Semua Aktif Belajar

Menarik dan sederhana. Itulah yang kita temukan ketika Steven Riley, seorang guru senior dari Australia, mengajar sehari di RBB (Rumah Belajar Bersama). Dalam berkomunikasi, ia mengajarkan intonasi yang erat kaitannya dalam tanya jawab. Pertama, ia menanyakan kabar dan nama peserta sembari memperhatikan cara menjawab. Kemudian, para pelajar diminta membuat pernyataan yang ditujukan kepadanya.

Berangkat obrolan singkat tersebut, Steven yang sudah melanglang buana ke negeri terjauh sampai ke Jepang ini langsung tahu kapasitas pelajar. Dengan segera, ia mendekati pelajar yang kurang PD (percaya diri) bicara dan menyapanya menggunakan kosa-kata percakapan sehari-hari. Lalu, suasana jadi cair. Para pelajar jadi lebih siap. Setelah itu, ia memberikan contoh pengaturan tinggi rendah suara. “Kalau mau bertanya, naikkan nada suara di akhir kata pada kalimat. Sebaliknya, kalau mau menjawab, turunkan saja suara nada suara di akhir kata”, katanya. Sederhana itu.

Pelajaran berlanjut. Karena Steven total berbahasa Inggris, ia pun menggunakan gerakan tubuh agar maksud penjelasannya bisa dimengerti. Penulis kadang-kadang hadir membantu menerjemahkan pada hal-hal yang rumit saja untuk membuat pelajar lebih cepat mengerti. Selebihnya, mereka diajak untuk berusaha menafsirkan sendiri segala hal yang dijelaskan Steven.

Mengatur tinggi rendah suara terlihat remeh-temeh tapi mayoritas pelajar belum tahu cara menaikkan atau menurunkan suara dengan tepat dengan nada yang enak didengar. Steven tidak menyerah. Guru yang telah makan garam ini tahu betul cara mengatasinya. Pada setiap pelajar yang gagal berbicara dengan benar, ia diminta untuk membuat pengulangan. Dan bila mereka masih tetap gagal, meskipun umurnya mencapai 72 tahun, ia tidak terlihat lelah dan malahan tidak segan-segan aktif berjalan mendekati untuk membantu satu persatu pelajar mengikuti apa yang ia katakan hingga sampai pada ukuran suara yang menurutnya nyaman untuk didengarkan.

Setelah itu, Steven melatih kemampuan berbicara lebih banyak. Untuk pemahaman tentang arah, Steven terlebih dahulu membuat tanda panah untuk arah utara, selatan, timur dan barat. Kemudian, membuat jalan berkelok-kelok mempunyai pertigaan dan perempatan. Ia juga menggambar rumah, sekolah, kantor dan lainnya. “Dimana sekolah?”, tanya Steven. Jawaban tidak sekedar menunjuk pada gambar tapi bercerita. Pelajar harus bisa mengatakan jalan terus ke arah barat, belok kiri dan kemudian kanan pada pertigaan dan seterusnya. Jawaban akan beragam karena yang ditanyakan adalah berbagai macam tempat yang berbeda.

Capaian Pengajaran Steven
Pembelajaran interaktif dua arah dari Steven berhasil merangsang cara berpikir, aktif berbicara dan memastikan tingkat pemahaman siswa secara langsung. Bahkan, para pelajar yang pasif pun berpikir dan mempersiapkan diri karena memprediksi dirinya akan mendapatkan pertanyaan. Dan bagi pelajar yang telah berani bicara, mereka akan lebih kreatif dan kritis dalam berpendapat.

Suasana belajar juga terlihat lebih semarak karena terjalin hubungan komunikasi sesama pelajar dan pelajar dengan guru. Seorang guru yang berpemikiran terbuka seperti Steven tepat melakukan metode pembelajaran ini. Ia telah siap akan kemungkinan munculnya pertanyaan kritis yang tidak terduga. Pengalaman, wawasan dan mental Steven dalam mengelola kelas belajar membuat pembelajaran terlihat sangat menyenangkan dari awal hingga akhir yang berlangsung sekitar 90 menit.

Steven Riley sebenarnya saat ini tidak lagi berprofesi sebagai seorang guru tapi kontraktor di Perancis. Ia bertemu dengan Anjas, seorang guide paham peta dan kebutuhan tamunya, yang membuat Steven dapat menyalurkan hobby mengajarnya dengan menguji RBB. Metode pengajaran Steven yang erat kaitannya dengan pronunciation, speaking and intonation (Pengucapan, bicara dan intonasi)

Steven Riley sebenarnya saat ini tidak lagi berprofesi sebagai seorang guru tapi kontraktor di Perancis di mana sebelumnya ia mengajar di Jepang. Ia bertemu dengan Nur Anjas, seorang guide paham peta dan kebutuhan tamu di Bira, yang membuat Steven dapat menyalurkan hobby mengajarnya dengan mengunjugi RBB. Pengajaran sehari Steven yang erat kaitannya dengan pronunciation, speaking and intonation (Pengucapan, bicara dan intonasi) sangat bagus dan menjadi kekayaan referensi untuk ditindaklanjuti dalam mendukung percepatan kecerdasan para pelajar.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Selasa, 28 April 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Everyone Actively Learns

Simple and engaging. That’s what we found when Steven Riley, a senior teacher from Australia,…

8 jam ago

Jurus Belajar

Jurus Kung Fu mabuk sangat cocok bagi para pelajar yang sebenarnya tidak kurang perhatian dalam…

2 hari ago

German’s Education and Indonesia’s Nature

Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie, the third President of Indonesia, introduced us to the…

2 hari ago

Pendidikan di Jerman dan Alam Indonesia

Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie, Presiden Indonesia ketiga, memperkenalkan kepada kita bahwa pendidikan di…

3 hari ago

Ingat Judul

Saya sesekali berusaha mengingat apa sih judul skripsi saya dulu. Ada 'Ahmadinejad' lah. Setelah itu…

3 hari ago

Pembicaraan yang Penting

Anak anak akan sangat senang bila mereka belajar sesama rekan akrabnya. Komunikasi dalam bentuk percakapan…

6 hari ago