Inisiatif untuk Cepat Pintar

Kesan yang sangat menggembirakan. Pada waktu sedang istirahat, Zhah Noor Aisyah, pelajar kelas Malam Reading (Bacaan) yang telah tamat dua buku, tiba-tiba duduk di depan penulis dan membuka buku catatan grammar-nya. Ia langsung praktek bicara pada simple future menggunakan “be” sebagai kata kerja utama, nominal tenses istilah orang Indonesia. Di hari hari sebelumnya, ia mesti dirayu agar mau belajar simple present dan simple past hingga paham luar kepala. Sekarang, ia berinisiatif sendiri.

Berbekal buku catatan, ia praktek lisan. Kewalahan menyusun kata pada perubahan simple future pasti Zhah temukan.
Karena itu, ia lebih banyak bicara sambil melihat peta yang ia buat. Ilmu memang tidak secepat kilat bisa dipahami, butuh proses. Hukum perulangan menjadikan pelajaran melekat dengan baik di kepala.

Seluruh proses perubahan kalimat termasuk pada penggunaan shall untuk British English pada subjek I dan We telah Zhah praktekkan. Variasi ini sengaja diajarkan karena ia tidak hanya membaca buku buku karya orang Amerika tetapi juga karya orang Inggris. Buku catatan sangat berguna untuk merujuk pada tiap kesalahan bicara yang ia praktekkan di depan gurunya.

Setelah merasa cukup yakin, Zhah tidak memilih untuk beristirahat. Ia pun kembali mengerakkan pena, membuat catatan terbaru. Agar tidak kesulitan, ia menulis materi simple present, simple Past dan simple future pada verbal tenses sebagai pembanding dari simple pada nominal tenses. Pelajar Indonesia sering kali gagal membedakan ini, apakah menggunakan “do, does atau did” atau am, is atau are saat bertanya.

Kemungkinan besar, Zhah tidak membutuhkan banyak penjelasan lagi dalam merangkai kata pada latihan berikutnya. Pemahaman penting yang akan disampaikan kepadanya yaitu mengapa “do” atau does” dipakai, bukan “am, is atau are” pada simple present untuk bertanya. Hal yang sama juga terjadi pada simple past. Mengapa “did” bukan “was, were” dan seterusnya.

Apakah ini sulit dipahami oleh anak kelas 4 SD seperti Zhah? Tidak sama sekali. Zhah tergerak hari untuk mempelajari materi ini karena melihat beberapa teman seumurannya telah mengerti tenses dengan sangat baik. Berdasarkan proses belajar yang ia lakukan,
ia dan guru guru di RBB (Rumah Belajar Bersama) yakin ia sanggup paham tenses luar kepala juga. Prediksi dalam dua atau tiga minggu ke depan, ia akan mendapatkan live (siaran langsung) disaksikan oleh publik untuk praktek perubahan seluruh kalimat tenses di luar kepala.

Percepatan tersebut kuncinya terletak pada Zhah sendiri. Ketika ia mau menggunakan sebagian jam istirahatnya dengan duduk di depan guru, membuka buku catatan grammar-nya dan praktek, ia tidak hanya menyelesaikan tenses tapi pembelajaran Basic Grammar lainnya akan jauh lebih banyak ia mengerti yang sangat berguna memahami teks reading, speaking dan writing bila ia tertarik menulis dalam Bahasa Inggris.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Rabu, 29 yang April 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Teror Pencerdasan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris ataupun bahasa asing apapun juga pasti terasa asing dilidah bila tidak dibiasakan. Mengulangi…

16 jam ago

Tragedi 8 x 3 di SMK Menampar Wajah Kurikulum Kita

Kejeniusan Mr. Crack, B. J. Habibie, tentulah turut mengharumkan nama baik Indonesia, disegani di dunia…

2 hari ago

Menghapus Sekat Belajar

Salah eja atau ucap seringkali dialami para pelajar bahasa inggris. Fokus kebanyakan orang adalah kemahiran…

3 hari ago

Di RBB, Pelajar yang Paling Pintar Pun Jadi Biasa Saja

Para pelajar yang menguasai perubahan seluruh kalimat tenses dengan segala bentuk perubahannya bukanlah jaminan bahwa…

4 hari ago

Memoar Kak Madi: Pepaya Matang WME Kembali ke Pemilik-Nya

Ahmadi Hatta adalah mahasiswa jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 87. Pada tahun 2000-an,…

5 hari ago

Terbaik: Setiap Tempat Adalah Belajar

Suatu pembelajaran akan terasa sangat mudah dipelajari apabila para pelajar tidak asing dengan lingkungan kehidupan…

5 hari ago