Kategori: News

Berita terbaru dari Rumah Belajar Bersama

  • Bulukumba Raih Juara III pada Duta Wisata Sul-Sel 2020

    Bulukumba Raih Juara III pada Duta Wisata Sul-Sel 2020

    RBB, Bulukumba (14/11)—Nur Aliyah Patwa, Duta Wisata (Duwis) Bulukumba 2020, yang cukup diandalkan untuk meraih juara I pada Duwis Sulawesi-Selatan (Sul-Sel) 2020 harus puas pada posisi ke III. Lomba para Finalis Duwis ini diadakan di Hotel Swiss Bell In Panakukkang, Makassar. (13/2020)

    Aliyah memang telah berhasil menyita perhatian publik melalui talenta daya tarik suaranya dalam menyanyikan beragam lagu dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pada Talent Show, Aliyah sangat berani menyanyikan lagu yang ‘tidak biasa’ yaitu Never Enough dari Loren Allred. Penyanyi Loren Allred sendiri pernah mengatakan bahwa lagu itu mempunyai kesulitan tinggi yang mulai nada yang terendah sampai nada yang  paling tinggi. Namun bagi Aliyah, dia menikmati saja menyanyikannya sebagai pertanda nothing to be worried (tak ada hal yang perlu dikhawatirkan). Alhasil, dia mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah dan decak kagum dari para juri dan penonton.

    Adapun kesempatan lainnya yang dia peroleh yaitu pada Gala Dinner dan Ulang Tahun Sul-Sel di Kapal Pinisi. Dia melagukan lagu Indonesia berjudul Mimpi yang merupakan lagu khas (signature song) Anggun. Seperti biasanya, Aliyah tampil memukau.

    Pada pengujian umum tentang wawasan kontemporer di tahapan 6 besar, Aliyah pun mampu menjawab soal juri tentang bidang apa saja yang terdampak pada Covid-19 dengan menyatakan bahwa sektor pariwisata yang sangat terpukul akibat Covid-19. Menurutnya, Bidang Promosi harus mengatur ulang lagi strategi untuk destinasi daya tarik wisata. Covid-19 membuat pembangunan infrastruktur destinasi wisata pun sangat terbatas dan tidak bisa total dikerjakan. Menurut para juri, jawaban Aliyah tepat sasaran sehingga mengantarkannya masuk pada kompetisi terakhir, final.

    Adalah juri dr. g. Andi Rahmatika Dewi, Anggota DPR Provinsi Sul-Sel yang memberikan pertanyaan  tentang bagaimana cara para Duwis mengimplementasikan adat budaya Bugis-Makassar tentang sipakainge, sipakatau dan sipakelebbi.  Pada tingkat ini, Aliyah yang agak fasih melafalkan Bahasa Inggris itu tiba-tiba agak kesulitan untuk mengembangkan gasagannya karena pertanyaannya dalam Bahasa Daerah yang dia belum tahu artinya. Karena jawaban Aliyah kali ini tidak memenuhi target, dia harus puas pada posisi juara III saja.

    “Bagaimana pun juga, saya tetap berterima kasih pada semua pihak dan masyarakat Bulukumba pada khususnya  yang telah memberikan kepercayaan penuh dan dukungan sehingga saya sampai tahapan ini’, ungkap gadis berumur 17 tahun ini. “Saya mohon maaf karena hanya ini yang dapat saya persembahkan buat Bulukumba. Saya akan belajar lebih giat lagi”, lanjut mahasiswa UNM (Universitas Negeri Makasassar) jurusan Manajemen ini yang juga sekaligus olahragawati Taekwondo.

    Sementara itu Nur Wahidah Bakkas Tumengkol, ibu dari Aliyah, mengatakan, “Lomba telah selesai. Kita ucapkan selamat buat semua para juara. Sebagai ibu, yang terpenting adalah Aliyah sudah mampu mengukur kwalitas dirinya sehingga dia lebih tahu apa yang harus dia benahi untuk masa depannya.”

    Nur Aliyah Patwa—Duta Wisata (Duwis) Bulukumba 2020—yang meraih juara III pada Duwis Sul-Sel 2020.
    Sumber Foto: Nur Aliyah Patwa

    Adapun Andi Ayu Cahyani, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Bulukumba, yang juga hadir memberi dukungan pada lomba Duwis Bulukumba ini mengatakan “Karena melihat kemampuan dan bakat Aliyah, saya memang berharap lebih. Selain bahasa asing memang sangat penting, bahasa daerah sebagai kekayaan budaya kearifan lokal juga perlu terus diajarkan dan ditumbuh-kembangkan pada generasi kita”, terangnya.

    Terakhir. Dari 24 kabupaten—minus Luwu dan Selayar yang tidak hadir—di Sul-Sel, terdapat 90 orang perserta dari kabupaten masing-masing. 74 orang berhasil lolos seleksi. Hasil final untuk kategori putra; Juara I dari Jeneponto, juara II dari Maros dan Juara III dari Pinrang. Adapun kategori putri; Juara I dari Sindrap, juara II dari Makassar dan juara III dari Bulukumba.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Kesuksesan Transplantasi Coral untuk World Tourism Day 2020 di Bulukumba

    Kesuksesan Transplantasi Coral untuk World Tourism Day 2020 di Bulukumba

    Panitia World Tourism day mengadakan final mission (misi terakhir) berupa transplantasi coral (terumbu karang) di Bira. Air laut yang arusnya yang tenang disertai dengan tiupan angin yang bersahabat membuat kegiatan ini berjalan lancar.

    Pada sekitar pukul 10.00 Wita, panitia terlebih dahulu melakukan penyelaman di Bira untuk mengambil fod –besi berbentuk kubah untuk tempat pemasangan terumbu karang—guna dipindahkan ke Ruku-Ruku, tepatnya di dekat replika Pinisi. Hanya 3 (tiga) orang saja divers (penyelam) yang turun ke dasar laut dengan kedalaman 13 meter untuk memasang tali agar panitia yang berada di atas perahu mudah menariknya untuk dinaikkan ke atas perahu. Sekitar 10 menit, misi ini sukses.

    Selanjutnya, perjalanan menuju Ruku-Ruku. Tiba di lokasi, sebuah botol plastik yang telah dipasang sebagai penanda letak Pinisi hilang. Para divers pun harus menyusuri Ruku-Ruku, bersnokeling ke segala arah mencari titiknya. Adalah Birsal, panggilan akrab Muh. Irsal dan Marco, bule sukarelawan, berhasil menemukannya. Intruktur Abdul Rahman, senior diver, dari Warung Bambu turut mengirimkan titik kordinat; 5036.255’ S 120024.947’ E.
    7 orang divers bekerja. 2 Pod tersebut diturunkan. Setelah itu, pembersihan alga pada Pinisi dilakukan dengan menggunakan sikat cuci dan sikat gigi agar coral dapat hinggap dan berkembang di Pinisi. Lalu, secara hati-hati, para divers memasang artifisial coral di Pinisi dan Pod. Terdapat 36 set coral yang terdiri dari soft coral (terumbu karang yang mudah patah) dan hard coral (terumbu karang yang mudah patah) berhasil dipasang.

    Saat misi sedang berlangsung, para panitia pun yang belum pandai menyelam berkesempatan snorkeling untuk melihat segala aktifitas di bawah laut. Air laut yang sangat jernih membuat semua orang yang berenang dapat menikmati pamandangan Pinisi tetap terlihat anggun di bawah laut berpasir putih.

    Setelah transplantasi Coral, panitia yang pandai diving melakukan penyelaman juga. Mereka menyelam di daerah yang ditumbuhi terumbu karang. Ruku-Ruku masih sangat kaya dengan ragam terumbu karang. Pembuktian ini dapat menjadi hipotesa (kesimpulan sementara) bahwa transplantasi karang di Pinisi yang berpasir tanpa karang tersebut dapat sukses di masa akan datang. Terlebih, penetapan Ruku-Ruku sebagai daerah transplantasi coral dilakukan melalui uji laboratorium dan dinyatakan layak.

    Replika Pinisi dan transplantasi coral guna menyambut World Tourism Day 2020 di Bulukumba ini dapat menjadi pengingat kepada dunia untuk melestarikan budaya bahari dan menjaga keseimbangan bawah laut. Bulukumba pun dapat berbangga karena para pemuda-pemudinya dapat turut aktif melakukan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

    Zulkarnain Patwa
    Panitia World Tourism Day di Bulukumba
    Anggota Pinis Diving Club

  • Briefing Penanaman Terumbu Karang

    Briefing Penanaman Terumbu Karang

    Bulukumba, RBB (26/09)—Sebelum transplantasi coral (terumbu karang ), panitia World Tourism Day (WTD), khususnya para divers (penyelam) melakukan briefing untuk memudahkan cara memasang coral pada replika layar Pinisi yang telah sukses diletakkan di Ruku-Ruku. Selain itu akan diturunkan juga 2 (dua) buah pod (tempat pemasangan coral) untuk menambah jumlah coral di daerah dekat pinisi.

    Teknik yang digunakan artificial structure (struktur tidak alami) karena dipasang di replika. Adapun jenis coral yang dipasang adalah soft coral (terumbu karang yang mudah patah) dan hard coral (terumbu karang yang tidak mudah patah). Beberapa cara membersihkan coral juga dibahas agar coral yang nantinya telah dipasang tidak mudah terkena penyakit.

    Setelah semuanya jelas, terdapat 7 orang divers yang akan turun menyelam di Ruku-Ruku dengan tugas masing-masing. Harapannya, di masa akan datang, daerah Ruku-Ruku yang mempunyai wilayah berpasir tersebut dapat dikunjungi ragam ikan berwarna warni sehingga spot diving daerah tersebut semakin menarik.

    Zulkarnain Patwa
    Panitia World Tourism Day
    Anggota Pinisi Diving Club

  • Uji Air Laut untuk Terumbu Karang

    Uji Air Laut untuk Terumbu Karang

    Bulukumba, RBB (30/8)—Dalam melakukan proses transplantasi karang, Panitia Hari Pariwisata Dunia ini terlebih dahulu mekukan penelitian dipandu oleh Mr. Marco dan Pak Rahman di Blue Planet, Bira. Mereka telah mengambil sample (contoh) air laut di Liukang dengan kedalaman 12 Meter dan di Ruku-Ruku dengan kedalaman 10 Meter. Hari ini mereka mengguji salisitas (keasinan) air sebagai standar kelayakan.

    Jarak aman Ph air pada 7.4 sampai 8.5. Pada Liukang Ph nya 7.83 dan pada Ruku-Ruku ph nya 7.75. untuk kepadatan air diukur menggunakan salinometer.  Jarak aman pada 1.24 sampai 1.25. Ruku-Ruku dan Liukang berada pada angka 1.26. Adapun solidity, Ruku Ruku di angka 340 dan Liukang di angka 300. Angka tersebut aman meskipun khusus solidity ada sedikit kelemahan yaitu hilangnya sendok pengukur takaran sehingga campuran yang diberikan pada air tersebut agak sedikit berlebih.

    Kesimpulan yang dapat diambil yaitu kedua tempat tersebut layak untuk dilakukan transplantasi karang.

    Setelah uji laboratorium ini, para panitia langsung melakukan diving yang dikhususkan untuk mengenal ragam terumbu karang. Rencana pada minggu berikutnya, hasil penelitian ini akan dilanjutkan tentang cara merawat, menanam dan menumbuhkan karang-karang di laut.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

     

  • Pendapat Dewan Juri pada Juara Duta Wisata Bulukumba (2)

    Pendapat Dewan Juri pada Juara Duta Wisata Bulukumba (2)

    Bulukumba, RBB (25/8)—Kekayaan destinasi wisata menjadikan Bulukumba menjadi menarik perhatian publik. Hal yang sama pun terjadi pada lomba Duta Wisata Bulukumba 2020 yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Bulukumba.

    Setelah melalui ujian yang panjang, para peserta finalis sampai pada tahapan akhir, penentuan juara. Dewan Juri yang mengetahui sosok dan sumber daya manusia seperti apa yang dibutuhkan menjatuhkan pilihan pada Muhammad Arsan dan Nur Aliyah Patwa sebagai Duta Wisata Bulukumba.

    Berikut ini pendapat 5 (lima) Dewan Juri sesaat setelah lomba di GOR (Gedung Olah Raga) Bulukumba (22/7). Mari kita simak petikannya:

    Tomy Satria Yulianto
    Wakil Bupati Bulukumba

    “Ini ajang komptesi yang sehat. Anak anak millenial Bulukumba kita harapkan membicarakan hal hal baik tentang Bulukumba nantinya. Kita ini sebagai dewan juri hanya menjadi bagian yang menegaskan talenta (Baca: bakat) yang mereka miliki. Mereka telah perlihatkan bahwa mereka mengetahui tentang pariwisata Bulukumba. Bagi saya, ini modal luar biasa bagi masa depan Bulukumba di akan datang.”

    Rezky Hutama Putra
    Ketua Adwindo (Asosiasi Duta Wisata) Bulukumba

    “Sebagai ketua Adwindo, saya sangat merasa bersyukur bisa melaksanakan Duta Wisata ini meskipun sekarang kita berada di tengah pandemi. Kita juga mengingat bahwa pariwisata di Kab. Bulukumba sangat banyak sehingga perlu diadakan lomba Duta Wisata. Kita butuh sumber daya manusia yang khusus mempromosikan wisata-wisata yang ada di Kab. Bulukumba. Harapan buat yang terpilih, mereka bisa berdedikasi di Bulukumba, bisa melaksanakan dan mengemban tugas sehingga apa yang diharapkan bisa terlaksana.”

    Andi Ayu Cahyani
    Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata di Dinas Pariwisata Bulukumba

    “Grand final ini kita adakan sebagai salah satu cara untuk bagaimana mengapresiasi bakat-bakat mereka, khususnya dalam promosi pariwisata di Kab. Bulukumba yang kita tahu memiliki banyak potensi wisata. Harapannya, dengan mengemban dan memegang predikat sebagai juara, mereka tentunya kita ajak bersama-sama Dinas Pariwisata untuk promosi wisata di seluruh Indonesia dan bahkan ke luar negeri.”

    Saat Dewan Juri melakukan penilaian pada Grand Final Duta Wisata Bulukumba.
    Sumber foto: Rumah Belajar Bersama.

    Andi Minie Patongai
    Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata di Dinas Pariwisata Bulukumba

    “Grand Finalis kali ini berjalan dengan lancar. Kita melihat adik-adik dari Adwindo (Asosiasi Duta Wisata) Bulukumba mengadakan acara meskipun tanpa bantuan anggaran dari Dinas Pariwisata Bulukumba tapi mereka tetap mengadakan pemilihan Duta Wisata Bulukumba dengan baik. Saya harapkan pada yang juara mudah-mudahan bisa mempromosikan objek destinasi wisata Bulukumba, baik ke dalam maupun ke luar negeri. Dan semoga tahun tahun ke depan lebih baik dari tahun ini.”

    Resky Permatasari
    Dara 2011 Bulukumba dan Supervisor Program Keluarga Harapan di Dinas Sosial Bulukumba

    “Sebagai dewan juri, Duta Wisata yang terpilih betul-betul bisa membawa nama baik Bulukumba ke depan. Mereka ini benar-benar memenuhi kriteria dalam penilaian. Mulai dari masalah fisik, keilmuan, penguasaan panggung, mereka semua mantap.”

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Kondisi Belajar RBB

    Kondisi Belajar RBB

    Kondisi Situasi Belajar di Bumah Belajar Bersama

  • BELAJAR MEMBACA BERSAMBUNG

    BELAJAR MEMBACA BERSAMBUNG

    Ibu Aswa, Guru Kelas Membaca Rumah Belajar Bersama Sedang Membimbing muridnya membaca Bersambung.