pasele Mattaro Mattaro, Pelatih Dojo INKAI Kodim, menitikberatkan pada kedisiplinan atlet dalam berlatih. Ujian adalah tahap kemajuan atlet namun itu tidak boleh berhenti sampai di situ saja. Keberlanjutan latihan rutin perlu terus berjalan dan INKAI Bulukumba harus selalu siap menghadapi kejuaraan bergengsi lainnya dalam beberapa bulan ke depan.

Sensei Achmad Sairodji sebagai representasi INKAI Sulawesi Selatan yang hadir sebagai team penguji membuka acara memberikan penjelasan lebih lanjut. INKAI Bulukumba sejak dahulu hingga sekarang melahirkan banyak juara karate. Ia menginginkan agar atlet INKAI bisa terjun pada kompetisi tingkat dunia (INKAI Goes to the World Class). Dalam pidato tersebut, ia menyampaikan bahwa dua orang atlet INKAI Sul Sel telah masuk target pembinaan INKAI Pusat dan dan berharap atlet Bulukumba termasuk juga di dalamnya di masa akan datang. Karena itu, beberapa kejuaraan dalam setelah Ramadhan perlu disiapkan dengan lebih matang oleh Bulukumba. Selain itu, sabuk hitam diharapkan untuk membuka Dojo di daerah yang dapat mereka jangkau agar perluasan penyebaran INKAI.

Organisasi atau lebih tepatnya perguruan INKAI telah berhasil melakukan ujian dengan baik. Suatun tanda bahwa perguruan karate yang menyejarah di Bulukumba ini dapat terus membina generasi anak anak, remaja dan pemuda pemudi Bulukumba untuk berprestasi dan menjaga nama baik INKAI terus hidup dari generasi ke generasi.
Zulkarnain Patwa
* Humas INKAI Sulawesi Selatan
* Pelatih INKAI Bulukumba
* Pengajar Rumah Belajar Bersama





