Dari dunia anak-anak, kita dapat belajar cara menyederhanakan masalah. Anak-anak memang peniru yang ulung, namun untuk urusan pengajaran ilmu pengetahuan, kemampuan meniru mereka tidak sedahsyat saat mereka memperhatikan kejadian sehari-hari. Untuk itu, urusan ilmu pengetahuan dijadikan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Para pelajar bahasa Inggris di kelas malam penulis didik hampir semuanya telah menguasai tenses secara teratur di luar kepala dengan segala bentuk perubahannya. Sayangnya, kemampuan mereka sebatas satu kalimat saja. Ketika kalimat diubah, mereka sangat kewalahan. Anak-anak yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata saja yang mampu mencerna dengan cepat, dibuktikan dengan jawaban yang tepat.
Bagaimana dengan anak-anak yang masih kesulitan atau masih dalam proses menguasai tenses acak? Inilah bagian yang sangat penting yang tidak bisa dilewatkan begitu saja karena masalah mengajak untuk berpikir jauh lebih kreatif dari hal yang biasanya. Meninggalkan pelajar yang mayoritas demikian ini sama saja melepaskan tanggung jawab mendidik dengan dalih otak pelajar tidak sanggup. Tanpa sadar, klaim bodoh pun ditujukan pada mereka. Padahal, belum ada metode yang sesuai dan tepat yang diterapkan kepada mereka.
Apa sulitnya membuat tenses tersebut dijadikan bahan percakapan dengan menawarkan berbagai macam kalimat? Semua bahan soal tulis tenses tersebut dihubungkan dengan kejadian sehari-hari yang sesuai dengan aktivitas anak-anak. 40 soal–Metode 40–tanya jawab dalam satu tense sudah cukup untuk mereview pemahaman. Bila mereka belum sanggup menghapal bahan percakapan, sebaiknya percakapan dalam bentuk membaca sambil berdialog secara berpasangan. Pola seperti ini dipraktikkan pada 16 tenses. Bahan pelajaran ini telah disiapkan. Program ini akan segera diterapkan pada pertemuan-pertemuan belajar berikutnya.
Beberapa tenses yang maknanya masih sulit ditemukan padanannya dalam bahasa Indonesia semisal future perfect progressive tidak perlu dalam bentuk kalimat panjang lebar, cukup struktur kalimat yang benar. Setelah kemampuan berbicaranya telah sesuai dengan struktur–error pasti tetap ada, namun diupayakan untuk diminimalisir–fungsi penggunaannya diterangkan kemudian. Target utama terlebih dahulu dicapai: mensinkronkan pikiran dan ucapan benar sembari terus melakukan pendampingan agar kemampuan mereka bisa lebih tertata.
Tindakan aplikatif selanjutnya adalah pelatihan membaca cerita-cerita berbahasa Inggris. Nah, inilah waktu yang paling tepat untuk menerangkan kenapa tenses tertentu digunakan pada suatu kalimat. Bekal pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya akan menyadarkan mereka kenapa variasi kalimat hadir dalam cerita. Lalu, anak-anak diberikan soal-soal pada cerita untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahamannya.
Satu hal yang lebih penting lagi yaitu membangkitkan rasa ingin tahu anak-anak untuk bertanya. Pelajar yang mampu bertanya mengetahui sesuatu dan ingin mengetahui lebih banyak, lebih jelas. Bagaimana dengan pelajar yang pertanyaannya terlalu mudah? Namanya juga anak-anak, pertanyaannya tidak terlalu sulit. Kita cukup memberikan jawaban yang membangkitkan rasa penasaran sehingga mereka mau bertanya lebih lanjut. Proses ini sebaiknya menggunakan bahasa anak-anak, tidak berjarak seperti rekan dalam pergaulan. Suasana belajar seperti bergaul saja: disukai dan tidak melelahkan.
Jadi, guru bukan saja harus mengerti alur cerita termasuk struktur kalimat dalam cerita, tetapi juga memiliki wawasan yang luas dalam menghubungkan suatu peristiwa dengan kejadian yang lainnya. Bila perlu, ia mengambil contoh cerita yang ada di lingkungan sekitar dengan cerita yang tertera pada teks sehingga bayangan anak-anak tidak harus mengembara ke negeri asing, sesuatu hal yang belum mereka temui. Penyederhanaan masalah dalam dunia pendidikan yang bila dilakukan secara berkelanjutan akan menjadi dahsyat karena kehidupan sehari-hari belajar telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Zulkarnain Patwa
Desa Darubia di Bulukumba, Minggu, 4 Oktober 2026
Kerumitan itu adalah sesuatu hal yang selalu dihindari. Namun, menghindari kerumitan bukanlah menyelesaikan masalah, malahan…
Ketakutan para pelajar pada bahasa Inggris seringkali muncul hanya karena gurunya kaku, tidak pandai memecah…
Kekhawatiran orang tua pada anak yang mempelajari tenses tidak lancar berbicara itu mempunyai alasan yang…
Bahasa Inggris ataupun bahasa asing apapun juga pasti terasa asing dilidah bila tidak dibiasakan. Mengulangi…
Kejeniusan Mr. Crack, B. J. Habibie, tentulah turut mengharumkan nama baik Indonesia, disegani di dunia…
Salah eja atau ucap seringkali dialami para pelajar bahasa inggris. Fokus kebanyakan orang adalah kemahiran…
Leave a Comment