Kategori: Olahraga

  • Kemimpinan Juara Umum Karate 

    Kemimpinan Juara Umum Karate 

    Ini penghormatan atlet INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) Sulawesi Selatan (Sul Sel) saat meraih Juara Umum 1 Kemenpora (Kejuaraan Kementerian Pemuda dan Olahraga) Republik Indonesia, 16 Nopember 2025 kepada Ketua INKAI Sul Sel, Ir. Abdul Djalil Razak yang selama dalam kepemimpinannya INKAI menjadi perguruan terbaik dalam berbagai kejuaraan besar dengan capaian sebagai perguruan paling sering Juara Umum–Kejuaraan terhitung sejak serangan pandemi covid 19.

    Bagaimana INKAI Sul Sel bisa sehebat itu? Singkatnya, pada masa covid, para atlet INKAI Sul Sel yang menyebar di seluruh daerah tetap aktif melaksanakan latihan–Termasuk Dojo INKAI Kodim Bulukumba–tentunya sesuai standar protokol kesehatan. Ditambah lagi dengan adanya inisiatif beragam kejuaraan internal INKAI seperti INKAI Kostrad Kariango dan Julu Siri di Maros, INKAI Gowa dan seleksi atlet terbaik di Lifiyura, markas utama INKAI Sul Sel. Dan ketika teror covid mereda, berbagai kejuaraan antar perguruan pun mulai dibuka, para atlet INKAI Sul Sel telah punya pengalaman yang matang dan mental kesiapan tanding lebih matang.

    Kita tahu, dalam kejuaraan itu seringkali terdapat masalah yang pelik untuk diselesaikan semisal atlet merasa dirugikan. Untuk itu, Ir. Djalil mempercayakan posisi Manager INKAI Sul Sel kepada Saiful Patwa yang mempunyai rekam jejak sebagai mantan Ketua Himpunan Teknik Perkapalan UNHAS (Universitas Hasanuddin) yang terbiasa mengolah kecerdasannya berargumentasi. Argumentasinya itulah yang sangat dibutuhkan dalam memperjuangkan hak hak atlet INKAI. Selain itu, ia pun dapat bernegosiasi untuk mencari jalan tengah sehingga semua pihak merasa tidak saling dirugikan.

    Dalam urusan coach (pendampingan atlet yang sedang berlaga), semua pelatih yang ditunjuk benar benar melaksanakan tugasnya dengan baik. Mereka bekerja seolah tanpa lelah mendampingi seluruh atlet mulai awal pertandingan hingga akhir, biasanya pagi hingga sore atau malam. Mereka memberikan arahan agar atletnya mampu meraih kemenangan. Dan yang tidak kalah menariknya adalah orang tua atlet, keluarga dari selalu turun langsung hadir menonton pertandingan untuk memberikan segala dukungan agar anak anaknya mampu meraih juara membuat para atlet benar benar berupaya secara maksimal.

    Kemimpinan Ir. Abdul Djalil Razak yang berhasil menggerakkan keaktifan para atlet dan menempatkan INKAI Sul Sel di posisi yang paling terhormat di tatami (baca: matras tanding karate) sangat layak dicontoh. Ini adalah jalan untuk mampu mencetak atlet nasional yang dapat bertarung di tatami internasional.

    Foto mengangkat Ketua INKAI Sul Sel berkeliling mengitari tatami saat menjuarai Kemenpora RI adalah cermin rasa cinta anak anaknya kepada sang Ketuanya. Ini bukan pertama kali dilakukan tapi telah menjadi kebiasaan yang sering dilakukan ketika INKAI meraih Juara Umum 1.

    Zulkarnain Patwa 
    * Humas INKAI Sul Sel
    * Pelatih INKAI Bulukumba

  • Juara Dayung SEA GAMES untuk Indonesia

    Juara Dayung SEA GAMES untuk Indonesia

    Target raih emas, kenyataan raih perak pada ajang SEA GAMES kali ini di Thailand, 2025. Indonesia memang mengalahkan tuan rumah Thailand pada posisi nomor tiga belum mampu melambung Vietnam.

    Itulah yang diraih atlet dayung Indonesia dimana salah seorang dari mereka ada yang kukenal dekat, Nur Azizah Patwa, mungkin karena mirip nama penulis 😀 .Teamnya sudah berjuang yang terbaik untuk Indonesia.

    Penulis tahu anak ini mengalami perubahan pola pikir dan sikap yang sangat berarti sejak di SMA. Sebelumnya Azizah hanya dikenal dengan istilah battala (gemuk) seperti badan pemain Sumo. Penulis menyebutnya gumbang (semacam guci air di taruh di tangga rumah kayu untuk cuci kaki) tapi tidak pernah menyebutkan itu secara langsung padanya dan berharap tidak pernah diketahuinya hingga kapan pun untuk menghargai perasaannya yang tanpa sadar memilih jalan hidup sebagai manusia battala.

    Tapi siapa sangka perjalanan hidup manusia yang panjang ini. Kedua orang tua Azizah, Sultan Rasyid Patwa dan Nur Wahidah Bakkas Tumengkol (almarhumah), dengan penuh kesabaran selalu memberikan pandangan tentang cara meraih masa depan yang cerah. Semua ini dilakukan tanpa paksaan agar pilihan hidup itu dilakukan secara sadar. Entah nasehat apa yang mengendap baik dalam pikirannya. Yang jelas, ia pun berubah dimulai dari perubahan badan battala jadi langsing. Itu sungguh mengangetkan. Entah kedua, pelatih dayungnya ketika ia masih proses pelangsingan badan pun pada masa itu sudah paham bahwa anak ini akan menjadi atlet olahraga yang handal. Dan itu kemudian terbukti dengan merebut dua emas pada PORDA (Pekan Olahraga Daerah) Sulawesi Selatan yang kemudian hari jadi pembuka jalan lebar menuju atlet nasional Indonesia.

    Raihan perak pada SEA GAMES buat Azizah dan teamnya ini bukanlah hasil puncak. Ini langkah awal untuk mengenal dunia yang lebih luas dengan melihat kwalitas atlet dari berbagai macam negara. Para atlet dan pelatih tentu lebih jeli membaca kelebihan dan kelemahan diri sendiri dan lawan. Perak bukanlah medali akhir betapapun kejuarannya telah berakhir. Akhir tersebut satu tangga terakhir menuju emas pada kejuaraan lebih bergengsi dan lebih besar berikutnya.

    Selamat buat Azizah dan team. Kalian adalah aset berharga yang dimiliki Indonesia yang membuat bangsa ini akan semakin dihargai di mata dunia. Tetap berlatih dengan tekun dan disiplin dimana keinginan dan tekad kalian harus lebih kuat dari segala latihan hingga suatu saat mampu membuktikan bahwa you are the best, the greatest. (Kalian yang terbaik, terbesar).

    Zulkarnain Patwa
    * Penulis Bebas

  • Kilasan INKADO Luwu Timur Jadi Perguruan Karate Bergengsi di Sul Sel

    Kilasan INKADO Luwu Timur Jadi Perguruan Karate Bergengsi di Sul Sel

    Rekan rekan perguruan karate INKADO (Institut Karate-Do Indonesia);Luwu Timur (Lutim) ini punya daya saing yang bagus. Perkenalan dengan suasana akrab mulai terjalin baik sejak Desember 2024 saat team INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) Sulawesi Selatan (Sul Sel) langsung dipimpin oleh Ir. Abdul Djalil Razak, Ketua INKAI Sul Sel dimana penulis bertugas sebagai Manager INKAI Sul Sel bertandang ke kejuaraan yang mereka adakan di Bumi Batara Guru, Sorowako, Lutim, Sulawesi Selatan. Sekedar info saja, perjalanan dari Makassar ke Lutim itu sekitar 24 jam dengan naik bus.

    Waktu itu, kekuatan atlet Lutim terlihat sedang tumbuh disertai semangat bertanding yang tinggi. Dan INKAI Sul Sel tetap tidak menganggap remeh tuan rumah dengan tetap menurunkan sebagian besar atlet terbaiknya yang telah punya segudang pengalaman pada kejuaraan besar untuk menambah pengalaman tanding pada kunjungan daerah terjauh di Sul Sel. Hasilnya, INKAI Sul Sel untuk merebut juara Umum 1. INKADO Lutim berada pada posisi Juara Umum 2.

    Betapa mengejutkan, pada kejuaraan Kemenpora RI pada Nopember 2025 di GOR Sudiang, Sulawesi Selatan, INKADO Lutim tiba tiba berhasil merebut Juara Umum 3. Kali ia memang dua tingkat dari INKAI Sul Sel yang meraih Juara Umum 1 dimana kejuaraan sebelumnya ia berada di bawah satu tingkat saja. Tapi ini lebih berarti karena kejuaraan ini yang jauh lebih bergengsi dimana para atlet berbakat nan handal dari berbagai macam penjuru turun berlaga. Kita tahu bahwa tidakkah mudah bagi sebuah perguruan tiba tiba muncul sebagai juara, capaian kejuaraan terbaik bagi INKADO Lutim pasca teror Covid 19.

    Mari kita cek capaian medali dari rilis resmi pada ranking medals Piala Menpora RI, 2025.

    Juara Umum 1, INKAI Sul Sel
    25 Emas, 26 Perak, 13 Perunggu

    Juara Umum 2, Kodam XIV Hasanuddin
    16 Emas, 11 Perak, 12 Perunggu

    Juara Umum 3, INKADO Lutim
    11 Emas, 5 Perak, 18 Perunggu

    Dari sebaran media sosial, penulis tahu bahwa setelah menjadi tuan rumah kejuaraan pada 2024 itu, INKADO Lutim lebih aktif lagi melaksanakan latihan. Beberapa teknik gerakan sebaran video karatenya pun telah berubah dan lebih baik dari yang sebelumnya. Menyaksikan perkembangannya, hemat penulis ini bukanlah hal tiba tiba tapi hal wajar ia mampu merebut posisi ketiga. Seperti yang lazim disebut orang, usaha itu tidak mengkhianati hasil.

    Dalam kejuaraan, tiap perguruan saling berkompetisi untuk meraih juara tapi hubungan yang baik mestilah harus selalu terjalin sebagaimana yang kita lakukan. Selamat ya buat INKADO Lutim. Anda telah turut berhasil menyita perhatian dan masuk bagian dari perguruan karate yang diperhitungkan karena membuktikan telah meraih Juara Umum di kejuaraan yang bergengsi di Indonesia.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan
    * Pelatih INKAI Bulukumba
    * Pengajar Bahasa Inggris di RumahBelajar Bersama